Newtechclub.com — Dunia kita sudah sangat familiar dengan vendor-vendor smartphone raksasa seperti Apple, Samsung, dan Huawei yang dengan leluasa menjajakan produknya dari China, melintasi berbagai negara di Asia, hingga sampai ke Eropa. Akibatnya, kita dengan mudahnya menyebut nama ketiga merek ini di hampir semua negara. Namun, ceritanya menjadi sangat berbeda ketika kita mengintip jenis ponsel yang digunakan oleh masyarakat Korea Utara. Negara yang sering dijuluki Hermit Kingdom atau Kerajaan Pertapa ini justru menggunakan ponsel dengan merek-merek yang sama sekali asing di telinga kita. Lebih menarik lagi, sebagian besar merek ini ternyata hanya beroperasi dan menjual produknya secara eksklusif di Korea Utara.
Meski demikian, sebuah laporan dari organisasi nirlaba Lumen mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan: semua vendor ponsel Korea Utara ini diduga kuat memproduksi perangkatnya di China. Produsen di China kemudian menyesuaikan produknya dengan desain dan fitur khusus yang telah ditetapkan oleh pihak Korea Utara. Alasan di balik praktik ini adalah karena fasilitas produksi ponsel secara lokal di Korea Utara dinilai masih kurang memadai. Setelah proses produksi selesai, barulah produk-produk tersebut diberi label merek Korea Utara.
Karena praktik inilah, tak heran jika kemudian smartphone yang digunakan warga Korea Utara seringkali terlihat mirip dengan model ponsel di negara lain, meskipun merek yang tertera jelas berbeda. Selain dari segi merek, fitur di dalamnya juga sengaja dibuat tidak sama. Modifikasi khusus terutama dilakukan pada sistem operasi Android, yang telah disesuaikan dengan kebutuhan keamanan yang ketat dan pembatasan terhadap fitur-fitur tertentu.
Lalu, merek ponsel apa sajakah yang sebenarnya populer di Korea Utara? Simak daftar lengkapnya berikut ini, karena beberapa di antaranya pasti akan membuat Anda terkagum-kagum!
1. Arirang: Sang Primadona yang Diapresiasi Pemimpin
Pertama, ada Arirang yang merupakan merek ponsel dari perusahaan Arirang IT. Vendor ponsel Korea Utara yang berkantor pusat di Pyongyang ini sebenarnya mengklaim memiliki fasilitas produksi sendiri di dalam negeri. Akan tetapi, banyak pihak meyakini bahwa proses perakitan intinya justru dilakukan di China. Media pemerintah Korea Utara, misalnya, lebih sering menayangkan para pekerja yang sedang menguji coba perangkat yang sudah jadi, dan bukannya proses perakitan di dalam pabrik.
Selain memiliki fasilitas produksi, Arirang juga dengan bangga mengembangkan software yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengguna lokal, terutama dalam hal keamanan. Prestasi mereka bahkan berhasil memukau Presiden Kim Jong Un hingga ia memberikan apresiasi langsung saat berkunjung ke pabrik tersebut. Sayangnya, tidak ada rincian berapa banyak unit ponsel yang berhasil diproduksi di fasilitas tersebut. Beberapa model andalan mereka antara lain Arirang 1201, Arirang 191, dan Arirang 221. Tidak hanya ponsel, Arirang juga memproduksi TV LCD untuk memenuhi pasar domestik.
2. Madusan dan Chongsong: Dua Merek Satu Konglomerat
Selanjutnya, kedua merek ponsel ini dikelola oleh sebuah konglomerat bisnis ternama Korea Utara, Madusan Economic Federation. Perlu Anda ketahui, perusahaan ini tidak hanya fokus pada ponsel, tetapi juga memproduksi berbagai perangkat elektronik lainnya. Salah satu model awal yang mereka rilis adalah Madusan 222, yang kemudian menariknya berganti nama menjadi Chongsong 222. Setelah itu, mereka lebih konsisten meluncurkan model-model baru dengan membawa merek Chongsong, termasuk Chongsong 234 yang rilis pada tahun 2023.
3. Pyongyang: Merek yang Menyandang Nama Ibu Kota
Pyongyang, tanpa disangka, merupakan salah satu merek yang cukup populer di Korea Utara. Perusahaan di balik ponsel ini adalah Checom Technology yang telah beroperasi sejak tahun 2010. Menurut laporan Open Source Center milik pemerintah AS pada tahun 2012, mereka mendirikan Checom Technology pada Juli 2003 dengan menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan China yang berbasis di Zhejiang. Meski informasi detail tentang merek ini sangat terbatas, logo perusahaannya pernah terlihat dengan jelas di sebuah toko ritel dalam siaran televisi nasional, yang membuktikan bahwa ponsel Pyongyang masih eksis hingga sekarang.
4. Phurunhanal: Raja Elektronik dengan Segala Produk
Merek ponsel Phurunhanal dipasarkan oleh Phurunhanal Electronics, sebuah perusahaan manufaktur dan distributor elektronik yang terkenal dengan teknologi mutkhirnya. Perusahaan ini tidak setengah-setengah; selain ponsel, mereka juga memproduksi desktop PC, laptop, USB, set-top-box TV digital, hingga proyektor portabel. Salah satu model ponsel andalan mereka, Phurunhanal H1, berhasil diluncurkan pada tahun 2018.
5. Samthaesong: Pendatang Baru yang Sempat Redup
Samthaesong hadir sebagai merek ponsel yang dikembangkan oleh Jonsung Economy & Technology Exchange. Perusahaan ini baru memasuki pasar smartphone Korea Utara pada tahun 2019 dengan memamerkan ponsel Samthaesong di Pyongyang Autumn International Trade Fair. Namun, sayangnya, popularitas merek ini sempat meredup hingga tahun 2021, kemungkinan besar karena dampak berbagai pembatasan selama pandemi. Menuju tahun 2024, setidaknya dua model ponsel Samthaesong telah dirilis, dan cuplikan toko ritelnya bahkan sempat muncul dalam liputan TV Korea Selatan pada akhir 2023.
6. Chollyong: Merek dengan Informasi Terbatas
Chollyong juga termasuk dalam jajaran merek ponsel yang dipakai di Korea Utara. Potonggang New Technology Development Center bertugas mengedarkan produk dari merek ini. Sayangnya, informasi mengenai Chollyong sangat sulit didapat. Yang kita tahu, Chollyong 201 adalah salah satu model ponsel yang telah mereka telurkan.
7. Kiltongmu: Sang Misterius yang Nyaris Tak Tersentuh Informasi
Kiltongmu juga dikenal sebagai salah satu merek ponsel Korea Utara. Ponsel ini diproduksi oleh perusahaan Kwangja Trading. Akan tetapi, mustahil untuk menemukan informasi lebih lanjut tentang ponsel ini maupun perusahaan pengembangnya, menjadikannya salah satu merek paling misterius dalam daftar ini!
8. Sonamu: Lebih dari Sekadar Smartphone
Ponsel Sonamu dipasarkan oleh Puksae Electronic Trading Company. Model Sonamu 382 yang rilis sekitar tahun 2023 adalah salah satu produk andalan mereka. Menariknya, selain smartphone, perusahaan ini juga mengedarkan smart TV, speaker, hingga alat karaoke.
9. Jindallae: Inovator dengan Portofolio Luas
Ponsel Jindallae dipasarkan oleh Mangyongdae IT. Pada tahun 2023 saja, perusahaan ini secara mengejutkan meluncurkan 13 smartphone dan 10 ponsel fitur, dengan beragam model mulai dari bar type hingga flip atau lipat vertikal. Beberapa model populer mereka adalah Jindallae 4, Jindallae 6, dan Jindallae 6B. Tidak hanya ponsel, Mangyongdae IT juga aktif mengembangkan perangkat komunikasi kabel dan nirkabel, software hiburan, sistem operasi, hingga sistem identifikasi biometrik.
10. Myohang: Ponsel dan Tablet dengan Merek Sama
Terakhir, Myohang merupakan merek ponsel hasil kreasi perusahaan elektronik Korea Utara, Pyongje. Selain ponsel, perusahaan ini juga berani mengembangkan tablet dengan merek yang sama. Namun, sama seperti beberapa merek sebelumnya, rincian informasi tentang produk Myohang masih sangat minim dan sulit untuk diakses.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

