Newtechclub.com – Dunia kecerdasan buatan kembali diguncang oleh kabar besar dari Tiongkok. DeepSeek, perusahaan AI asal Negeri Tirai Bambu, baru saja secara resmi meluncurkan senjata terbarunya, DeepSeek V4 Pro, yang langsung diposisikan sebagai penantang serius bagi Kimi K3, model AI unggulan dari Moonshot yang belakangan ini sedang naik daun.
Lompatan teknologi ini bukan sekadar pembaruan biasa. DeepSeek V4 Pro hadir dengan misi yang sangat spesifik: menaklukkan tugas-tugas kompleks yang selama ini menjadi momok bagi banyak model AI, terutama dalam ranah agen AI (AI agent). Agen AI sendiri merupakan kecerdasan buatan yang mampu menjalankan serangkaian tugas secara lebih mandiri, tanpa perlu intervensi manusia secara terus-menerus. Bayangkan asisten digital yang benar-benar bisa berpikir dan bertindak sendiri—itulah ambisi yang diusung DeepSeek melalui V4 Pro.
Klaim peningkatan performa yang mereka sampaikan bukan sekadar gimmick. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa V4 Pro memiliki peningkatan performa yang signifikan dibandingkan pendahulunya. Bahkan, mereka juga memperkenalkan varian lain yang diberi nama V4 Flash, yang semakin memperkaya pilihan bagi para pengembang dan pengguna.
Fitur paling menarik yang disematkan DeepSeek pada jajaran terbarunya ini adalah fleksibilitas dalam pengaturan reasoning effort atau tingkat penalaran. Kini, pengguna memiliki kendali penuh untuk memilih seberapa dalam proses berpikir yang ingin mereka gunakan. Pilihannya beragam, mulai dari mode low, high, hingga max, yang bisa disesuaikan dengan kompleksitas pekerjaan.
Mode low, misalnya, secara khusus dirancang untuk tugas-tugas sederhana yang tidak membutuhkan proses penalaran panjang. Ini sangat cocok untuk pertanyaan-pertanyaan dasar atau interaksi singkat yang tidak memerlukan analisis mendalam. Di sisi lain, mode high hadir sebagai andalan untuk pekerjaan agen AI sehari-hari, seperti mengelola jadwal, merespons email, atau mengotomatisasi tugas-tugas rutin lainnya. Sementara itu, mode max dengan tegas ditujukan untuk pekerjaan-pekerjaan paling kompleks yang membutuhkan daya pikir maksimal, seperti analisis data besar atau pemecahan masalah teknis yang rumit.
Tak berhenti di situ, DeepSeek juga melangkah maju dengan menghadirkan dukungan native untuk sistem penghubung aplikasi (API) OpenAI Responses. Langkah strategis ini tentu saja disambut baik oleh komunitas pengembang. Dukungan tersebut dioptimalkan untuk penggunaan bersama Codex, dan yang lebih memudahkan, mereka menyediakan opsi pengaturan satu klik untuk memperlancar proses integrasi. Artinya, para pengembang kini bisa menghubungkan DeepSeek V4 Pro dengan berbagai aplikasi dan layanan hanya dengan sekali klik, menghemat waktu dan tenaga yang luar biasa.
Unggul di Berbagai Benchmark
Nah, soal performa, jangan ragu lagi. DeepSeek dengan percaya diri memamerkan data benchmarking yang menunjukkan lompatan kualitas yang sangat signifikan dari V4 Pro Preview ke V4 Pro final. Dan hasilnya? Sungguh mencengangkan!
Mari kita bedah satu per satu. Pada pengujian tugas di lingkungan terminal dan sistem alias Terminal-Bench 2.1, DeepSeek V4 Pro mencatat skor fantastis 87,9 poin. Angka ini merupakan peningkatan drastis dari skor 72,1 poin yang diraih oleh versi Preview. Ini berarti kemampuan V4 Pro dalam berinteraksi dengan lingkungan teknis dan sistem operasi meningkat pesat.
Selanjutnya, di benchmark pengerjaan rekayasa perangkat lunak (DeepSWE), lompatan performanya bahkan lebih dramatis. Skor V4 Pro melonjak dari 12,8 poin menjadi 62,7 poin. Peningkatan lima kali lipat ini jelas menunjukkan bahwa DeepSeek V4 Pro kini jauh lebih mumpuni dalam menangani tugas-tugas pemrograman dan rekayasa perangkat lunak.
Beralih ke pengujian keamanan (CyberGym), DeepSeek V4 Pro menunjukkan ketangguhannya dengan meraih skor benchmark 83,3 poin, naik signifikan dari 52,7 poin di versi sebelumnya. Ini membuktikan bahwa model AI ini tidak hanya cerdas, tetapi juga aman dan andal dalam menghadapi berbagai skenario keamanan siber.
Terakhir, untuk pengujian kompleks (Toolathlon-Verified), DeepSeek V4 Pro kembali menorehkan prestasi dengan skor 74,1 poin, naik dari 55,9 poin di V4 Pro Preview. Semua data ini menunjukkan bahwa DeepSeek V4 Pro bukanlah model AI biasa; ia adalah sebuah mesin pemikir yang terus berkembang dan siap menghadapi tantangan paling rumit sekalipun.
Perbandingan Sengit dengan Kimi K3
Jika dibandingkan dengan Kimi K3, DeepSeek V4 Pro menunjukkan performa yang sangat kompetitif dan bahkan unggul di beberapa area. Dalam tabel benchmark yang sama, kita bisa melihat dengan jelas keunggulan DeepSeek V4 Pro.
Pada pengujian agen AI dalam skala besar atau AutomationBench (Public), DeepSeek V4 Pro berhasil mencatat skor 31,8 poin. Angka ini sedikit lebih tinggi dari Kimi K3 yang meraih 30,8 poin. Meskipun selisihnya tidak terlalu besar, ini menunjukkan bahwa DeepSeek V4 Pro mampu bersaing dan bahkan melampaui pesaingnya dalam hal kemampuan agen AI pada skala besar.
Keunggulan DeepSeek V4 Pro semakin jelas terlihat pada pengujian tugas full-stack kompleks DSBench-Hard. DeepSeek V4 Pro berhasil mencatat skor 67,2 poin, mengalahkan Kimi K3 yang hanya meraih 63,0 poin. Selisih 4,2 poin ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa DeepSeek V4 Pro memiliki kemampuan superior dalam menangani tugas-tugas full-stack yang kompleks.
Harga dan Ketersediaan yang Menggoda
Kabar baik lainnya adalah DeepSeek V4 Pro kini sudah tersedia secara luas. Anda bisa langsung mencobanya melalui aplikasi dan situs web DeepSeek dengan mengakses opsi “Expert Mode”. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merasakan sendiri kemampuan maksimal dari model AI terbaru ini.
Selain itu, DeepSeek V4 Pro juga sudah tersedia melalui API dengan nama model yang tetap sama. Ini adalah keuntungan besar bagi para pengembang yang sudah memiliki integrasi sebelumnya, karena mereka tidak perlu repot-repot mengganti nama model dalam integrasi yang sudah dibuat.
Untuk urusan harga, DeepSeek menerapkan kebijakan tarif yang menarik. Mulai 16 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, mereka akan menerapkan tarif berbeda berdasarkan waktu penggunaan, yaitu peak dan off-peak. Periode peak berlangsung pada pukul 08.00-11.00 WIB dan 13.00-17.00 WIB, sementara di luar jam tersebut, pengguna akan dikenakan tarif off-peak yang 50 persen lebih murah.
Untuk DeepSeek V4 Flash, tarif peak masing-masing adalah 0,014 dollar AS untuk input cache hit, 0,44 dollar AS untuk input cache miss, dan 1,32 dollar AS untuk output. Sementara itu, DeepSeek V4 Pro memiliki tarif peak 0,044 dollar AS untuk input cache hit dan 1,32 dollar AS untuk input cache miss. Adapun harga output-nya dibanderol 3,96 dollar AS per 1 juta token.
Dengan semua keunggulan dan strategi harga yang kompetitif ini, DeepSeek V4 Pro jelas menjadi pesaing berat yang patut diperhitungkan. Persaingan AI China semakin memanas, dan DeepSeek V4 Pro siap menjadi raja baru di arena ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







