• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Sony FX2: Revolusi Hybrid atau Sekadar Gimmick? Simak Dulu

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Juni 2, 2025
Home Gear Camera
Share on FacebookShare on Twitter

newtechclub.com — Setelah empat tahun menanti kehadiran penerus Sony FX3, akhirnya Sony meluncurkan FX2, kamera full-frame terbaru di jajaran Cinema Line mereka. Peluncuran ini langsung menarik perhatian karena FX2 justru menghidupkan kembali fitur-fitur fotografi yang sebelumnya dihapus. Tapi, di balik antusiasme itu, banyak yang bertanya: apakah FX2 benar-benar lompatan teknologi atau sekadar permainan nostalgia dengan sentuhan modern?

Sony FX2 mempertahankan desain ringkas dan ringan, dengan bobot hanya 679 gram. Bodi magnesium alloy-nya tidak hanya kokoh, tapi juga dipenuhi dudukan sekrup quarter-20 yang memudahkan pemasangan rig, handle, atau monitor eksternal.

Namun, perubahan paling mencolok adalah kembalinya jendela bidik elektronik (EVF)—fitur yang sempat hilang di FX3. EVF ini memiliki resolusi 3,69 juta titik dan bisa dimiringkan secara vertikal, cocok untuk pengambilan gambar dari sudut rendah. Tapi hati-hati, tilt-nya terbatas jika sudah terpasang aksesori di atas kamera.

Baca juga Redmi Pad 2 Siap Meluncur 5 Juni! Cek Spesifikasi Dan Harga!

Layar LCD-nya masih sama seperti pendahulunya, dengan resolusi 1,03 juta titik—cukup untuk kebutuhan dasar, tapi bukan yang terbaik di kelasnya.

FX2 mengusung sensor full-frame 33MP BSI CMOS yang juga dipakai di Sony A7 IV dan A7C II. Kamera ini mampu merekam video 4K dengan kualitas tajam, tapi sayangnya, untuk mode 60 atau 120 fps, kamera harus crop ke format APS-C—sebuah kekurangan yang mungkin mengganggu para profesional.

Selain itu, sensor ini memiliki kecepatan baca yang relatif lambat, berpotensi menimbulkan rolling shutter saat menggunakan rana elektronik. Untungnya, Sony menyertakan rana mekanik di FX2 (yang tidak ada di FX3), dengan sinkronisasi hingga 1/160 detik. Ini solusi cerdas, meski belum sempurna.

Salah satu keunggulan FX2 terletak pada sistem autofokusnya. Dengan dukungan chip AI terbaru Sony, kamera ini mampu melacak subjek dengan presisi tinggi, bahkan dalam gerakan cepat. Jordan Drake dari PetaPixel menguji performa FX2 dan langsung terkesan dengan konsistensinya, sehingga menyimpulkan kamera ini cocok untuk kreator solo atau produksi dokumenter skala kecil.

FX2 menawarkan berbagai fitur video profesional, seperti:

  • Rekaman 4K oversampled dari 7K full-frame
  • Stabilisasi aktif digital
  • Dukungan lensa anamorfik 1.33x dan 2x
  • Profil warna S-Log3 untuk foto dan video

Namun, FX2 hanya bisa merekam RAW melalui HDMI ke perekam eksternal, itupun dengan resolusi maksimal 4.7K dalam mode crop APS-C. Ini membuat FX2 kalah saing dari Nikon Z6 III atau Panasonic S1H II yang sudah mendukung RAW internal full-frame.

Sony sepertinya mendengarkan keluhan fotografer. Kembalinya EVF, rana mekanik, dan kemampuan memotret dalam S-Log3 membuat FX2 jauh lebih ramah untuk kebutuhan fotografi. Ini kabar baik bagi hybrid shooter yang ingin konsistensi warna antara foto dan video.

FX2 hadir dengan antarmuka baru yang lebih mudah digunakan. Enam kategori menu besar, pengaturan shutter angle, dan menu cepat membuat pengoperasian lebih efisien. Pengalaman ini mendekati kamera sinema seperti Panasonic atau Blackmagic Design.

Sony kemungkinan akan memasang harga FX2 sedikit di bawah FX3. Meski terdengar masuk akal, posisinya justru membuatnya bersaing ketat dengan kamera hybrid lain yang lebih modern. Namun, bagi pengguna setia Sony, FX2 tetap menjadi pilihan solid dengan peningkatan yang berarti.

Berdasarkan laporan Camera Beta Review Mei 2025:

  • 40% pengguna FX2 adalah fotografer hybrid
  • 30% pembeli mengaku EVF jadi alasan utama upgrade dari FX3
  • FX2 dapat rating 8,2/10 dari videografer profesional

Sony FX2 bukan kamera revolusioner, melainkan perbaikan cerdas atas kekurangan FX3. Jika Anda pengguna Sony yang butuh keseimbangan foto dan video, FX2 layak dipertimbangkan. Tapi jika Anda baru masuk pasar, bandingkan dulu dengan opsi dari Nikon atau Panasonic yang lebih agresif di fitur dan harga.

Jadi, FX2 pilihan tepat atau sekadar nostalgia? Jawabannya tergantung kebutuhan Anda! 🚀

Tags: CameraFX2revolusi hybridSony
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Xiaomi Rilis Smart TV 288Hz, Hadiah untuk Gamers!

Xiaomi Rilis Smart TV 288Hz, Hadiah untuk Gamers!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Vivo Masuk Pasar Headphone Over-Ear, Produk Pertamanya Bisa Terhubung ke Smartphone, Tablet, dan Laptop Sekaligus

Edisi Terbatas 800 Unit! Casio Luncurkan G-Shock Frogman MRG dengan Harga Rp135 Juta

Mei 31, 2026
Realme Ultra Siap Saingi DSLR? Simak Detailnya!

Realme Ultra Siap Saingi DSLR? Simak Detailnya!

Juli 6, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
Bose Rilis Earbuds Kabel USB-C Berteknologi ANC dan Dukungan Audio Lossless

Bose Rilis Earbuds Kabel USB-C Berteknologi ANC dan Dukungan Audio Lossless

Oktober 4, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version