Jakarta (Newtechclub) – Agung Harsoyo, pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan bahwa layanan prabayar seperti kuota internet atau pulsa pasti memiliki batas waktu. Menurutnya, hal ini merupakan ciri khas dari sistem prabayar.
Agung menjelaskan dengan tegas, “Karakter utama bisnis prabayar adalah berbatas waktu,” saat berbicara dalam diskusi bertema “Mekanisme Kuota Data Hangus, Apakah Melanggar Regulasi & Merugikan Konsumen?” di Jakarta Selatan, Rabu lalu. Ia menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi banyaknya keluhan pengguna tentang kuota internet yang hangus sebelum sempat mereka gunakan.
baca juga: Spesifikasi Huawei Mate X7: ini lengkapnya!
Meski begitu, ia menekankan bahwa pelanggan prabayar justru memiliki kebebasan lebih. Mereka bisa menghentikan layanan kapan saja tanpa terikat kontrak jangka panjang. “Dari definisi ini sudah jelas, pelanggan boleh berhenti kapan pun,” tegasnya.
Fakta menariknya, mayoritas pengguna seluler di Indonesia memilih prabayar karena harganya lebih terjangkau. Berbeda dengan negara-negara Eropa yang justru lebih dominan menggunakan sistem pascabayar.
Kemkominfo Turun Tangan, Minta Operator Transparan
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengingatkan pentingnya transparansi deskripsi produk. Tujuannya, agar pelanggan tidak kebingungan saat menggunakan layanan.
“Kami mendorong penyedia layanan untuk memberikan deskripsi produk secara jelas, tidak ambigu, dan tidak menyesatkan,” ujar Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkominfo, dalam diskusi yang sama.
Denny menambahkan, informasi harus mencakup detail kuota, seperti pembagian berdasarkan wilayah, waktu pemakaian, atau kuota khusus aplikasi.
Pertama, transparansi akan meminimalisir kesalahpahaman. Kedua, pelanggan bisa memaksimalkan kuota tanpa khawatir hangus tiba-tiba. Terakhir, operator akan terhindar dari komplain yang merugikan kedua belah pihak.
Bagi pengguna, pastikan selalu cek masa aktif kuota. Bagi operator, deskripsikan layanan sejelas mungkin.
Ingat, sebagai pengguna, kita berhak tahu hak dan kewajiban. Jangan ragu tanya detail produk sebelum beli. Lagipula, uang yang kita bayar harus sebanding dengan layanan yang diberikan, kan?
Nah, kalau sudah transparan begini, siapa yang dirugikan? Semua happy!







