• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Lebih Powerful! Huawei MatePad 12 X 2025 Datang dengan Chipset Anyar dan Kamera 50 MP

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
September 23, 2025
Home Gear
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Akhirnya, Huawei secara resmi meluncurkan tablet premium terbaru andalannya, yaitu MatePad 12 X (2025), pada Jumat (19/9/2025). Peluncuran tablet ini dengan jelas menandai kehadiran penerus atau suksesor dari seri dengan nama yang sama yang telah lebih dulu rilis pada September 2024 lalu. Secara mengejutkan, Huawei MatePad 12 X generasi terbaru ini justru menghadirkan desain dan spesifikasi yang masih terlihat sangat mirip dengan pendahulunya.

Selanjutnya, dari segi desain, tablet ini menampilkan bezel yang masih terlihat agak tebal di semua sisinya. Kemudian, untuk bagian belakangnya, Huawei membekali perangkat ini dengan modul kamera berbentuk setengah kapsul yang persis sama seperti model tahun sebelumnya. Namun, jangan salah, perbedaan utama justru terletak pada dapur pacu dan sensor kameranya! MatePad 12 X (2025) dengan bangga datang membawa chipset anyar yang lebih ganas serta kamera dengan resolusi yang jauh lebih besar. Untuk spesifikasi lainnya, Huawei sengaja mempertahankan kemiripan dengan versi sebelumnya, dan berikut ini adalah rincian lengkapnya.

Pertama-tama, Huawei MatePad 12 X 2025 membawa layar LCD berukuran 12 inci yang sangat memukau dengan resolusi mencapai 2.800 × 1.840 pixels (2,8K). Tidak hanya tajam, layar ini juga menawarkan refresh rate super smooth 144 Hz dan tingkat kecerahan puncak yang mampu menyala hingga 1.000 nits. Selain itu, yang paling menarik, tablet ini juga didukung oleh teknologi layar PaperMatte yang canggih; teknologi ini secara ajaib memberikan pengalaman menggunakan layar seperti sedang berinteraksi dengan permukaan kertas. Menurut klaim Huawei, fitur ini tidak hanya membantu meminimalisir ketegangan mata secara signifikan, tetapi juga secara aktif meningkatkan detail konten bahkan ketika kamu mengoperasikan tablet di bawah terik matahari sekalipun. Sebagai pelengkap, layar tablet ini juga dapat dioperasikan dengan pena digital stylus Huawei M-Pencil Pro yang memiliki responsivitas tinggi.

Yang paling ditunggu, soal performa! Tablet andalan Huawei ini ditenagai oleh System on Chip (SoC) terbaru mereka, yaitu Kirin T92B, yang jelas berbeda dan diupgrade dari pendahulunya, Kirin T90A. Kirin T92B yang tertanam di dalam tablet ini kemudian dipadukan secara harmonis dengan RAM berkapasitas 12 GB serta ruang penyimpanan internal yang luas berukuran 256 GB. Untuk mendukung performa puncak agar tetap stabil, Huawei melengkapinya dengan sistem pendingin canggih yang menggunakan ruang pendingin uap 3D khusus. Menurut Huawei, sistem pendingin mutakhir ini mampu mendongkrak kinerja perangkat pada kondisi tinggi hingga 27 persen lebih baik!

Berbicara tentang kamera, inilah salah satu upgrade paling signifikan! Tablet baru Huawei ini membawa kamera belakang beresolusi sangat tinggi, yaitu 50 MP, yang mengalami peningkatan drastis dari pendahulunya yang hanya 13 MP. Namun, perlu dicatat, Huawei memutuskan untuk hanya membekali satu kamera saja pada bagian belakang, tidak seperti model tahun 2024 yang memiliki dua kamera. Sementara itu, untuk keperluan video call dan selfie, kamera depannya memiliki resolusi 8 MP yang sudah cukup mumpuni.

Pada aspek ketahanan daya, tablet ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas raksasa sebesar 10.100 mAh. Pengisian daya baterai sebesar itu tentu harus cepat, dan Huawei memenuhinya dengan dukungan fast charging 66 watt yang dapat mengisi ulang daya dengan sangat efisien.

Di balik semua hardware yang powerful, MatePad 12 X (2025) dijalankan oleh sistem operasi HarmonyOS 4.3, bukan Android. Seperti yang kita ketahui, HarmonyOS hadir sebagai pengganti OS Android yang tidak bisa lagi digunakan Huawei akibat larangan ekspor teknologi dari pemerintah Amerika Serikat. Konsekuensinya, tablet ini tidak dibekali dengan layanan dan aplikasi Google (Google Mobile Services/GMS). Artinya, pengguna tablet ini tidak akan bisa mengakses toko aplikasi Google Play Store, Google Maps, YouTube, dan berbagai layanan Google lainnya secara native. Sebagai solusi andalan, tablet terbaru Huawei ini mengandalkan ekosistem Huawei Mobile Services (HMS) yang di dalamnya terdapat toko aplikasi bernama Huawei AppGallery.

Selain fitur-fitur inti tersebut, MatePad 12 X (2025) juga dilengkapi dengan konektivitas WiFi 7 yang super cepat, Bluetooth 5.2, konfigurasi enam speaker yang menjanjikan pengalaman audio yang immersif, serta port USB 3.1 untuk transfer data yang cepat.

Lalu, berapa harganya? Huawei MatePad 12 X (2025) hadir dalam dua pilihan warna yang elegan, yaitu putih dan hijau. Untuk pasar Eropa, Huawei membanderol tablet canggih ini dengan harga 649,99 euro (sekitar Rp 12,6 juta), seperti yang dihimpun dari Gizmochina pada Senin (22/9/2025). Perlu diingat, harga di Eropa biasanya lebih tinggi dibandingkan wilayah lain karena perbedaan kebijakan pajak. Tablet ini juga mendukung penggunaan keyboard magnetik untuk produktivitas, tetapi aksesori ini harus dibeli secara terpisah.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

Tags: tablet
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Tak Sabar Nunggu HyperOS 3? Ini Jadwal dan Daftar Perangkat yang Bakal Di-update Xiaomi

Tak Sabar Nunggu HyperOS 3? Ini Jadwal dan Daftar Perangkat yang Bakal Di-update Xiaomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Asus ExpertBook P3: Laptop Bisnis AI? Prokdutivitas Jadi Mudah!

Asus ExpertBook P3: Laptop Bisnis AI? Prokdutivitas Jadi Mudah!

Juni 15, 2025
earU ER-100 dari Casio: Earclip Pintar untuk Streaming Musik Sekaligus Mendukung Kinerja Pendengaran

Forza Horizon 6 Kini Tersedia di PC dan Xbox Series X/S, Cek Harga dan Spesifikasinya

Mei 25, 2026

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Oktober 4, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version