Newtechclub.com – Bayangkan, dalam hitungan detik, AI bisa menulis ulang seluruh isi Wikipedia dengan klaim lebih netral dan akurat! Itulah gebrakan terbaru Elon Musk yang siap mengguncang fondasi pengetahuan online. Bos Tesla dan pemilik X (dahulu Twitter) ini secara resmi mengumumkan rencananya yang ambisius: menciptakan “Grokipedia”, sebuah ensiklopedia online yang sepenuhnya digerakkan oleh Kecerdasan Buatan (AI).
Melalui perusahaan AI rintangannya, xAI, Musk akan memanfaatkan chatbot Grok yang sebelumnya telah ia luncurkan di platform X. Kemudian, dalam sebuah unggahan di akun pribadinya, ia dengan percaya diri menyatakan bahwa Grokpedia nantinya akan jauh lebih unggul, lebih komprehensif, dan yang paling penting, lebih netral dibandingkan Wikipedia.
Menurut laporan eksklusif dari outlet media Mint, proyek ini memiliki pendekatan fundamental yang berbeda. Alih-alih mengandalkan ribuan editor sukarelawan seperti Wikipedia, Musk dengan berani memutuskan untuk menggerakkan Grokipedia sepenuhnya oleh AI.
Sebagai ilustrasi, chatbot Grok akan memanfaatkan kemampuan inferensi mutakhirnya untuk membaca dan menganalisis setiap halaman Wikipedia. Setelah itu, dengan kecerdasannya, Grok akan menilai dan mengklasifikasikan setiap informasi; mana yang benar, mana yang setengah benar, mana yang salah, dan mana yang kurang konteks.
Perlu kita pahami, inferensi dalam konteks AI pada dasarnya adalah proses di mana model AI menarik kesimpulan atau menghasilkan output (seperti teks, gambar, atau jawaban) berdasarkan data yang telah ia pelajari sebelumnya. Selanjutnya, setelah proses analisis ini, Grok akan secara aktif menulis ulang halaman tersebut. Ia akan dengan sigap menghapus informasi yang dianggap salah, meluruskan pernyataan yang setengah benar, dan menambahkan konteks yang hilang. Hasil final dari proses inilah yang kemudian akan menghiasi laman Grokipedia.
Sebelumnya, Musk sebenarnya sudah memberikan petunjuk tentang integrasi Grok yang masif. Ia telah mengumumkan bahwa Grok akan dipercaya untuk memperkuat algoritma rekomendasi di X. Akibatnya, pengguna nantinya bisa mengatur feed mereka hanya dengan memberikan perintah langsung kepada chatbot.
Di sisi lain, Grok sendiri membawa keunggulan kompetitif yang signifikan karena terhubung langsung dengan data real-time dari X. Oleh karena itu, ia mampu mendeteksi tren terkini dan menyajikan informasi terbaru dengan kecepatan yang luar biasa. Musk bahkan menargetkan bahwa pada akhir 2025, feed di X sudah akan sepenuhnya dikendalikan oleh Grok AI.
Kritik pedas Musk terhadap Wikipedia ternyata bukanlah aksi spontan. Selama ini, miliader dengan kekayaan bersih 459 miliar dolar AS ini memang dikenal sebagai pengkritik keras Wikipedia. Ia kerap menuding ensiklopedia online tersebut sarat dengan bias politik dan terlalu dipengaruhi oleh ideologi “woke”.
Awalnya, kata “woke” populer di Amerika Serikat sebagai istilah positif yang berarti “sadar” atau “melek” terhadap ketidakadilan sosial. Namun belakangan, istilah ini justru sering digunakan secara sinis oleh pihak-pihak yang menganggap sikap tersebut sudah terlalu ekstrem, terlalu politis, atau memiliki bias tertentu.
Tidak berhenti di sana, Musk juga secara terbuka mempertanyakan soal pendanaan Wikimedia Foundation, yayasan nirlaba yang mengelola Wikipedia dan bergantung pada donasi publik. Bahkan, pada 2023 silam, ia melontarkan candaan kontroversial dengan menawarkan 1 miliar dolar AS jika Wikipedia bersedia mengganti namanya menjadi “Dickipedia”. Candaan ini tentu saja menuai pro dan kontra, namun secara gamblang menggambarkan kedalaman kritik Musk terhadap platform tersebut.
Kemarahan Musk kembali tersulut ketika Wikipedia menambahkan entri terkait dirinya yang disebut melakukan salam ala Nazi pada acara peluntikan Trump. Menurut orang terkaya di dunia versi Bloomberg itu, entri tersebut merupakan contoh nyata bagaimana Wikipedia bisa menampilkan informasi yang keliru dan penuh bias.
Untuk saat ini, Musk memang belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran Grokipedia, sebagaimana dihimpun dari Mint, Kamis (2/10/2025). Namun, langkah ini jelas menandai dimulainya babak baru dalam perang informasi di era AI.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







