• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Drone DJI Neo 2 Resmi Rilis, Andal Deteksi Rintangan dengan LiDAR

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
November 2, 2025
Home Gadget
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Bersiaplah untuk terpukau! Pabrikan drone raksasa asal China, DJI, secara resmi meluncurkan DJI Neo 2 di pasar China pada Kamis (30/10/2025). Tanpa basa-basi lagi, drone anyar ini dengan gagahnya meneruskan tahta DJI Neo generasi pertama yang sebelumnya sudah terkenal dengan desain ringkasnya yang muat di genggaman tangan.

Meskipun mengusung konsep mini, Anda akan mendapati bodi DJI Neo 2 sedikit lebih besar dan memiliki bobot yang lebih berat jika dibandingkan dengan model pendahulunya. Sebagai ilustrasi, generasi pertama DJI Neo hanya berbobot sekitar 135 gram. Sementara itu, DJI Neo 2 kini memiliki berat 151 gram, yang bahkan akan meningkat menjadi 160 gram ketika Anda memasangkan modul Digital Video Transmission andalan mereka.

Namun, jangan salah sangka dulu! Perbedaan bobot ini jelas dibayar tunas dengan kehadiran fitur anti-tabrakan mutakhir yang memanfaatkan kombinasi teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) yang menghadap ke depan dan sensor inframerah yang mengawasi area bawah drone. Alhasil, teknologi canggih yang mereka sebut sebagai penghindaran rintangan omnidirectional ini secara aktif mendeteksi dan dengan lincah menghindari segala jenis bahaya tabrakan, terutama saat drone dengan setia mengikuti pergerakan Anda dalam mode terbang maju maupun menyamping.

Tidak berhenti di situ, DJI juga menghadirkan sistem kontrol gestur yang sangat intuitif. Melalui fitur ini, Anda bisa dengan mudah menyesuaikan posisi dan jarak drone hanya dengan menyapu-nyapukan tangan di udara, seolah-olah Anda sedang menyihir benda tersebut untuk terbang mengikuti kemauan Anda!

Spesifikasi DJI Neo 2: Bukan Cuma Gimmick, Ini Buktinya!

Nah, sekarang kita masuk ke jantung pembahasannya, yaitu spesifikasi. Harus diakui, DJI Neo 2 datang dengan segudang peningkatan yang sangat substansial, terutama pada lini resolusi perekaman dan teknologi stabilisasi kameranya. Untuk masalah sensor, DJI Neo 2 membawa sensor kamera 1/2 inci yang dilengkapi sudut pandang (FOV) super lebar sebesar 119,8 derajat dan bukaan aperture cerah f/2.2. Kamera andalannya ini dengan bangga mendukung perekaman video hingga kualitas 4K yang tajam, dengan pilihan frame rate yang fluid di 60 fps atau bahkan 100 fps untuk slow motion yang epik, ditambah lagi dengan maximum bitrate video yang mentok di angka 80 Mbps.

Sebagai pelengkap, DJI melengkapi Neo 2 dengan gimbal dua sumbu yang cerdik. Fungsi utama gimbal ini adalah secara aktif menjaga agar setiap frame rekaman tetap stabil dan halus, bahkan ketika drone sedang bermanuver liar atau diterpa hembusan angin kencang sekalipun.

Beralih ke sektor daya, DJI Neo 2 telah dibekali dengan baterai berkapasitas 1.606 mAh (11,5 Wh). DJI sendiri dengan percaya diri mengeklaim bahwa berkat kapasitas baterai yang ditingkatkan ini, waktu terbang Neo 2 bisa dipangkas hingga 19 menit, yang pastinya lebih lama dari generasi sebelumnya. Yang tak kalah penting, masalah penyimpanan juga mendapat peningkatan signifikan. DJI Neo 2 kini menyediakan kapasitas internal (storage) sebesar 49 GB, sebuah lompatan yang cukup drastis mengingat generasi sebelumnya hanya menawarkan ruang 22 GB yang terasa sempit.

Dengan kapasitas ruang penyimpanan yang lapang tersebut, Anda bisa dengan leluasa merekam dan langsung menyimpan semua hasil video kualitas tinggi langsung di dalam perangkat, tanpa perlu repot-repot membeli atau memasang kartu memori tambahan.

Harga DJI Neo 2: Siapkan Kantong, Karena Fiturnya Bikin Kamu Pengen Langsung Beli!

Lalu, berapa harga yang harus Anda siapkan untuk memelihara drone canggih ini? Di pasar China, DJI Neo 2 dibanderol dengan harga mulai 1.499 yuan atau jika dikonversi setara dengan Rp 3,5 jutaan. Selain itu, DJI juga menyediakan opsi paket komplit yang lebih hemat, di mana Anda bisa sekaligus membeli perangkat baterai tambahan dan charging case yang praktis dengan harga 1.999 yuan atau sekitar Rp 4,6 jutaan.

Bagi Anda yang menginginkan kontrol yang lebih maksimal, tersedia pula paket lengkap yang sudah termasuk kontroler RC-N3 dengan harga 2.499 yuan atau sekitar Rp 5,8 jutaan. Namun, bagi para kreator yang benar-benar menginginkan pengalaman merekam secara imersif dan tanpa kompromi, DJI telah menyiapkan paket ultimate yang sudah dilengkapi dengan perangkat Motion 3 Controller dan Goggles N3 yang memukau. Paket spesial ini ditawarkan dengan harga 3.699 yuan atau sekitar Rp 8,6 jutaan, sebagaimana dihimpun dari Gizmochina. Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak DJI belum mengumumkan secara resmi kapan DJI Neo 2 akan mulai dipasarkan di Indonesia. Jadi, kita hanya bisa menanti dengan sabar!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

Tags: DJIdrone
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Sale Halloween Steam Udah Live! Ini 20 Rekomendasi Game Horor yang Wajib Dibeli

Sale Halloween Steam Udah Live! Ini 20 Rekomendasi Game Horor yang Wajib Dibeli

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Tak Perlu Bingung Lagi, Ini 8 Cara Melihat Spesifikasi Laptop dengan Cepat

Tak Perlu Bingung Lagi, Ini 8 Cara Melihat Spesifikasi Laptop dengan Cepat

Desember 1, 2025
Pemerintah AS Akan Ambil Alih 10% Saham Intel, Ini 5 Dampak Besar yang Bikin Cemas!

Pemerintah AS Akan Ambil Alih 10% Saham Intel, Ini 5 Dampak Besar yang Bikin Cemas!

Agustus 28, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Real RGB OLED? Ini Keunggulannya di Xiaomi 16 & Redmi K90!

Real RGB OLED? Ini Keunggulannya di Xiaomi 16 & Redmi K90!

Juni 17, 2025
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version