• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Resmi! Samsung Exynos 2600 Jadi Chipset Smartphone 2nm Perdana

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Desember 21, 2025
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Pada Sabtu (20/12/2025), Samsung secara resmi meluncurkan chipset andalan terbarunya, Exynos 2600. Yang paling menggelegar, chip penerus Exynos 2500 ini mereka bangun dengan teknologi fabrikasi 2nm Gate-All-Around (GAA). Tak tanggung-tanggung, proses manufaktur semikonduktor paling canggih Samsung saat ini sekaligus mengukir sejarah! Pasalnya, Exynos 2600 resmi menjadi prosesor mobile 2 nanometer (2 nm) pertama di seluruh dunia. Sebelum kehadirannya, chip tercanggih di smartphone flagship saat ini masih bertahan di teknologi 3 nanometer. Contohnya, kita bisa lihat pada Qualcomm Snapdragon 8 Elite, MediaTek Dimensity 9400 Plus, Apple A19 Pro, dan bahkan Exynos 2500 buatan Samsung sendiri. Dengan lompatan ke proses 2 nm ini, Exynos 2600 secara teknis sudah menyiapkan satu generasi keunggulan di depan para pesaingnya, terutama untuk urusan efisiensi daya dan kepadatan transistor yang lebih rapat.

Lantas, apa saja kehebatan spesifikasinya? Samsung membekali Exynos 2600 dengan CPU 10 inti (deca-core) yang mengadopsi arsitektur Arm v9.3. Lebih detail, konfigurasinya tersusun dari satu prime core, tiga core performa tinggi, dan enam core efisiensi. Untuk urusan kecepatan, prime core C1-Ultra mereka pacu hingga 3,8 GHz. Sementara itu, tiga core C1 Pro berjalan di 3,25 GHz. Keenam core efisiensi juga berbasis C1 Pro, namun Samsung atur pada frekuensi lebih rendah, yakni 2,75 GHz, guna menghemat daya saat menangani tugas ringan. Menurut klaim perusahaan, chipset ini sanggup menghadirkan peningkatan performa CPU yang fantastis, hingga 39 persen dibanding Exynos 2500, sekaligus menawarkan efisiensi daya yang jauh lebih baik. Kombinasi mematikan antara arsitektur CPU baru dan fabrikasi 2 nm ini diklaim membuat Exynos 2600 lebih stabil dan dingin untuk beban kerja berat seperti gaming marathon atau multitasking ekstrem.

Tak kalah penting, di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali dengan GPU Xclipse 960. Samsung dengan percaya diri mengklaim GPU ini menawarkan dua kali lipat kemampuan komputasi dibanding generasi sebelumnya! Bukan cuma itu, performa ray tracing-nya juga mereka pacu hingga mengalami peningkatan 50 persen. Artinya, efek pencahayaan dan bayangan dalam game bakal terpampang lebih realistis tanpa membuat performa jadi tersendat. Sebagai debut eksklusif, GPU ini juga memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi cerdas ini memanfaatkan kekuatan AI untuk melakukan upscaling resolusi dan menghasilkan frame tambahan. Hasilnya, game dapat berjalan lebih mulus dengan konsumsi daya yang tetap terkontrol. Pendekatan revolusioner ini akhirnya memungkinkan pengalaman gaming yang super halus, meski hanya mengandalkan baterai ponsel.

Di luar urusan CPU dan GPU, AI menjadi fokus utama yang Samsung garap serius pada Exynos 2600. Mereka menyebut unit pemrosesan neural (NPU) pada chipset ini mengalami lonjakan performa yang luar biasa, hingga 113 persen! Peningkatan drastis ini membuka pintu bagi model AI generatif yang lebih besar dan kompleks untuk berjalan langsung di perangkat. Misalnya, Anda bisa melakukan pengolahan gambar dan penyuntingan foto yang rumit tanpa harus bergantung pada koneksi cloud. Dengan memproses lebih banyak data AI secara lokal, data sensitif pengguna secara otomatis menjadi lebih terlindungi. Selain itu, ketahanan sistem terhadap ancaman keamanan di masa depan juga ikut meningkat.

Beralih ke sektor kamera, Exynos 2600 menanamkan image signal processor (ISP) terintegrasi yang mendukung sensor kamera gila-gilaan hingga 320 MP. Chip ini juga memungkinkan pengambilan foto 108 MP dengan zero shutter lag, sehingga Anda bisa memotret berulang kali tanpa jeda meski dalam resolusi tinggi. Untuk kebutuhan videografi, Exynos 2600 dengan mulus mendukung rekaman 8K pada 30 fps serta 4K hingga 120 fps dengan HDR. Dukungan kelas profesional ini jelas ditujukan untuk merekam konten sinematik atau adegan slow motion yang tajam. Sebagai kejutan, Samsung juga menyematkan dukungan codec APV (Advanced Professional Video). Codec mutakhir ini dirancang khusus untuk menghasilkan kualitas video lebih tinggi dengan kompresi yang lebih efisien. Dengan begini, detail visual tetap terjaga sempurna sekaligus memberi ruang lebih besar untuk proses editing lanjutan langsung dari ponsel.

Nah, pertanyaan besarnya, gadget apa yang pertama kali akan mengusung chipset monster ini? Samsung sendiri belum mengonfirmasi secara resmi perangkat yang akan menggunakannya. Namun, kabar angin menyebut chip 2nm ini sudah memasuki tahap produksi massal. Berdasarkan banyak spekulasi, Exynos 2600 diprediksi kuat akan menjadi otak dari flagship Samsung selanjutnya, yaitu Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus di sejumlah pasar. Samsung sendiri kabarnya akan memperkenalkan seri Galaxy S26 pada 25 Februari 2026 melalui acara “Galaxy Unpacked 2026” di San Francisco. Jadi, bersiaplah menyambut revolusi performa smartphone yang sebenarnya telah dimulai hari ini dengan kehadiran Exynos 2600!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id

Tags: ExynosSamsung
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Uji Coba Aplikasi Instagram untuk TV Dimulai, Nikmati Reels dengan Pengalaman Layar Penuh

Uji Coba Aplikasi Instagram untuk TV Dimulai, Nikmati Reels dengan Pengalaman Layar Penuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Oppo Enco X3s Resmi Meluncur! TWS Premium yang Bikin Betah Dengar Lagu Seharian Penuh!

Oppo Enco X3s Resmi Meluncur! TWS Premium yang Bikin Betah Dengar Lagu Seharian Penuh!

Oktober 28, 2025
Teknologi AI di Jam Tangan Ini Bisa Lacak Posisi Anak Sampai Lantai Spesifik Gedung!

Teknologi AI di Jam Tangan Ini Bisa Lacak Posisi Anak Sampai Lantai Spesifik Gedung!

Januari 22, 2026

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
Bose Rilis Earbuds Kabel USB-C Berteknologi ANC dan Dukungan Audio Lossless

Bose Rilis Earbuds Kabel USB-C Berteknologi ANC dan Dukungan Audio Lossless

Oktober 4, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version