• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

ASUS Bawa Teknologi Audiophile ke Dunia Gaming Lewat ROG Kithara, Harga Mulai Rp5 Juta

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Februari 13, 2026
Home Gear Audio
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – ASUS baru saja meluncurkan senjata rahasia mereka di dunia audio. Produk ini bukan sekadar headset gaming biasa. ASUS memperkenalkan ROG Kithara secara resmi pada pekan ini. Perangkat ini langsung mencuri perhatian para pecinta suara. ASUS tidak hanya menyasar komunitas gamer. Mereka juga membidik para audiophile yang selama ini mungkin meremehkan produk gaming.

Sementara banyak orang mengira headset gaming hanya mengandalkan efek kilau RGB dan bass menggelegak, ASUS justru membalikkan ekspektasi. ROG Kithara hadir dengan teknologi yang biasanya bersembunyi di balik etalase headphone kelas atas. ASUS membenamkan teknologi audio Hi-Fi ke dalam perangkat ini. Mereka seolah mengatakan bahwa gamer juga pantas mendengar suara sejernih kristal.

Jika biasanya headset gaming menggunakan driver dinamis, ASUS mengambil jalur berbeda. Mereka membekali ROG Kithara dengan driver planar magnetik berukuran 100 milimeter. Di sinilah letak kejutan terbesarnya. ASUS ternyata menggandeng HiFiMan, raksasa audio audiophile yang namanya disegani di kalangan penikmat suara. Mereka mengadaptasi teknologi driver dari perusahaan tersebut. Kolaborasi ini tidak main main.

Dengan teknologi planar magnetik itu, ROG Kithara mampu menjangkau rentang frekuensi dari 8 Hertz hingga 55 kilohertz. Sebagai perbandingan, telinga manusia normal hanya mampu mendengar sekitar 20 Hertz hingga 20 kilohertz. ASUS sengaja melebihi batas kemampuan telinga kita. Ini bukan soal kesombongan semata. Ini soal akurasi. Rentang luas tersebut memungkinkan headset menghasilkan suara dengan distorsi sangat rendah. Detail kecil seperti embusan napas vokalis atau efek ambient dalam game pun tidak akan lolos begitu saja.

Buat yang belum akrab, Hi-Fi atau High Fidelity bukanlah sekadar stiker mewah di kemasan. Istilah ini merujuk pada kualitas audio yang berusaha mereproduksi suara semirip mungkin dengan aslinya. ASUS tidak asal comel istilah. ROG Kithara benar-benar menghadirkan suara yang jernih, detail, dan seimbang. Bass tidak lagi mendominasi secara berlebihan. Vokal terdengar dekat dan intim. Nada tinggi hadir tanpa menyakitkan telinga. Sederhananya, ASUS ingin pendengar merasakan apa yang produser musik atau developer game ingin mereka dengar. Semuanya tanpa polesan berlebihan.

Namun, ASUS tidak berhenti di urusan suara. Mereka juga mendesain ulang bentuk fisik headset ini. ROG Kithara mengusung desain open-back, di mana bagian belakang earcup terbuka. Banyak gamer mungkin langsung waswas. Apakah suara akan bocor? Apakah orang di sebelah bisa mendengar musik saya? ASUS punya alasan kuat di balik pilihan ini.

Desain open-back memungkinkan suara bernapas. Alih-alih memerangkap gelombang suara di dalam ruang tertutup, ASUS membiarkannya mengalir bebas. Hasilnya, panggung suara atau soundstage terasa lebih luas dan alami. Saat bermain game, Anda tidak hanya mendengar suara datang dari kiri atau kanan. Anda merasakan jarak dan posisi musuh secara lebih akurat. Saat mendengarkan musik, instrumen tidak berdesakan di ruang sempit. Bass, midrange, dan treble memiliki panggung masing-masing. ASUS benar-benar memikirkan pengalaman spasial ini dari awal.

Untuk urusan komunikasi, ASUS juga tidak setengah-setengah. Mereka menyertakan mikrofon MEMS full-band yang dapat dilepas-pasang dengan mudah. Saat Anda fokus mendengarkan musik sendirian, Anda tinggal melepas mikrofomnya. Tidak ada lagi batang plastik mengganggu yang mencuat di depan wajah. Saat bermain game atau rapat online, Anda memasangnya kembali. Suara Anda akan tertangkap jernih berkat teknologi MEMS yang lebih sensitif dibanding mikrofon konvensional.

ASUS juga memahami betapa beragamnya perangkat yang digunakan konsumen saat ini. Karena itu, mereka memberikan fleksibilitas koneksi melalui sistem kabel dengan konektor yang dapat diganti. Di dalam kotak, Anda akan menemukan opsi konektor 4,4 milimeter balanced untuk kualitas audio optimal. Tersedia pula konektor 3,5 milimeter untuk perangkat standar. Bahkan konektor 6,3 milimeter untuk amplifier atau DAC kelas profesional pun mereka sediakan. ASUS bahkan menyertakan adaptor USB-C. Mereka memastikan headset ini kompatibel dengan smartphone dan tablet modern.

Dengan konfigurasi selengkap ini, ROG Kithara tidak hanya menjadi headset gaming yang terkungkung di meja PC. Anda bisa mencolokkannya ke konsol game saat bermain di ruang keluarga. Anda dapat memindahkannya ke DAC favorit untuk sesi mendengarkan kritis. Anda juga bisa menyambungkannya ke ponsel saat bepergian. ASUS merancang perangkat ini untuk menjadi komandan tunggal di setiap skenario audio.

Tentu saja, kemewahan ini tidak datang dengan harga murah. ASUS membanderol ROG Kithara seharga 299,99 dolar AS atau sekitar Rp5,04 juta. Di kelas harga tersebut, headset ini bersaing langsung dengan produk produk audiofil kelas menengah. Pertanyaan besarnya kemudian muncul. Mampukah ASUS meyakinkan para audiophile yang selama ini skeptis terhadap produk gaming?

Sayangnya, ASUS belum membuka suara soal ketersediaan di pasar Indonesia. Belum ada tanggal rilis yang mereka umumkan. Belum ada harga lokal yang mereka tetapkan. Belum ada informasi distribusi yang mereka bagikan. Para penggemar dan kolektor di Tanah Air pun hanya bisa menanti dengan harap-harap cemas. Akankah distributor resmi membawanya masuk? Akankah harganya melambung akibat pajak dan biaya impor? Semua masih menjadi misteri.

Satu hal yang pasti, ASUS tidak lagi sekadar bermain aman dengan formula headset gaming konvensional. ROG Kithara adalah pernyataan tegas bahwa gamer layak mendapatkan kualitas audio terbaik tanpa kompromi. Dengan driver planar magnetik hasil kolaborasi bersama HiFiMan, ASUS menunjukkan keberaniannya. Dengan desain open-back yang berani, mereka membuktikan keseriusannya. Dengan fleksibilitas koneksi tanpa batas, mereka menunjukkan kepeduliannya. Dengan mikrofon lepas-pasang, mereka menawarkan kepraktisan. ASUS menciptakan produk yang tidak mudah dikotak-kotakkan.

Apakah ini awal dari era baru headset gaming yang serius menghargai kualitas suara? Atau hanya sekadar eksperimen mahal yang akan berlalu begitu saja? Yang jelas, para audiophile yang selama ini mencemooh headset gaming kini harus berpikir dua kali. Sementara para gamer yang selama ini puas dengan suara cukup mungkin akan mulai bertanya. Sudahkah selama ini saya melewatkan sesuatu?

ASUS ROG Kithara tidak hanya menawarkan spesifikasi mentah di atas kertas. Ia membawa janji pengalaman mendengar yang berbeda. Ia menawarkan keyakinan bahwa bermain game dan mendengarkan musik bisa menjadi aktivitas yang sama-sama kaya detail. Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, satu hal yang tersisa sekarang adalah waktu. Kapan kita bisa mencobanya sendiri?

Semoga ASUS segera memberikan kabar gembira untuk pasar Indonesia. Headset sekelas ROG Kithara sayang jika hanya bisa dibaca di artikel dan ditonton di video ulasan. Ia layak didengar, dirasakan, dan dinikmati langsung.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tags: HeadsetROG
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
ASUS Bawa Teknologi Audiophile ke Dunia Gaming Lewat ROG Kithara, Harga Mulai Rp5 Juta

Bukan Sekadar Tiruan, Honor X6d Buktikan Diri dengan Kamera Jauh di Atas Play 60A

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Honor 600 vs 600 Pro: Perbedaan Chipset, Kamera Telefoto, dan Wireless Charging

DJI Perkenalkan Lito 1 dan Lito X1, Dua Drone Lipat dengan Sensor LiDAR di Varian Tertinggi

April 25, 2026
Huawei Rilis Ponsel Lipat Model Buku Bernama Pura X Max, Meluncur 20 April

Infinix Note 60 Ultra Edisi Pininfarina Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Bocoran Harganya

April 16, 2026

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026
Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Mei 29, 2025
XLSmart Hadirkan ByeByeBox di ITB: Setor Sampah Elektronik, Dapat Bonus Kuota

Inovasi GPU AI: Nvidia Manfaatkan Arsitektur RTX 5090 untuk Perkuat Lini RTX Pro 5500

September 16, 2026
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
slot777 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version