Newtechclub.com – ASUS baru saja meluncurkan senjata rahasia mereka di dunia audio. Produk ini bukan sekadar headset gaming biasa. ASUS memperkenalkan ROG Kithara secara resmi pada pekan ini. Perangkat ini langsung mencuri perhatian para pecinta suara. ASUS tidak hanya menyasar komunitas gamer. Mereka juga membidik para audiophile yang selama ini mungkin meremehkan produk gaming.
Sementara banyak orang mengira headset gaming hanya mengandalkan efek kilau RGB dan bass menggelegak, ASUS justru membalikkan ekspektasi. ROG Kithara hadir dengan teknologi yang biasanya bersembunyi di balik etalase headphone kelas atas. ASUS membenamkan teknologi audio Hi-Fi ke dalam perangkat ini. Mereka seolah mengatakan bahwa gamer juga pantas mendengar suara sejernih kristal.
Jika biasanya headset gaming menggunakan driver dinamis, ASUS mengambil jalur berbeda. Mereka membekali ROG Kithara dengan driver planar magnetik berukuran 100 milimeter. Di sinilah letak kejutan terbesarnya. ASUS ternyata menggandeng HiFiMan, raksasa audio audiophile yang namanya disegani di kalangan penikmat suara. Mereka mengadaptasi teknologi driver dari perusahaan tersebut. Kolaborasi ini tidak main main.
Dengan teknologi planar magnetik itu, ROG Kithara mampu menjangkau rentang frekuensi dari 8 Hertz hingga 55 kilohertz. Sebagai perbandingan, telinga manusia normal hanya mampu mendengar sekitar 20 Hertz hingga 20 kilohertz. ASUS sengaja melebihi batas kemampuan telinga kita. Ini bukan soal kesombongan semata. Ini soal akurasi. Rentang luas tersebut memungkinkan headset menghasilkan suara dengan distorsi sangat rendah. Detail kecil seperti embusan napas vokalis atau efek ambient dalam game pun tidak akan lolos begitu saja.
Buat yang belum akrab, Hi-Fi atau High Fidelity bukanlah sekadar stiker mewah di kemasan. Istilah ini merujuk pada kualitas audio yang berusaha mereproduksi suara semirip mungkin dengan aslinya. ASUS tidak asal comel istilah. ROG Kithara benar-benar menghadirkan suara yang jernih, detail, dan seimbang. Bass tidak lagi mendominasi secara berlebihan. Vokal terdengar dekat dan intim. Nada tinggi hadir tanpa menyakitkan telinga. Sederhananya, ASUS ingin pendengar merasakan apa yang produser musik atau developer game ingin mereka dengar. Semuanya tanpa polesan berlebihan.
Namun, ASUS tidak berhenti di urusan suara. Mereka juga mendesain ulang bentuk fisik headset ini. ROG Kithara mengusung desain open-back, di mana bagian belakang earcup terbuka. Banyak gamer mungkin langsung waswas. Apakah suara akan bocor? Apakah orang di sebelah bisa mendengar musik saya? ASUS punya alasan kuat di balik pilihan ini.
Desain open-back memungkinkan suara bernapas. Alih-alih memerangkap gelombang suara di dalam ruang tertutup, ASUS membiarkannya mengalir bebas. Hasilnya, panggung suara atau soundstage terasa lebih luas dan alami. Saat bermain game, Anda tidak hanya mendengar suara datang dari kiri atau kanan. Anda merasakan jarak dan posisi musuh secara lebih akurat. Saat mendengarkan musik, instrumen tidak berdesakan di ruang sempit. Bass, midrange, dan treble memiliki panggung masing-masing. ASUS benar-benar memikirkan pengalaman spasial ini dari awal.
Untuk urusan komunikasi, ASUS juga tidak setengah-setengah. Mereka menyertakan mikrofon MEMS full-band yang dapat dilepas-pasang dengan mudah. Saat Anda fokus mendengarkan musik sendirian, Anda tinggal melepas mikrofomnya. Tidak ada lagi batang plastik mengganggu yang mencuat di depan wajah. Saat bermain game atau rapat online, Anda memasangnya kembali. Suara Anda akan tertangkap jernih berkat teknologi MEMS yang lebih sensitif dibanding mikrofon konvensional.
ASUS juga memahami betapa beragamnya perangkat yang digunakan konsumen saat ini. Karena itu, mereka memberikan fleksibilitas koneksi melalui sistem kabel dengan konektor yang dapat diganti. Di dalam kotak, Anda akan menemukan opsi konektor 4,4 milimeter balanced untuk kualitas audio optimal. Tersedia pula konektor 3,5 milimeter untuk perangkat standar. Bahkan konektor 6,3 milimeter untuk amplifier atau DAC kelas profesional pun mereka sediakan. ASUS bahkan menyertakan adaptor USB-C. Mereka memastikan headset ini kompatibel dengan smartphone dan tablet modern.
Dengan konfigurasi selengkap ini, ROG Kithara tidak hanya menjadi headset gaming yang terkungkung di meja PC. Anda bisa mencolokkannya ke konsol game saat bermain di ruang keluarga. Anda dapat memindahkannya ke DAC favorit untuk sesi mendengarkan kritis. Anda juga bisa menyambungkannya ke ponsel saat bepergian. ASUS merancang perangkat ini untuk menjadi komandan tunggal di setiap skenario audio.
Tentu saja, kemewahan ini tidak datang dengan harga murah. ASUS membanderol ROG Kithara seharga 299,99 dolar AS atau sekitar Rp5,04 juta. Di kelas harga tersebut, headset ini bersaing langsung dengan produk produk audiofil kelas menengah. Pertanyaan besarnya kemudian muncul. Mampukah ASUS meyakinkan para audiophile yang selama ini skeptis terhadap produk gaming?
Sayangnya, ASUS belum membuka suara soal ketersediaan di pasar Indonesia. Belum ada tanggal rilis yang mereka umumkan. Belum ada harga lokal yang mereka tetapkan. Belum ada informasi distribusi yang mereka bagikan. Para penggemar dan kolektor di Tanah Air pun hanya bisa menanti dengan harap-harap cemas. Akankah distributor resmi membawanya masuk? Akankah harganya melambung akibat pajak dan biaya impor? Semua masih menjadi misteri.
Satu hal yang pasti, ASUS tidak lagi sekadar bermain aman dengan formula headset gaming konvensional. ROG Kithara adalah pernyataan tegas bahwa gamer layak mendapatkan kualitas audio terbaik tanpa kompromi. Dengan driver planar magnetik hasil kolaborasi bersama HiFiMan, ASUS menunjukkan keberaniannya. Dengan desain open-back yang berani, mereka membuktikan keseriusannya. Dengan fleksibilitas koneksi tanpa batas, mereka menunjukkan kepeduliannya. Dengan mikrofon lepas-pasang, mereka menawarkan kepraktisan. ASUS menciptakan produk yang tidak mudah dikotak-kotakkan.
Apakah ini awal dari era baru headset gaming yang serius menghargai kualitas suara? Atau hanya sekadar eksperimen mahal yang akan berlalu begitu saja? Yang jelas, para audiophile yang selama ini mencemooh headset gaming kini harus berpikir dua kali. Sementara para gamer yang selama ini puas dengan suara cukup mungkin akan mulai bertanya. Sudahkah selama ini saya melewatkan sesuatu?
ASUS ROG Kithara tidak hanya menawarkan spesifikasi mentah di atas kertas. Ia membawa janji pengalaman mendengar yang berbeda. Ia menawarkan keyakinan bahwa bermain game dan mendengarkan musik bisa menjadi aktivitas yang sama-sama kaya detail. Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, satu hal yang tersisa sekarang adalah waktu. Kapan kita bisa mencobanya sendiri?
Semoga ASUS segera memberikan kabar gembira untuk pasar Indonesia. Headset sekelas ROG Kithara sayang jika hanya bisa dibaca di artikel dan ditonton di video ulasan. Ia layak didengar, dirasakan, dan dinikmati langsung.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id







