Newtechclub.com – Hanya berselang lima bulan setelah peluncuran gemilangnya pada September 2025 silam, jagat maya digemparkan oleh sebuah fenomena unik. iPhone 17 Pro Max, sang raja ponsel pintar terbaru, justru menempati posisi puncak sebagai ponsel bekas yang paling banyak dicari dan diperjualbelikan di pasar loak Amerika Serikat. Bukan karena rusak atau cacat pabrik, justru perangkat-perangkat mewah ini hadir dalam kondisi yang masih kinclong alias prima.
Lonjakan ini pertama kali tercatat oleh Sell Cell, sebuah situs pembanding harga gadget bekas terkemuka di Negeri Paman Sam. Data mereka sungguh mencengangkan. Pada awal Februari 2026, pangsa pasar iPhone 17 Pro Max bekas mencapai angka fantastis 11,5 persen. Bandingkan dengan akhir November 2025 yang hanya berkutat di 5,1 persen. Dalam rentang waktu 12 pekan saja, peringkatnya langsung meroket dari posisi delapan besar menjadi penguasa baru pasar ponsel bekas.
Sell Cell menjelaskan, “Pangsa pasarnya naik stabil dari minggu ke minggu, bukan mendadak meningkat. Ponsel itu peringkatnya naik dari peringkat ke-8 menjadi nomor satu sekitar akhir Desember sampai pertengahan Januari. Pertumbuhannya berlanjut hingga awal 2026, sehingga menunjukkan perilaku penjualan HP bekas yang berkelanjutan.”
Lantas, apa gerangan yang menyebabkan para pengguna tergesa-gesa melepas burung besutannya? Jawabannya terletak pada nilai depresiasi alias penyusutan harga yang rendah. iPhone 17 Pro Max hanya kehilangan 25,4 persen dari harga peluncurannya setelah 145 hari dirilis. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan iPhone 16 Pro Max yang pada periode yang sama harus rela mengalami depresiasi 32,5 persen. Dengan kata lain, harga jual kembali iPhone 17 Pro Max terbilang kuat ketimbang pendahulunya. Ketika nilai jual tetap tinggi, pemilik pun lebih leluasa untuk menjualnya tanpa harus rugi besar.
Menurut catatan Sell Cell, 86 persen dari total iPhone 17 Pro Max bekas yang dijual berada dalam kondisi prima. Fakta ini mengindikasikan bahwa banyak pengguna yang melakukan penjualan dengan jeda singkat dari waktu pembelian. Mungkin mereka hanya ingin merasakan sensasi genggam barang baru lalu segera melepasnya saat nilainya masih mentereng.
Namun Sell Cell tidak membeberkan ponsel apa yang selanjutnya dipakai mantan pengguna iPhone 17 Pro Max. Para analis di Phone Arena punya beberapa spekulasi. Kemungkinan terbesar, para pengguna ini memilih untuk turun kelas ke model yang lebih ramah di kantong seperti iPhone 17 Pro, iPhone 17 reguler, atau bahkan iPhone 16 Pro Max. Setelah puas menjajal model tertinggi, mereka mungkin merasa sudah cukup dan beralih ke perangkat yang lebih fungsional tanpa embel-embel “Max”. Boleh jadi pengguna juga melepas ekosistem iOS dan pindah ke Android, walaupun kemungkinannya cukup minim. Namun, pilihan ini tetaplah sebuah opsi menarik di tengah gempuran inovasi dari kubu seberang.
Fenomena ini tidak hanya milik iPhone 17 Pro Max. Model-model iPhone lawas seperti iPhone 15 Pro Max hingga iPhone XR juga turut meramaikan bursa ponsel bekas di Amerika. Berikut adalah daftar lengkap 20 ponsel bekas yang paling banyak diperjualbelikan di AS, berdasarkan data periode 10 Januari hingga 9 Februari 2026 yang dihimpun dari blog resmi Sell Cell.
Deretan 20 HP Bekas Paling Laris di Pasar AS:
- iPhone 17 Pro Max – 11,5 persen
- iPhone 15 Pro Max – 7,3 persen
- iPhone 14 Pro Max – 7,3 persen
- iPhone 16 Pro Max – 7,2 persen
- iPhone 13 – 7,2 persen
- iPhone 13 Pro Max – 6,2 persen
- iPhone 11 – 5,6 persen
- iPhone 12 – 4,6 persen
- iPhone 15 – 4,6 persen
- iPhone 14 Pro – 4,5 persen
- iPhone 17 Pro – 4,3 persen
- iPhone 14 – 4,2 persen
- iPhone 16 Pro – 4 persen
- iPhone 15 Pro – 3,7 persen
- iPhone 13 Pro – 3,5 persen
- iPhone 12 Pro Max – 3,3 persen
- Samsung Galaxy S25 Ultra – 3,2 persen
- iPhone 17 – 3,1 persen
- iPhone XR – 2,5 persen
- iPhone 16e – 2,4 persen
Dari data ini, kita bisa melihat betapa dominannya Apple di pasar bekas. Hanya satu perangkat Android, yaitu Samsung Galaxy S25 Ultra, yang mampu menyelinap masuk di peringkat 17. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ekosistem Apple dan bagaimana masyarakat AS sangat aktif dalam memperbarui gadget mereka.
Analisis dan Implikasi Pasar:
Fenomena ini bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan dari perilaku konsumen modern yang semakin cerdas dan dinamis. Mereka tidak lagi terpaku pada kepemilikan jangka panjang. Sebaliknya, mereka memanfaatkan siklus produk yang cepat untuk selalu mendapatkan perangkat terbaru tanpa harus menguras tabungan. Nilai jual kembali yang tinggi menjadi kunci utama. Apple berhasil menciptakan produk yang tidak hanya canggih tetapi juga aset yang nilainya stabil.
Dengan depresiasi yang lebih rendah, iPhone 17 Pro Max menjadi primadona baru bagi para penjual. Mereka bisa mendapatkan kembali sebagian besar investasi awal mereka. Hal ini juga memberikan sinyal positif bagi calon pembeli bekas. Mereka mendapatkan perangkat premium dengan harga lebih terjangkau, namun dalam kondisi prima.
Sementara itu, keberadaan Samsung Galaxy S25 Ultra di daftar ini membuktikan bahwa persaingan masih berlangsung. Meskipun pangsa pasarnya hanya 3,2 persen, masuknya perangkat ini ke jajaran top 20 menunjukkan bahwa ada segmen pengguna Android yang loyal dan aktif dalam jual beli perangkat bekas.
Pada akhirnya, data dari Sell Cell ini membuka mata kita bahwa pasar ponsel bekas bukan lagi sekadar tempat pembuangan sampah elektronik. Ia telah menjadi ekosistem ekonomi yang hidup dan berkembang. Bagi konsumen, ini adalah peluang untuk selalu update dengan teknologi. Bagi produsen, ini adalah tantangan untuk terus berinovasi dan menjaga nilai produk mereka.
Kesimpulannya, menjamurnya iPhone 17 Pro Max bekas di pasaran adalah sebuah cerita sukses dari strategi produk dan perilaku konsumen. Apple berhasil membuat produk yang begitu diinginkan, bahkan dalam kondisi bekas sekalipun. Dan para pengguna? Mereka dengan cerdas memainkan kartu mereka: beli, nikmati, lalu jual kembali saat nilainya masih tinggi. Sebuah siklus yang sempurna di era gadget modern.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id







