Newtechclub.com — Pabrikan smartphone yang selalu bikin gebrakan dengan desain out of the box, Nothing, akhirnya melepas produk anyarnya ke publik. Mereka resmi meluncurkan lini ponsel terbaru, yaitu Nothing Phone (4a) series, pada Kamis (5/3/2026) di ajang Mobile World Congress (MWC) yang ramai digelar di Barcelona, Spanyol.
Dalam peluncuran kali ini, Nothing langsung menghadirkan dua varian sekaligus. Ada Nothing Phone (4a) versi reguler, dan ada juga sang kakak yang lebih canggih, Nothing Phone (4a) Pro. Meski satu keluarga, keduanya punya kepribadian yang cukup berbeda, lho!
Varian regulernya masih setia dengan DNA Nothing yang ikonik. Mereka menyematkan layar mini-LED mungil khas perusahaan, yang kini mereka sebut sebagai Glyph Bar. Tapi, yang menarik perhatian justru model Pro-nya. Nothing berani ambil jalan berbeda dengan desain yang lebih minimalis namun tetap striking.
Lihat saja bagian belakangnya. Rumah kameranya didesain super besar, berbentuk persegi dengan sudut-sudut yang melengkung lembut. Jujur saja, konsep ini sekilas mengingatkan kita pada desain iPhone 17 Pro yang sempat beredar rumor-nya. Di dalam area yang menonjol itu, mereka menjejalkan tiga buah kamera belakang. Tak hanya itu, mereka juga menyisipkan layar micro-LED imut yang dinamai Glyph Matrix dan sebuah lampu flash LED. Yang bikin makin edgy, tata letak semua elemen ini dibuat asimetris, ciri khas Nothing banget. Sementara itu, sisa bodi ponsel ini dibuat polos dan bersih, kontras dengan bagian kameranya yang ramai.
Nah, karena desainnya saja sudah berbeda, wajar dong kalau spesifikasi di dalamnya juga ikut dibedakan? Yuk, kita bedah satu per satu.
Spesifikasi Nothing Phone (4a) dan Nothing Phone (4a) Pro: Bukan Sekadar Beda Kasta
Untuk urusan layar, Nothing Phone (4a) Pro jelas unggul. Mereka memanjakan mata pengguna dengan panel AMOLED super lega berukuran 6,83 inci. Resolusinya sudah 1,5K, refresh rate-nya ngebut sampai 144 Hz, dan yang bikin panas, tingkat kecerahan puncaknya bisa menembus 5.000 nits! Layar secemerlang ini mereka lindungi dengan kaca Gorilla Glass 7i yang tangguh.
Ukurannya memang lebih jumbo dari saudaranya yang reguler. Nothing Phone (4a) biasa cuma membawa layar 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 4.500 nits. Masih juara sih, tapi sang Pro jelas lebih galak.
Urusan fotografi, Nothing benar-benar pasang target tinggi. Kedua ponsel ini sama-sama mengusung tiga kamara di punggungnya. Jagoan utamanya adalah kamera 50 MP dengan sensor Sony LYT700C berukuran 1/1.56 inci. Sensor ini sudah mengantongi sertifikasi Pantone Validation, jadi mereka jamin reproduksi warnanya akurat, terutama untuk 110 rentang warna kulit. Hasil fotonya dijamin natural dan tidak pucat.
Tapi, bintang utamanya ada di kamera kedua. Mereka membenamkan kamera telefoto periskop 50 MP dengan kemampuan zoom optis 3,5x. Ini dia yang bikin heboh: dengan kamera ini, pengguna bisa melakukan zoom digital hingga 140x! Klaimnya, dengan kemampuan ini, kita bisa mengabadikan momen dari jarak jauh pun tetap tajam dan detail. Mau motret bulan atau artis di panggung konser? Siap-siap takjub dengan hasilnya.
Sayangnya, kamera ketiga cuma kamera ultrawide 8 MP yang biasa aja. Untuk kebutuhan swafoto dan video call, mereka menyiapkan kamera depan 32 MP yang mumpuni.
Nah, di sinilah letak perbedaan utama dengan versi reguler. Meski resolusi kameranya sama persis, Nothing Phone (4a) biasa cuma dibekali zoom digital maksimal 70x. Jadi, kalau urusan “mengintai” objek jauh, sang Pro jelas juaranya.
Soal dapur pacu, mereka juga beda kelas. Nothing Phone (4a) Pro mengandalkan chipset Snapdragon 7 Gen 4 dari Qualcomm, yang terkenal sebagai prosesor kelas menengah yang perkasa. Sementara adiknya, Nothing Phone (4a) standar, cuma dipercaya pada Snapdragon 7s Gen 4. Untuk penggunaan sehari-hari sih pasti mulus, tapi untuk gaming berat atau multitasking ekstrem, sang Pro jelas lebih siap.
Untungnya, untuk urusan daya, mereka tidak pilih kasih. Keduanya dibekali baterai jumbo 5.080 mAh yang support pengisian cepat 50 watt. Pihak Nothing mengklaim, dengan cas selama 30 menit saja, baterai bisa terisi sampai 60 persen. Ngecas sebentar, bisa dipakai seharian!
Untuk ketahanan, sang Pro lebih unggul dengan sertifikasi IP65 yang tahan debu dan percikan air. Sementara versi regulernya cuma berbekal IP64, alias sedikit lebih rendah perlindungannya.
Soal software, keduanya sama-sama menjalankan sistem operasi Android 16 yang masih segar, dengan balutan antarmuka khas Nothing OS 4.1. Pastinya mulus dan minim bloatware.
Harga dan Varian Warna: Dompet Mana yang Siap Menipis?
Soal gaya, Nothing Phone (4a) menawarkan lebih banyak pilihan warna. Mereka tersedia dalam empat opsi keren: abu, hitam, pink, dan biru. Sedangkan sang Pro cuma datang dalam tiga warna: abu, hitam, dan pink.
Sekarang, bagian yang paling ditunggu: harganya! Berikut rinciannya yang kami himpun dari Phone Arena:
- Nothing Phone (4a) dibanderol mulai dari 349 euro atau sekitar Rp 5,9 juta.
- Nothing Phone (4a) Pro dipatok lebih tinggi, mulai dari 499 euro atau sekitar Rp 8,4 juta.
Tapi, jangan langsung patah arang dulu. Harga ini khusus untuk pasar Eropa yang memang terkenal lebih mahal karena pajak. Bisa jadi, saat masuk ke wilayah lain termasuk Indonesia, harganya akan lebih ramah di kantong. Kita tunggu saja kejutan selanjutnya dari Nothing! Yang jelas, dengan zoom 140x dan desain yang makin berani, Nothing Phone (4a) Series siap bikin pasar smartphone kelas menengah makin panas!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id







