Newtechclub.com – Kabar gembira buat para developer dan pecinta gadget! AMD siap mengguncang pasar dengan merilis mini PC terbaru mereka, Ryzen AI Halo, pada bulan Juni mendatang. Perangkat kecil yang sempat mereka pamerkan sekilas di ajang CES 2026 awal tahun ini, ternyata dirancang khusus sebagai platform pengembang kecerdasan buatan (AI) yang sudah dioptimalkan untuk menjalankan aplikasi berat macam LM Studio, ComfyUI, dan Visual Studio Code. Jadi, jangan bayangkan mini PC biasa!
Lalu, apa yang memicu kabar panas ini? Bermula dari seorang pengguna Reddit berakun 1ncehost yang dengan sigap membagikan momen seru dari acara AMD AI DevDay di San Francisco. Dalam acara tersebut, Senior Vice President and General Manager AMD, Jack Huynh, dengan percaya diri memamerkan perangkat mungil itu secara langsung di atas panggung. Bayangkan, seorang petinggi AMD turun tangan mempromosikan barangnya secara langsung!
Pengguna Reddit yang mengaku hadir di lokasi pun langsung mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan rincian spesifikasi di layar presentasi. Huynh kabarnya sudah mengonfirmasi bahwa mini PC Halo ini bakal tersedia pada bulan Juni, meskipun dia masih bungkam soal banderol harganya. Wah, penasaran, kan?
Spesifikasi Kelas Atas yang Bikin Mata Terbelalak
Sekarang, mari kita bedah spesifikasi gila dari mini PC ini! Berdasarkan informasi yang disampaikan Huynh, mini PC Halo ini akan ditenagai oleh prosesor Ryzen AI Max+ 395. Ya, Anda tidak salah baca—ini adalah chip paling mumpuni di lini Strix Halo milik AMD. AMD menyematkan jantung pacu terkuatnya ke dalam tubuh mungil ini!
Unit demonstrasi yang mereka pamerkan saat itu dikonfigurasi dengan memori terpadu (unified memory) berkapasitas raksasa 128GB. Tidak berhenti di situ, perangkat ini juga menjalankan sistem operasi Ubuntu dan dipercantik dengan strip lampu RGB yang bisa diprogram pada bagian depan. Jadi, selain kuat, penampilannya juga kece abis!
Coba bayangkan spesifikasi chip Ryzen AI Max+ 395 yang terbilang buas ini. AMD memproduksi chip ini dengan fabrikasi 4nm TSMC—teknologi tercanggih saat ini. Chip ini dibekali 15 core CPU arsitektur Zen 5 dengan 32 thread, yang berjalan di kecepatan dasar 3GHz dan sanggup di- boost hingga 5,1GHz. Artinya, multitasking berat bukan masalah lagi!
Lalu, untuk urusan grafis dan komputasi AI, AMD mengandalkan GPU bawaan Radeon 8060S RDNA 3.5 dengan 40 compute units (CU). Mereka juga menambahkan NPU XDNA 2 yang mampu menghasilkan performa komputasi AI murni sebesar 50 TOPS. Cip dengan TDP bawaan 55W ini juga didukung cache L3 64MB dan mendukung konfigurasi memori quad-channel LPDDR5X 256-bit berkecepatan 8.000 MT/s. Dengan kata lain, mini PC ini siap melahap beban kerja AI paling berat sekalipun!
Persaingan Harga dan Reaksi Pasar yang Memanas
Sebenarnya, chip seri elit ini sudah mulai mereka kirimkan ke berbagai pabrikan (OEM) dan telah digunakan di beberapa laptop Copilot+ serta mini PC performa tinggi pihak ketiga. Jadi, bukan teknologi yang benar-benar baru, tapi kehadiran AMD langsung yang bikin heboh.
Sebagai gambaran harga, coba simak ini. Mini PC GMKtec EVO-X2 yang menggunakan chip serupa dengan paduan RAM 96GB dan penyimpanan 2TB, saat ini dijual di Amazon dengan harga USD 2.349 (sekitar Rp 38 jutaan). Sementara itu, kompetitor di kelas superkomputer mungil seperti Nvidia DGX Spark dibanderol USD 4.699 (sekitar Rp 76 jutaan) untuk konfigurasi RAM 128GB dan penyimpanan 4TB. Jadi, posisi harga AMD nanti bakal menentukan segalanya.
Rencana AMD untuk langsung terjun ke pasar mini PC (first-party) ini memicu reaksi yang beragam dari calon konsumen. Sebagian pihak mempertanyakan apakah ada permintaan pasar yang cukup besar untuk mini PC buatan langsung dari AMD. Mereka merasa AMD sedikit terlambat dan seharusnya meluncurkan perangkat ini tahun lalu, tak lama setelah pengumuman arsitektur Strix Halo. Pertanyaan kritis pun muncul: apakah AMD bisa bersaing di pasar yang sudah diisi banyak pemain?
Meski demikian, banyak pihak yang justru menyambut positif kehadiran lini baru ini. Menurut mereka, persaingan tambahan dari pembuat chipnya sendiri dinilai dapat menekan vendor pihak ketiga untuk ikut menurunkan harga produk mereka. Akhirnya, konsumenlah yang paling diuntungkan, demikian dikutip dari TechSpot, Selasa (5/5/2026). Jadi, bersiaplah untuk perang harga yang seru!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







