Newtechclub.com – Vivo baru saja membuat kejutan besar melalui sub-merek andalannya, iQoo. Perusahaan ini secara resmi meluncurkan dua smartphone terbaru ke pasar global, yaitu iQoo Z11 reguler dan iQoo Z11x. Peluncuran perdana keduanya berlangsung di Malaysia pada Kamis (7/5/2026).
Namun, di balik euforia peluncuran internasional ini, tersimpan kabar mengecewakan. iQoo dengan sengaja menurunkan performa iQoo Z11 versi global. Buktinya, varian chipset yang disematkan pada model global ini terbilang turun kelas secara signifikan dibandingkan saudaranya dari China.
Varian global iQoo Z11 hanya ditenagai chipset Snapdragon 7s Gen 4 buatan Qualcomm. Padahal, versi China sebelumnya sudah menggunakan MediaTek Dimensity 8500 yang jauh lebih beringas. Lantas, seberapa besar perbedaan keduanya?
Berdasarkan data dari NanoReview, Dimensity 8500 unggul cukup signifikan di hampir semua pengujian performa. Mari kita bedah satu per satu!
Di benchmark AnTuTu 11, Snapdragon 7s Gen 4 hanya mencatatkan skor 986.597 poin. Sementara itu, Dimensity 8500 melesat jauh dengan skor 2.153.969 poin. Artinya, chipset MediaTek pada iQoo Z11 versi China tersebut mencatat skor sekitar 118 persen lebih tinggi. Wow, selisihnya hampir dua kali lipat!
Perbedaan performa juga terlihat jelas di Geekbench 6. Snapdragon 7s Gen 4 meraih 1.237 poin untuk single-core dan 3.281 poin untuk multi-core. Sebaliknya, Dimensity 8500 mencetak 1.721 poin (single-core) dan 6.716 poin (multi-core). Kembali, chipset China ini unggul telak.
Memasuki sektor gaming, kesenjangan performa semakin terlihat menyolok. Dimensity 8500 mendapatkan skor gaming NanoReview 55, sedangkan Snapdragon 7s Gen 4 hanya meraih 18. Dengan perbedaan ini, pengguna global hampir pasti tidak akan mendapat performa sekencang model yang dijual di China. Para pecinta game mobile jelas akan kecewa berat!
Fokus Utama Tetap Baterai Jumbo, Ini Jurus Andalan iQoo!
Meskipun chipset-nya turun kelas, iQoo tampaknya memang lebih fokus menjadikan baterai sebagai nilai jual utama. Strategi ini cukup menarik untuk diamati.
iQoo Z11 dibekali baterai jumbo 9.020 mAh. Kapasitas ini sangat besar untuk smartphone modern, di mana umumnya hanya memiliki baterai 5.000 mAh sampai 7.000-an mAh. Luar biasa, bukan?
Hebatnya lagi, meskipun baterainya jumbo, bodi iQoo Z11 masih terbilang ramping dengan ketebalan 8,25 mm. Bobotnya pun hanya sekitar 213 gram. Jadi, pengguna tidak perlu membawa ponsel yang terasa seperti batu bata.
Soal pengisian daya, ponsel ini mendukung fast charging 90 watt. iQoo juga melengkapinya dengan fitur bypass charging yang sangat berguna untuk gaming. Sistem perlindungan kesehatan baterai jangka panjang pun turut disematkan.
Sub-brand Vivo yang lebih fokus ke HP gaming ini juga menyematkan vapor chamber berukuran besar. Komponen ini berfungsi menjaga suhu tetap stabil saat pengguna memainkan game mobile berat. Jadi, meski chipset mengecewakan, setidaknya baterai dan sistem pendinginnya masih mumpuni.
Spesifikasi Lainnya Masih Setara, Kamera Selfie Justru Dinaikkan!
Sisanya, spesifikasi iQoo Z11 versi global masih sama dengan versi China. Mari kita bahas satu per satu.
Layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K tetap dibekalkan pada ponsel ini. Refresh ratenya mencapai 144 Hz, meskipun sebenarnya turun dari versi China yang 165 Hz. Kecerahannya diklaim bisa mencapai 5.000 nits dalam kondisi tertentu. Cocok untuk penggunaan di luar ruangan!
Untuk sektor kamera, iQoo membekali ponsel ini dengan kamera utama 50 MP Sony IMX882. Turut hadir juga kamera depth sensor 2 MP sebagai pelengkap. Yang menarik, kamera selfie justru dinaikkan menjadi 32 MP. Ini adalah peningkatan dari iQoo Z11 China yang hanya 16 MP. Jadi, para pecinta selfie mendapatkan keuntungan di versi global!
iQoo Z11x: Pilihan Lebih Murah dengan Chipset yang Justru Dinaikkan?
Sementara itu, iQoo Z11x hadir sebagai versi yang lebih terjangkau. Ponsel ini mendapatkan kejutan menarik di sektor chipset.
iQoo Z11x global memakai chipset Dimensity 7400-Turbo. Disebut-sebut sebagai versi overclocked dari Dimensity 7400 yang ada di iQoo Z11x versi China. Artinya, varian global justru mendapatkan peningkatan performa di lini ini.
Selebihnya, spesifikasi iQoo Z11x varian global tetap sama. Ponsel ini masih mengunggulkan baterai jumbo 7.200 mAh dengan dukungan fast charging 44 watt. Daya tahannya pasti luar biasa!
Layarnya menggunakan panel LCD 6,76 inci dengan refresh rate 120 Hz. Memang tidak secerah AMOLED, tapi masih cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari.
Sektor kamera turut mendapatkan perhatian. iQoo Z11x dibekali kamera utama 50 MP Sony IMX852 dan kamera depth sensor 2 MP. Yang paling mencolok, kamera selfie dinaikkan drastis menjadi 32 MP. Bandingkan dengan iQoo Z11x China yang hanya 8 MP! Peningkatan ini sangat signifikan, bukan?
Kabar baik lainnya, baik Z11 maupun Z11x sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu IP68/IP69. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GizmoChina, kedua ponsel ini aman digunakan di lingkungan berdebu atau bahkan terkena cipratan air.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia: Masih Misteri!
Di Malaysia, harga iQoo Z11 dibanderol cukup bervariasi. Varian 8/256 GB dijual seharga 1.899 ringgit, yang mana setara dengan sekitar Rp 7,3 juta. Sementara varian 12/256 GB dibanderol 2.199 ringgit atau sekitar Rp 8,5 juta.
Untuk iQoo Z11x, harganya tentu lebih ramah di kantong. Varian 8/128 GB dijual dengan harga 1.299 ringgit, sekitar Rp 5 juta. Kalau pengguna menginginkan ruang penyimpanan lebih besar, varian 8/256 GB tersedia dengan harga 1.599 ringgit atau sekitar Rp 6,1 juta.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah kedua HP ini bakal diboyong juga ke Indonesia? Sayangnya, hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai hal tersebut. Kita tentu berharap iQoo segera merilisnya di tanah air, meskipun dengan catatan performa yang sudah “dikorbankan” di versi global ini.
Kesimpulannya, iQoo Z11 versi global memang mengecewakan dari sisi performa. Pengurangan chipset hingga 118 persen di AnTuTu bukanlah angka yang kecil. Namun, baterai jumbo 9.020 mAh, kamera selfie 32 MP yang dinaikkan, serta sertifikasi IP68/IP69 bisa menjadi nilai tambah. Apakah itu cukup untuk menarik minat konsumen Indonesia? Waktu yang akan menjawab!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







