Newtechclub.com – Buat para pencari adrenalin, pecinta alam bebas, atau sekadar orang yang sering menjatuhkan jam tangan ke dalam bak mandi, kabar gembira datang dari dunia teknologi. Produsen perangkat wearable, Amazfit, resmi meluncurkan senjata baru mereka untuk para petualang, Senin (19/2/2026). Mereka menghadirkan Amazfit T-Rex Ultra 2, sebuah jam tangan pintar yang tidak hanya tahan banting, tapi juga siap diajak berendam di laut dan mendaki gunung tanpa alasan.
Ya, para petualang sejati kini bisa sedikit bernapas lega. Jam tangan pintar ini memang didesain khusus untuk mereka yang tidak puas dengan aktivitas di dalam ruangan. Baik di darat yang terjal maupun di dalam air yang dalam, T-Rex Ultra 2 mengklaim diri sebagai kompetitor tangguh yang siap menemani petualangan liar penggunanya. Dibandingkan generasi pendahulunya, model anyar ini membawa segudang peningkatan yang signifikan, mulai dari material bodi yang lebih mewah, layar yang konon bisa menyilaukan mata ikan, hingga kapasitas baterai yang super awet.
Dari Titanium hingga Layar yang Menantang Matahari
Mari kita bedah dulu bagian luarnya. Jika generasi sebelumnya sudah kokoh, kini Amazfit T-Rex Ultra 2 naik kelas secara material. Mereka menyematkan material titanium Grade-5 pada bagian bezel, tombol, dan penutup belakang. Untuk bodinya, mereka memadukannya dengan bahan polimer yang diperkuat serat atau fibre-reinforced polymer. Hasil perpaduan ini? Sebuah jam tangan yang tetap terasa kokoh bak tank, namun tidak membuat pergelangan tangan menjerit karena bobotnya. Dengan berat sekitar 89,2 gram, pengguna bisa bergerak lincah tanpa merasa terbebani.
Selanjutnya, kita beralih ke layar. Para petualang sering menghadapi masalah klasik: layar ponsel atau jam yang tidak terbaca saat di bawah terik matahari. Nah, masalah itu coba mereka pecahkan tuntas. Layar AMOLED berukuran 1,5 inci pada jam ini dilindungi oleh kaca safir yang sangat tahan gores. Namun yang menjadi bintang utamanya adalah tingkat kecerahannya yang mencapai 3.000 nits. Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya “hanya” memiliki kecerahan 1.000 nits. Artinya, saat pengguna berada di puncak gunung dengan sinar matahari yang menyengat, layar jam ini akan tetap terlihat jelas, bahkan mungkin sedikit menyilaukan. Untuk urusan basah-basahan, mereka tidak main-main. Jam ini mengantongi sertifikasi tahan air 10 ATM. Artinya, pengguna tidak hanya bisa berenang, tetapi juga bisa membawanya menyelam. Bahkan, mereka mengantongi sertifikasi khusus untuk penggunaan di bawah air, seolah-olah jam ini memang siap diajak jadi “teman selam” yang setia.
Daya Tahan Baterai: Sebulan Penuh Petualangan
Salah satu kekhawatiran terbesar saat berada di alam bebas adalah kehabisan baterai perangkat navigasi. Menjawab kekhawatiran itu, sektor daya tahan menjadi keunggulan utama yang mereka tonjolkan. Amazfit membekali jam tangan pintar ini dengan baterai berkapasitas jumbo, yakni 870 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, mereka mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 30 hari berturut-turut dalam penggunaan normal. Bayangkan, pengguna bisa pergi petualangan selama sebulan penuh tanpa perlu repot-repot mencari colokan listrik.
Namun, bagaimana jika pengguna mengaktifkan GPS terus-menerus untuk merekam jejak pendakian? Tentu dayanya akan berkurang lebih cepat. Saat mode GPS diaktifkan, daya tahan baterainya turun menjadi sekitar 50 jam, tergantung pengaturan yang dipilih. Meskipun berkurang, durasi 50 jam ini dinilai masih sangat memadai. Untuk aktivitas ekstrem seperti pendakian jarak jauh atau trail run non-stop, durasi ini sudah lebih dari cukup untuk menemani perjalanan.
Peta Offline dan Navigasi Tanpa Sinyal
Kini kita memasuki fitur yang paling menarik perhatian. Amazfit T-Rex Ultra 2 hadir dengan sistem navigasi yang jauh lebih matang. Smartwatch ini mendukung enam sistem satelit sekaligus. Tujuannya jelas, agar pelacakan lokasi menjadi lebih cepat dan akurat, bahkan di lembah atau jurang sekalipun. Yang lebih penting lagi, jam ini mendukung navigasi belokan demi belokan tanpa perlu terhubung ke ponsel. Pengguna bisa bergerak bebas meninggalkan ponsel di tenda.
Lalu, bagaimana cara merencanakan rute? Mereka memanfaatkan aplikasi Zepp sebagai pusat kendali. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memuat peta global berwarna langsung ke jam tangan. Mereka bisa merencanakan rute offline hingga jarak 100 km, mencari point of interest di sekitar seperti sumber air atau pos pendakian, serta melihat profil elevasi untuk mengetahui seberapa curam tanjakan yang harus dilalui. Menariknya lagi, jam ini bisa memberikan rekomendasi rute alternatif secara langsung atau real-time jika pengguna tersesat atau ingin mengambil jalur lain.
Fitur Pendukung: Senter hingga Suhu Ekstrem
Untuk semakin memanjakan pengguna, mereka melengkapi jam ini dengan berbagai fitur pendukung yang cerdas. Tersedia senter LED dual-mode dengan tingkat kecerahan yang bisa diatur. Ini sangat berguna saat harus mendaki di malam hari atau mencari barang di dalam tenda gelap. Jika keadaan darurat terjadi, ada mode SOS yang siap digunakan. Mereka juga memikirkan para pengguna yang beraktivitas malam hari dengan menambahkan lampu hijau yang rendah interferensi, sehingga tidak mengganggu penglihatan malam atau night-vision.
Para pendaki juga akan menyukai fitur checkpoint dan pengingat. Mereka bisa menandai titik-titik penting dalam perjalanan, seperti sumber air atau pondok istirahat, agar tidak terlewat. Untuk analisis performa lari di medan menanjak, jam ini mendukung pace yang disesuaikan dengan kemiringan serta segmentasi tanjakan yang lebih detail.
Urusan komunikasi juga tidak mereka lupakan. Dengan speaker dan mikrofon bawaan, pengguna bisa melakukan panggilan Bluetooth langsung dari jam tangan atau sekadar mendengarkan notifikasi suara. Semua data peta, musik, dan riwayat aktivitas bisa mereka simpan langsung di perangkat berkat penyimpanan internal sebesar 64 GB. Ada juga fitur NFC untuk transaksi cepat, dan yang paling mencengangkan, jam ini mampu beroperasi di suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celcius. Cocok untuk ekspedisi ke puncak-puncak bersalju.
Berapa Harganya?
Setelah mendengar sederet fitur canggih ini, pertanyaan selanjutnya tentu soal harga. Amazfit resmi membanderol T-Rex Ultra 2 dengan harga mulai dari 549,99 dollar AS. Jika dikonversikan, angka tersebut berada di kisaran Rp 9,2 jutaan. Sebuah banderol yang sepadan dengan segudang fitur petualangan yang ditawarkan. Kabar baiknya, smartwatch ini sudah tersedia dan bisa dipesan melalui situs resmi Amazfit dan Amazon, sebagaimana dihimpun dari Gizmochina. Jadi, apakah petualangan berikutnya akan ditemani oleh jam tangan titanium ini? Waktunya beraksi.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

