Site icon New Tech Club

Aturan Baru Valorant Ancam Kompatibilitas dengan PC Lawas

Newtechclub.com – Riot Games baru saja mengencangkan sekuritinya untuk game shooter kompetitif populer, Valorant. Perubahan kebijakan keamanan ini secara nyata mengancam para pemain, khususnya pengguna PC lawas. Bahkan, sistem yang tidak memenuhi standar terbaru ini berpotensi besar diblokir dan tidak lagi bisa menjalankan game tersebut.

Pada intinya, pembaruan syarat ini berhubungan langsung dengan sistem anti-cheat andalan Riot Games, yaitu Vanguard. Kini, Vanguard versi terbaru secara tegas mewajibkan sebagian pemain untuk meng-update BIOS atau firmware motherboard PC mereka. Riot Games mengambil langkah drastis ini setelah mereka berhasil menemukan celah keamanan atau bug yang sangat serius pada firmware UEFI (software BIOS modern) di berbagai merek motherboard.

Celah kritis ini, nyatanya, membuka peluang bagi metode kecurangan canggih yang memanfaatkan akses memori sebelum sistem operasi berjalan atau saat komputer dalam proses boot. Oleh karena itu, Riot pun mulai memperketat pemeriksaan keamanan hingga ke level perangkat keras. Akibatnya, pengguna sekarang harus memperbarui BIOS motherboard. Sebaliknya, jika mereka mengabaikan pembaruan ini, sangat mungkin game Valorant akan menolak untuk dijalankan di PC mereka.

Namun, Riot menyebutkan bahwa kebijakan ketat ini tidak serta-merta berlaku untuk semua pemain. Untuk sementara, pemeriksaan BIOS khusus hanya mereka terapkan pada pemain Valorant tertentu yang sistemnya mencurigakan dan “mirip” dengan konfigurasi yang biasa dipakai oleh para cheater untuk mengelabui Vanguard. Meski begitu, Riot secara terbuka membuka kemungkinan untuk memperluas aturan ini, terutama kepada pemain di peringkat kompetitif elit seperti “Ascendant”, “Immortal”, dan “Radiant”.

Apabila nantinya Riot benar-benar memperluas cakupannya, para gamer dengan PC lama yang firmware BIOS-nya sudah tidak didukung lagi akan menghadapi risiko tinggi untuk tidak bisa mengakses Valorant sama sekali. Bagi pemain yang mendapati dirinya tidak bisa masuk ke dalam game, pada dasarnya hanya ada satu solusi: segera memperbarui BIOS ke versi terbaru. Tentu saja, solusi ini hanya berlaku jika vendor motherboard mereka masih menyediakan pembaruan untuk model yang dipakai.

Selain Valorant, Riot kabarnya juga mempertimbangkan untuk menerapkan aturan serupa pada game lain milik mereka, seperti League of Legends. Akan tetapi, untuk saat ini, kebijakan tersebut belum mereka berlakukan. Riot berjanji akan terus memantau dampak kebijakan ini dan berkoordinasi intens dengan para produsen perangkat keras. Tujuannya jelas, agar sistem keamanan Vanguard dapat beroperasi dengan normal dan optimal. Oleh karena itu, para gamer sangat kami sarankan untuk segera memeriksa situs resmi pabrikan motherboard mereka dan meng-update BIOS jika tersedia, demi menjaga akses bermain mereka.

Lantas, apa sebenarnya masalah UEFI dan IOMMU ini? Seperti yang telah banyak media laporkan, masalah ini berakar dari temuan bug pada firmware UEFI yang memengaruhi motherboard dari produsen besar seperti ASUS, MSI, Gigabyte, dan ASRock. Para peneliti keamanan telah mencatat bug ini dalam beberapa kode CVE (Common Vulnerabilities and Exposures), yaitu CVE-2025-11901, CVE-2025-14302, CVE-2025-14303, dan CVE-2025-14304.

Secara teknis, celah ini berhubungan dengan fitur Input-Output Memory Management Unit (IOMMU). Pada dasarnya, fitur ini harusnya bertugas melindungi memori sistem dari akses ilegal oleh perangkat keras eksternal, seperti kartu PCIe. Namun, pada motherboard tertentu, perlindungan DMA yang krusial ini bisa saja nonaktif, meskipun BIOS menampilkan statusnya sebagai aktif. Kondisi tidak selaras inilah yang menciptakan celah kecil nan berbahaya saat proses booting, yang akhirnya berpotensi besar dimanfaatkan untuk kecurangan tingkat tinggi.

Menanggapi hal ini, sejumlah produsen motherboard dikabarkan telah merilis pembaruan firmware untuk model-model terbaru mereka. Sayangnya, belum ada kepastian atau janji yang jelas apakah motherboard lawas, termasuk platform Intel generasi lama dan AMD soket AM4 yang masih sangat banyak digunakan, akan menerima pembaruan penyelamat yang sama. Pada akhirnya, nasib para gamer PC lawas untuk bisa tetap bermain Valorant masih digantungkan pada goodwill dari para vendor motherboard tersebut.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Exit mobile version