newtechclub.com – Ngecas laptop mungkin terlihat sederhana, tapi tahukah kamu bahwa cara kamu mengisi daya bisa memengaruhi umur baterai dan performa laptop?
Tanpa disadari, kebiasaan buruk seperti membiarkan laptop terus terhubung ke listrik atau pakai charger abal-abal bisa bikin baterai cepat rusak.
Nah, biar laptop tetap awet dan nggak gampang ngadat, kamu wajib tahu aturan main saat ngecas. Simak rangkuman do’s and don’ts dari KompasTekno berikut ini, berdasarkan tips ahli dan rekomendasi produsen laptop.
kunjungi juga laman berita terkini di Exposenews.id
Boleh
1. Pakai Charger Asli atau Resmi
Menurut laman Croma, selalu gunakan charger bawaan atau yang direkomendasikan produsen. Kenapa? Karena charger asli sudah dirancang khusus untuk menyuplai daya sesuai kebutuhan laptop kamu.
Kalau pakai charger abal-abal, tegangan dan arusnya bisa nggak stabil. Akibatnya? Baterai bisa rusak, port charging korsleting, bahkan motherboard laptop ikutan kena imbasnya! Belum lagi risiko overheating yang lebih tinggi.
2. Letakkan Laptop di Permukaan Keras dan Rata
Pas ngecas, pastiin laptop ditaruh di meja atau permukaan datar. Jangan sekali-kali taruh di kasur, bantal, atau sofa! Permukaan empuk bakal nahan panas dan bikin sirkulasi udara terganggu.
Dampaknya? Laptop jadi gampang kepanasan, dan komponen dalamnya bisa cepet rusak. So, hindari kebiasaan buruk ini kalau nggak mau laptop kamu jadi korban overheating!
3. Hindari Suhu Ekstrem
Suhu ruangan juga memengaruhi kesehatan baterai. Kalo kamu ngecas di tempat yang terlalu panas, baterai bisa bengkak atau kapasitasnya cepat turun. Sebaliknya, kalo di suhu terlalu dingin, baterai malah nggak bisa ngecas maksimal.
Jadi, pastiin kamu ngecas di ruangan bersuhu normal—jangan di bawah terik matahari atau ruangan ber-AC kebangetan!
4. Jaga Kesehatan Baterai
Biar baterai awet, jangan tunggu sampe laptop mati total baru dicas! Idealnya, mulai ngecas saat baterai di bawah 20% dan berhentiin di sekitar 80%. Beberapa produsen bahkan menyarankan cara ini biar siklus baterai nggak cepet drop.
5. Waspada Baterai Menggelembung
Kalo kamu liat baterai laptop mulai gembung atau casing-nya terasa aneh, jangan diabaikan! Itu tanda bahaya—baterai bisa meledak atau terbuka kapan aja.
Langsung matiin laptop, cabut charger, dan bawa ke service center terdekat. Safety first, guys!
hindari
1. Ngecas Sambil Dipakai Kerja Berat
Main game, edit video, atau rendering sambil ngecas? Big no! Aktivitas berat bakal bikin laptop kepanasan karena prosesor dan baterai bekerja ekstra.
Kalau dipaksa, baterai bakal cepet aus dan umurnya pendek. Mending lakukan tugas berat saat baterai penuh, baru ngecas pas laptop lagi idle.
2. Biarkan Laptop Terus Terhubung ke Listrik
Meski praktis, kebiasaan ini bikin baterai terus-terusan dalam kondisi stress. Akibatnya, kapasitas baterai bisa turun drastis dalam waktu singkat.
Solusinya? Cabut charger begitu baterai mencapai 80-90%, atau aktifkan battery saver mode kalo emang harus dipakai lama.
3. Pakai Charger Non-Resmi atau KW
Selain berbahaya, charger KW sering nggak sesuai dengan spesifikasi laptop. Risikonya? Mulai dari korsleting, tegangan nggak stabil, sampai kerusakan permanen pada baterai.
Mending investasi charger ori daripada nanggung risiko mahal di kemudian hari!
4. Abaikan Tanda Overheating
Laptop sering panas banget pas dicas? Jangan dibiarkan! Overheating bisa merusak komponen internal dan bikin baterai drop lebih cepat.
Pastiin kipas laptop bersih dari debu, dan hindari pemakaian di tempat yang sirkulasi udaranya jelek.
5. Ngecas Semalaman
Kebiasaan ini masih sering dilakukan banyak orang. Padahal, biar pun laptop modern udah punya overcharge protection, tetap aja nggak disarankan buat dibiarkan ngecas semalaman.
Biar lebih aman, cas laptop sebelum tidur dan cabut begitu penuh.
Merawat baterai laptop nggak ribet—yang penting disiplin dan hindari kebiasaan buruk. Dengan cara di atas, baterai laptop kamu bakal lebih tahan lama dan performanya tetap optimal.
Jangan lupa share tips ini ke teman-teman biar mereka juga nggak salah kaprah soal ngecas laptop!

