Site icon New Tech Club

Bukan Sekadar Tiruan, Honor X6d Buktikan Diri dengan Kamera Jauh di Atas Play 60A

Newtechclub.com – Setelah sekian lama dinanti, Honor akhirnya memperkenalkan ponsel entry-level terbarunya, Honor X6d, di Uni Emirat Arab pada Rabu, 11 Februari 2026. Begitu meluncur, perangkat ini langsung menyedot perhatian. Bukan tanpa alasan, desainnya ternyata bikin kita semua manggut-manggut karena sangat familier. Tampilannya nyaris identik dengan Honor Play 60A yang lebih dulu dirilis di penghujung tahun lalu di China. Lantas, apakah ini hanya sekadar produk daur ulang? Tunggu dulu, jangan salah sangka dulu. Meskipun wajahnya mirip, Honor diam-diam menyematkan sederet peningkatan signifikan di dalam dagingnya. Mari kita bedah satu per satu.

Tampang Mewah, Gak Kayak Ponsel Murah

Saat pertama kali melihat Honor X6d, kamu pasti langsung dibuat terkesima. Ponsel ini mengusung layar dengan poni berbentuk huruf U yang kekinian. Saya akui, poni ini memang masih setia menemani segmen entry-level, tetapi Honor menyiasatinya dengan sangat apik. Beralih ke bagian belakang, Honor menyajikan suguhan visual yang sangat premium. Penampangnya mengusung pola menyerupai marmer halus. Efeknya jauh dari kesan murahan. Jari-jari pun dimanjakan dengan tekstur yang licin tetapi tetap menggenggam. Tak hanya itu, Honor juga mendesain rumah kameranya dengan filosofi minimalis. Modul kamera dibuat sejajar sempurna, tidak ada tonjolan menor. Warnanya pun senada dengan casing, sehingga menciptakan harmoni visual yang utuh. Buat saya pribadi, ini adalah salah satu desain Honor paling elegan di kelasnya.

Baterai: Cuma Selisih 40 mAh, Tapi Ada Cerita Menarik

Nah, di sinilah letak kejutan pertama. Honor X6d menggendong baterai 5.260 mAh. Sementara itu, sang saudara kembar, Play 60A, punya kapasitas 5.300 mAh. Selisihnya cuma 40 mAh, sangat tipis. Bahkan bisa dibilang hampir tidak terasa di pemakaian harian. Lantas kenapa Honor nekat menurunkan kapasitas? Saya menduga ini adalah strategi efisiensi biaya. Dengan menurunkan sedikit kapasitas, Honor bisa mengalokasikan dana lebih besar ke sektor lain. Dan sektor lain itu adalah kamera. Honor melakukan kompromi yang sangat cerdas di sini. Walau kapasitasnya turun tipis, jangan khawatir soal daya tahan. Prosesor Dimensity 6300 yang irit daya akan membuat baterai ini tetap awet menemani aktivitasmu dari pagi hingga larut malam.

Loncatan Revolusioner di Sektor Kamera

Sekarang kita sampai di poin paling krusial, yaitu kamera. Jika Honor Play 60A hanya dibekali kamera belakang 13 MP dengan bukaan f/2.2, Honor X6d melompat sangat jauh dengan kamera utama 50 MP dan bukaan f/2.0. Ini bukan sekadar kenaikan angka, ini lompatan generasi. Dengan resolusi 50 MP, kamu bisa memotret dengan detail yang sangat tajam. Setiap helai rambut, tekstur kain, hingga butiran pasir tertangkap dengan jernih. Bukaan aperture f/2.0 juga memungkinkan lebih banyak cahaya masuk. Hasilnya, foto malam hari yang dulu buram sekarang bisa bersaing dengan ponsel kelas menengah. Honor benar-benar mendengarkan keluhan konsumen. Di era media sosial seperti sekarang, kamera biasa saja tidak cukup. Honor X6d hadir menjawab rasa haus akan kualitas foto di kelas entry-level. Saya berani bilang, ini adalah game changer. Sayangnya, Honor masih misterius soal kamera sekunder. Tidak disebutkan apakah ada lensa makro, ultrawide, atau depth sensor. Tetapi jujur saja, dengan kamera utama segarang ini, saya rasa banyak pengguna akan rela mengorbankan lensa tambahan.

Dapur Pacu: Tangguh di Kelasnya

Honor X6d mempertahankan otak yang sama dengan Play 60A, yaitu Dimensity 6300 dari MediaTek. Chipset ini dibangun dengan arsitektur 6 nanometer. Artinya, efisien dan tidak cepat panas. CPU-nya menggendong clockspeed hingga 2,4 gigahertz, ditemani GPU Mali-G57 MC2. Apakah ini pilihan yang salah karena tidak ditingkatkan? Saya rasa tidak. Dimensity 6300 sudah terbukti mampu menjalankan berbagai aplikasi harian dengan mulus. Scroll TikTok, buka Instagram, main game ringan, semuanya terasa responsif. Yang membuat saya sedikit mengernyitkan dahi adalah opsi memorinya. Honor hanya menyediakan satu varian, yaitu RAM 4 GB dan penyimpanan 256 GB. Tidak ada pilihan lain. Saya paham, 4 GB di tahun 2026 memang terdengar pas-pasan. Tetapi coba lihat sisi positifnya. Honor memberikan ruang penyimpanan raksasa 256 GB. Kamu bisa menyimpan puluhan ribu foto dan ratusan video tanpa takut kehabisan kapasitas. Strategi ini cukup cerdik, yaitu kurangi RAM yang mahal dan ganti dengan storage lega yang lebih dibutuhkan segmen entry-level.

Layar: Luas, Mulus di Mata dan Kantong

Di depan, Honor X6d memanjakan mata dengan layar LCD berukuran 6,75 inci. Ukuran ini masuk kategori lapang. Menonton film atau bermain game pun terasa imersif. Resolusinya memang 720 plus piksel. Jangan harap ketajaman 1080p, tetapi untuk kelas Rp 2 jutaan, ini sudah sangat pantas. Di sinilah kejutannya, yaitu refresh rate 90 hertz. Ini fitur yang dulu hanya milik ponsel mahal. Dengan 90 hertz, scroll media sosial terasa jauh lebih mulus. Mata juga tidak cepat lelah. Honor benar-benar paham kebutuhan dasar pengguna masa kini.

Sistem Operasi dan Fitur: Siap Masa Depan

Saya paling senang dengan bagian ini. Honor X6d sudah membawa Android 15 sejak keluar dari kotak. Ini nilai jual yang sangat besar. Kamu tidak perlu menunggu update bertahun-tahun. Antarmuka MagicOS juga semakin dewasa. Transisinya halus, ikonnya cantik, dan fitur kustomisasinya melimpah. Dukungan dual SIM dan konektivitas 5G juga tersedia. Ponsel mungil ini sudah siap menyambut era internet super cepat. Honor tidak setengah hati membawa teknologi terbaru ke segmen entry-level. Sayang, soal kecepatan cas, Honor masih kekeuh di 15 watt. Di zaman orang sudah biasa cas 33 watt atau bahkan 67 watt, 15 watt terasa seperti siput. Dari 0 persen ke 100 persen, kamu perlu waktu sekitar dua jam lebih. Ini satu-satunya noda hitam yang cukup mencolok.

Harga dan Ketersediaan: Kejutan Paling Manis!

Nah, ini dia bagian yang paling bikin saya jatuh cinta. Honor X6d dibanderol hanya 509 dirham UEA. Konversinya sekitar Rp 2,3 juta. Coba bayangkan, hanya Rp 2,3 juta. Kamu mendapatkan kamera 50 MP, layar 90 hertz, chipset 5G, desain marmer elegan, Android 15, dan storage 256 GB. Ini bukan sekadar ponsel murah. Ini ponsel rakyat. Honor membuktikan bahwa ponsel berkualitas tidak harus mahal. Mereka tidak pelit memberikan fitur esensial. Warna apa saja yang tersedia? Honor memberikan dua opsi, yaitu Midnight Black yang misterius dan elegan serta Ocean Cyan yang segar dan muda. Keduanya sama-sama memikat.

Honor X6d adalah bukti nyata bahwa kembaran tidak selalu berarti inferior. Honor mengambil cetak biru Play 60A, lalu menyuntiknya dengan peningkatan di titik paling strategis. Mereka rela menurunkan kapasitas baterai 40 mAh demi menghadirkan kamera 50 MP. Ini keberanian yang patut diacungi jempol. Mereka tidak asal comot desain lalu jual mahal. Buat kamu yang mencari ponsel entry-level dengan kamera tajam, layar mulus, dan kapasitas penyimpanan raksasa, Honor X6d layak masuk daftar belanja. Jangan ragu karena RAM cuma 4 GB. Honor sudah mengoptimalkan sistemnya agar tetap ringan. Satu pesan saya, jangan bandingkan Honor X6d dengan flagship. Bandingkan ia dengan kompetitor di kelas harga yang sama. Di sana, Honor X6d akan berdiri tegak, bahkan mungkin menjadi yang terdepan.

Apakah Honor X6d akan datang ke Indonesia? Belum ada kabar resmi. Tetapi melihat respons pasar UEA yang positif, saya optimistis ponsel ini akan segera mendarat di Tanah Air. Kita tunggu saja. Siapa tahu, Honor memberi kejutan di kuartal kedua nanti. Sampai saat itu tiba, Honor X6d sudah lebih dulu mencuri hati saya. Ponsel kecil dengan keberanian besar.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Exit mobile version