Site icon New Tech Club

Canva Luncurkan Magic Layers, Kini Pengguna Bisa Edit Ulang Gambar yang Sudah Jadi

Newtechclub.com – Siapa bilang gambar yang sudah jadi mentok tidak bisa diutak-atik lagi? Canva baru saja meluncurkan senjata baru yang akan mengubah cara kita berdesain. Mereka memperkenalkan fitur revolusioner bernama Magic Layers. Teknologi ini membawa angin segar di dunia desain grafis, karena berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Sesuai dengan namanya yang bombastis, fitur ini memberi kita kekuatan super. Kita bisa mengubah gambar datar atau flat image menjadi proyek desain yang hidup. Gambar tersebut dapat kita bongkar pasang menjadi layer-layer terpisah yang siap diedit. Ini benar-benar solusi bagi kita yang sering pusing dengan file mentah yang hilang.

Selama ini, kita pasti sering frustrasi. Ketika gambar sudah dirender atau disimpan sebagai file jadi, gambar itu seperti terkunci rapat. Sulit sekali memodifikasinya. Misalnya, kita ingin memperbaiki satu huruf yang salah eja atau mengganti latar belakang yang membosankan. Biasanya, kita harus mencari-cari file desain asli di dalam folder yang berantakan. Belum lagi jika file itu sudah terhapus atau tertinggal di komputer lama.

Jika file asli tidak ditemukan, kita pun terpaksa membuka aplikasi berat seperti Adobe Photoshop. Atau, kita coba perbaiki menggunakan alat AI generatif. Sayangnya, hasil editan AI sering kali tidak presisi. Kadang malah menambah elemen aneh yang tidak kita inginkan. Prosesnya pun memakan waktu lama dan melelahkan.

Nah, dengan kehadiran Magic Layers, semua masalah itu seolah lenyap. Canva kini bisa “membongkar” gambar keras kepala itu. Ia memecah gambar menjadi elemen-elemen desain yang terpisah. Setiap bagian pun dapat kita edit kembali dengan bebas dan mudah. Kita tidak perlu lagi takut kehilangan file asli.

Begini Cara Kerja Magic Layers yang Konyol tapi Brilian

Cameron Adams, Chief Product Officer sekaligus pendiri Canva, menjelaskan teknologi ini dengan gamblang. Ia mengatakan, Magic Layers bekerja dengan cara merekayasa ulang sebuah gambar. Sistem akan membedah gambar tersebut menjadi bagian-bagian yang terpisah secara otomatis.

Prosesnya dimulai saat kita memasukkan sebuah gambar. Gambar itu bisa saja hasil generasi AI kemarin sore, atau file lawas dari folder penyimpanan tahun lalu. Setelah masuk, Magic Layers langsung bekerja. Ia memecah elemen-elemen visual tersebut dengan presisi tinggi. Kita hanya perlu duduk manis dan menyaksikan keajaiban terjadi.

Sistem AI pada fitur ini langsung menganalisis struktur visual gambar. Ia cerdas membedakan mana objek utama di depan, mana latar belakang yang kabur. Lebih kerennya lagi, teknologi ini dapat mengenali tipografi. Teks yang tadinya menyatu sebagai gambar, akan dikenali sebagai teks yang bisa diedit. Hasilnya benar-benar memuaskan.

Setelah proses analisis selesai, teks yang tadinya hanya gambar bisu akan berubah fungsi. Ia berubah menjadi kotak teks aktif yang dapat kita ketik ulang di Canva. Kita bisa langsung memperbaiki ejaan yang salah tanpa perlu membuat ulang dari nol. Kita juga bebas mengganti jenis huruf agar lebih keren, menyesuaikan ukuran, atau bahkan menerjemahkan teks ke bahasa lain. Semua dilakukan dalam hitungan detik.

Keajaiban serupa juga berlaku untuk objek visual lainnya. Pada proyek desain yang sudah terpisah layer-nya, kita bisa memindahkan objek seenak jidat. Kita dapat mengubah ukuran elemen tertentu tanpa merusak bagian lain. Atau, jika ada objek yang mengganggu, kita tinggal menghapusnya dengan sekali klik. Sangat fleksibel dan membebaskan kreativitas.

Setiap elemen yang sudah terpisah ini juga terintegrasi sempurna dengan ekosistem Canva. Kita bisa memprosesnya menggunakan berbagai alat pengeditan lain, termasuk fitur AI canggih seperti Magic Edit. Misalnya, kita bisa mengganti objek tertentu dengan deskripsi teks. Kreativitas kita tidak lagi dibatasi oleh format file.

Karena Canva adalah platform berbasis Cloud, hasil proyek dari Magic Layers ini langsung siap pakai untuk kolaborasi. Kita bisa mengajak rekan tim masuk ke proyek yang sama secara real-time. Mereka dapat melihat dan mengedit elemen desain secara bersamaan. Proses revisi pun menjadi lebih cepat dan menyenangkan. Tidak perlu lagi bolak-balik kirim file.

Kekuatan AI dari Berbagai Penjuru Dunia

Canva tidak membangun kecerdasan ini sendirian. Mereka menyebut, fitur Magic Layers ditenagai oleh model AI desain internal perusahaan. Model ini baru mereka perkenalkan pada Oktober tahun lalu. Spesialisasi model ini adalah memahami hubungan antar elemen desain dalam sebuah gambar.

Namun, Canva juga pintar bergandeng tangan. Mereka memanfaatkan berbagai model AI dari perusahaan raksasa lain. Contohnya, mereka menggunakan teknologi dari OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan ini membantu mendukung berbagai fitur AI yang tersebar di platform Canva. Kolaborasi ini membuat fitur semakin canggih dan akurat.

Melihat perkembangan pesat ini, masa depan desain grafis tampak cerah. Teknologi AI diprediksi akan semakin pintar memahami objek visual secara otomatis. Bayangkan, jika teknologi ini semakin matang, kita mungkin tidak perlu lagi memusingkan konsep layer saat mendesain. AI akan mengatur semuanya di belakang layar.

Untuk saat ini, kehadiran Magic Layers sudah sangat membantu. Fitur ini menjadi solusi tepat bagi para pengguna dan perusahaan. Kita semua dapat mengedit gambar dengan lebih cepat dan efisien. Tidak ada lagi kata menyerah pada gambar yang sudah jadi. Seperti yang dihimpun dari Fastcompany, inilah masa depan editing yang sesungguhnya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version