Newtechclub.com – Insiden Mengerikan! Balita di China Terluka Akibat Xiaomi 13 Meledak, Bayangkan ketakutan seorang balita di Jiangsu, China, saat ponsel flagship Xiaomi 13 yang ia pegang tiba-tiba meledak! Kejadian mengerikan ini terekam dalam video pendek yang viral. Awalnya, sang anak asyik bermain dengan ponsel sambil duduk santai di sofa. Tanpa peringatan, ponsel itu memercikkan api, membuat balita itu menjerit ketakutan hingga perangkat terlepas dari tangannya. Bahkan, casing yang melindungi ponsel ikut terlepas akibat ledakan itu.
Akibatnya, anak berusia tiga tahun ini menderita luka bakar serius di tangan dan kaki. Kulitnya melepuh, meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga. Menurut keterangan orang tua, ponsel Xiaomi 13 ini baru dibeli dan hanya digunakan untuk aktivitas ringan seperti menonton video atau bermain game sederhana. Mereka menegaskan, ponsel itu tidak pernah diperbaiki atau dimodifikasi. Bahkan, tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelum insiden mengerikan ini terjadi.
Xiaomi Gercep Tanggapi Kasus, Mulai Investigasi Mendalam
Merespons kejadian ini, Xiaomi langsung bergerak cepat. Perusahaan mengumumkan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk menyelidiki penyebab ledakan misterius ini. Juru bicara Xiaomi, dalam wawancara dengan Dafeng News, menyebut kasus ponsel terbakar sebagai kejadian langka. Untuk memastikan kebenaran, Xiaomi telah mengambil unit ponsel yang bermasalah dan mengirimkannya ke pusat penelitian dan pengembangan mereka. Teknisi sedang bekerja keras menganalisis perangkat untuk mencegah kasus serupa di masa depan.
Selain itu, Xiaomi juga sudah menghubungi keluarga balita tersebut untuk memberikan dukungan. Mereka menegaskan komitmen untuk menangani kasus ini secara transparan. Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan ponsel canggih ini tiba-tiba meledak? Pertanyaan ini masih menggantung, membuat publik penasaran.
Baterai Lithium-Ion: Aman, Tapi Bisa Jadi Bom Waktu?
Sebagai informasi, hampir semua smartphone modern, termasuk Xiaomi 13, menggunakan baterai lithium-ion. Baterai ini memang terkenal aman dan efisien. Namun, di balik keunggulannya, ada risiko tersembunyi. Jika baterai kepanasan, tertekan, atau memiliki cacat produksi, fungsinya bisa gagal, memicu kebakaran atau bahkan ledakan. Meski kasus seperti ini tergolong langka, kejadian ini menjadi pengingat bahwa teknologi canggih pun tak luput dari bahaya.
Untuk mencegah risiko, Xiaomi menyarankan pengguna segera menghubungi layanan pelanggan resmi jika mendapati masalah pada perangkat. Mereka memperingatkan bahwa perbaikan atau suku cadang dari pihak ketiga bisa meningkatkan risiko kerusakan. Saat ini, investigasi terhadap insiden Xiaomi 13 masih berlangsung. Publik menanti penjelasan resmi dari perusahaan teknologi asal China ini, seperti dilansir dari GizChina pada Rabu, 20 September 2023.
Horor Lainnya! Google Pixel 6a Meledak Saat Dicas, Nyaris Bakar Kamar
Tak hanya Xiaomi, insiden serupa juga menimpa pengguna Google Pixel 6a. Pada 26 Juli lalu, seorang pengguna dengan nama akun “footymanageraddict” membagikan pengalaman mengerikan di Reddit. Ponsel Pixel 6a miliknya tiba-tiba meledak saat sedang dicas di atas meja, hanya 40 cm dari kepalanya saat tidur!
Kejadian ini bermula saat ia terbangun karena mencium bau menyengat. Ternyata, ponselnya sudah terbakar! Dengan panik, ia mencabut kabel charger, membuat ponsel jatuh ke lantai. Akibatnya, sprei kasurnya ikut terbakar, dan asap tebal memenuhi kamar. Bahkan, AC di ruangan itu rusak akibat paparan api dan asap. Pemilik ponsel juga mengalami sakit tenggorokan setelah menghirup asap beracun dari insiden tersebut.
Meski ponselnya masih utuh, layar dan komponen internal rusak parah. Pengguna ini lantas meminta saran di Reddit tentang cara menghubungi layanan dukungan Google. “Ini pengalaman yang sangat buruk. Saya bersyukur baterainya tidak menghadap ke arah saya,” tulisnya. Sayangnya, ia tidak menyebutkan apakah ponselnya dicas semalaman, yang sering menjadi pemicu insiden serupa meski teknologi modern sudah meminimalkan risiko ini.
Google Akui Masalah Baterai Pixel 6a, Tawarkan Solusi
Menariknya, insiden ini terjadi bersamaan dengan pembaruan perangkat lunak dari Google untuk Pixel 6a. Dilansir dari PhoneArena, Google merilis pembaruan pada 8 Juli untuk mengatasi masalah overheating pada sejumlah unit Pixel 6a. Pembaruan ini menargetkan ponsel yang telah mencapai 400 siklus pengisian daya. Dampaknya? Pengguna bakal merasakan masa pakai baterai yang lebih pendek, penurunan kinerja pengisian, dan perubahan indikator level baterai karena kalibrasi ulang.
Google bahkan mengirimkan notifikasi kepada pengguna Pixel 6a yang sudah mendekati 375 siklus pengisian, memperingatkan penurunan kapasitas baterai setelah 400 siklus. Meski begitu, Google tidak menjelaskan secara rinci penyebab masalah ini atau siapa pemasok baterai perangkat tersebut. Kabar baiknya, mereka menawarkan penggantian baterai gratis untuk unit yang terdampak.
Waspada! Tips Aman Menggunakan Smartphone
Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua. Meski teknologi smartphone terus berkembang, risiko seperti overheating atau ledakan baterai tetap ada. Untuk mencegahnya, hindari mengecas ponsel semalaman tanpa pengawasan, gunakan charger resmi, dan segera laporkan ke layanan pelanggan jika ada tanda-tanda aneh seperti ponsel terlalu panas. Dengan langkah sederhana ini, kita bisa meminimalkan risiko dan tetap aman menikmati teknologi canggih di tangan kita.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews

