Site icon New Tech Club

Gelombang Kenaikan Harga, RAM Menjadi Komponen Termahal, Biaya PC & Laptop Dipastikan Akan Melonjak!

JAKARTA, Newtechclub.com – Dunia PC kembali diguncang badai! Baru saja kita bernafas lega karena harga GPU mulai stabil, eh, giliran memori RAM dan SSD yang melonjak gila-gilaan akibat kelangkaan komponen global yang parah. Jadi, apa pemicu kekacauan ini? Ternyata, ledakan pusat data Artificial Intelligence (AI) disebut-sebut sebagai biang kerok yang menyedot semua pasokan dan menghantam seluruh pasar hardware.

Tanpa basa-basi lagi, CyberPowerPC langsung membuka kartu. Perusahaan ini secara terbuka mengonfirmasi bahwa mereka terpaksa menaikkan harga semua sistem PC rakitan mereka mulai 7 Desember 2025. “Harga memori global (RAM) telah melonjak gila-gilaan, sampai 500 persen, dan harga SSD juga ikut naik 100 persen,” begitu pengakuan jujur mereka, Kamis (27/11). Bayangkan, kenaikan sebanyak itu hanya dalam hitungan bulan!

Lalu, kenapa bisa terjadi? Permintaan memori untuk server AI benar-benar meledak sepanjang 2025. Server canggih ini butuh RAM (DRAM) dan penyimpanan (NAND) dalam jumlah raksasa. Akibatnya, pabrik chip yang biasanya melayani kebutuhan konsumen seperti kita jadi kewalahan dan fokus produksi mereka beralih total untuk memuaskan dahaga pusat data AI.

TrendForce, lembaga analis ternama, melaporkan fakta yang lebih mencengangkan. Harga kontrak DRAM pada kuartal ketiga 2025 ternyata melonjak hingga 171,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Mereka bahkan menegaskan, “Kenaikan harga RAM ini bahkan mengalahkan laju kenaikan harga emas!” Jadi, investasi di RAM bisa lebih cuan daripada emas, nih?

Krisis ini bukan omong kosong. Beberapa produsen Korea Selatan sampai menghentikan pesanan baru DDR5 sampai akhir bulan karena stok mereka benar-benar ludes! Dampaknya langsung terasa di pasar. Data harga menunjukkan, harga memori DDR4 dan DDR5 naik stabil sejak pertengahan 2025, lalu terjangkit demam tinggi sejak September. Produk Corsair dan Crucial di Amazon pun ikut-ikutan naik dalam beberapa minggu terakhir.

Bahkan, harga spot di bursa DRAM Exchange mengalami kenaikan yang fantastis hanya dalam beberapa hari:

Produsen memori raksasa seperti SK Hynix pun kalang kabut. Mereka mengaku bahwa seluruh stok DRAM, NAND, bahkan memori premium HBM mereka sudah habis terjual hingga tahun depan. Sebuah sumber industri membocorkan, “Pasokan sangat-sangat terbatas. Penyedia cloud besar saja hanya dapat 70% dari pesanan mereka. Untuk produsen PC (OEM), situasinya lebih parah, cuma dapat 30-40%!”

Uniknya, kenaikan harga DDR4 justru lebih tajam daripada DDR5. Kok bisa? Analis membeberkan, ini terjadi karena pabrik sedang massif beralih produksi ke DDR5, sementara permintaan DDR4 dari konsumen PC biasa masih sangat tinggi. Alhasil, kekosongan pasokan DDR4 pun tak terelakkan.

Lalu, kapan situasi ini membaik? Jangan harap dalam waktu dekat! Adata, salah satu raksasa memori, dengan tegas memperkirakan kelangkaan ini akan bertahan hingga jauh di 2026. “Pasar memori saat ini sangat bullish,” ujar mereka. Intinya, jangan berharap harga turun tahun depan.

Nah, ini yang bikin para gamer dan perakit PC mengelus dada. Setelah GPU murah, sekarang giliran RAM dan SSD yang mahal. Gabungan ini pasti akan membuat biaya rakitan PC melambung tinggi. Bahkan, RAM berpotensi menjadi komponen termahal dalam sebuah PC untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun.

Tentu saja, dampaknya tidak berhenti di PC rakitan. Produsen laptop besar pun mulai angkat tangan dan bersiap menaikkan harga. Lenovo, contohnya, sudah memberi sinyal kepada toko ritel bahwa harga produk mereka akan berubah mulai Januari 2026. Artinya, kita harus siap-siap melihat label harga baru yang lebih tinggi di etalase.

Tidak hanya Lenovo, kompetitor seperti HP dan Dell juga dikabarkan mempertimbangkan langkah serupa. Bahkan, menurut laporan media Korea, mereka sampai harus mempertimbangkan ulang lini produk yang akan dipamerkan di CES 2026 nanti karena gejolak harga komponen ini.

Kesimpulannya, badai krisis memori ini nyata dan dampaknya langsung ke kantong kita. Mulai sekarang, bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam, baik untuk upgrade RAM, beli SSD baru, apalagi untuk membeli PC atau laptop anyar di tahun 2026 nanti. Momen untuk buru-buru upgrade mungkin sudah lewat, sekarang adalah waktu untuk bersabar dan menabung lebih ekstra.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id

Exit mobile version