Newtechclub.com – Pada Rabu (15/10/2025) waktu AS, Google melalui divisi AI-nya, DeepMind, secara resmi meluncurkan model AI generatif terbaru yang mereka beri nama Veo 3.1. Perlu kita tahu, Veo pada dasarnya merupakan model AI canggih yang mampu menciutkan video hanya dari perintah teks atau prompt. Nah, yang paling menghebohkan, Veo 3.1 ini menghadirkan kualitas video yang jauh lebih memukau dibandingkan pendahulunya, Veo 3, yang baru dirilis pada Juni 2025 lalu.
Tanpa basa-basi lagi, peningkatan paling mencolok dari Veo 3.1 terletak pada sektor audio. Sekarang, model AI ini memiliki pemahaman audio yang jauh lebih cerdas. Akibatnya, audio yang dihasilkannya akan terdengar lebih sesuai dan natural dengan konten visualnya; misalnya, suara asli hewan, riuh rendah kebisingan kota, atau bahkan desau angin sepoi-sepoi di daun. Secara sederhana, berkat peningkatan audio ini, Veo 3.1 berhasil menghasilkan video yang terasa sangat alami dan hidup, seolah-olah bukan dibuat oleh mesin.
Selain itu, tim Gemini dalam blog Google Developer dengan penuh semangat memaparkan, “Model AI ini kini menghasilkan audio asli yang lebih kaya, mulai dari percakapan yang alami hingga efek suara yang sinkron, serta menawarkan kontrol naratif yang lebih baik dengan pemahaman yang meningkat tentang gaya sinematik.” Dengan kata lain, DeepMind sengaja mendesain Veo 3.1 agar tidak hanya sekadar memasangkan audio, tetapi juga menyelaraskannya secara sempurna dengan setiap adegan.
Di sisi lain, Google juga dengan percaya diri mengklaim bahwa Veo 3.1 menawarkan visual yang lebih realistis. Lebih detailnya, AI ini mampu membuat tekstur setiap objek dalam video terlihat lebih nyata dan dapat diraba. Selanjutnya, kualitas audio dan visualnya yang superior ini diklaim tetap konsisten di berbagai jenis adegan, baik itu panorama alam yang sunyi maupun keramaian kota yang hiruk-pikuk.
Tidak berhenti di situ, fitur-fitur andalan dari Veo 3 juga mereka sempurnakan kembali di Veo 3.1, dengan fokus utama pada penambahan audio. Sebagai contoh, fitur Ingredients to Video kini menjadi lebih powerful. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyatukan hingga tiga gambar referensi—misalnya gambar karakter, lokasi, dan outfit—menjadi sebuah video yang utuh. Yang paling keren, videonya bisa langsung dilengkapi dengan audio oleh Veo 3.1, di mana suara yang dihasilkan selaras sempurna dengan visual yang ditampilkan.
Kemudian, fitur Scene Extension juga mereka tingkatkan secara signifikan. Tujuannya jelas, agar fitur ini dapat menghasilkan adegan yang benar-benar berkesinambungan di setiap video, khususnya ketika pengguna ingin “menjahit” beberapa klip menjadi konten berdurasi panjang. Dalam praktiknya, Veo 3.1 secara pintar membuat klip baru dengan menganalisis adegan di detik terakhir pada klip sebelumnya. “Dukungan ini menjaga kontinuitas visual, menjadikan fitur ini ideal untuk memperpanjang pengambilan gambar dengan audio background,” jelas pihak Google. Alhasil, transisi antar klip menjadi halus tanpa terputus.
Selanjutnya, penyempurnaan lainnya mereka terapkan pada fitur First and Last Frame. Dengan fitur ini, Veo 3.1 akan secara otomatis menambahkan transisi yang mulus dan bernuansa sinematik di antara dua gambar yang sama sekali berbeda, lengkap dengan audio yang terasa begitu nyata dan immersive.
Terakhir, sebagai bonus untuk pengguna yang mengutamakan kecepatan, Google tidak hanya menyediakan Veo 3.1 versi standar. Mereka juga menghadirkan Versi Fast yang merupakan versi ringan dari varian standar. Kabar baiknya, kedua versi ini sudah digulirkan Google ke editor video Flow, aplikasi Gemini, serta API Vertex dan API Gemini, seperti yang dihimpun dari Mashable, Kamis (16/10/2025). Dengan demikian, baik kreator profesional maupun pengguna biasa bisa segera merasakan kehebatannya.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

