Newtechclub.com – Huawei kembali mengguncang pasar aksesori dengan meluncurkan power bank anyar yang tak hanya mengandalkan kapasitas jumbo. Dengan baterai 12.000 mAh, perangkat ini memang terbilang lega untuk menemani aktivitas seharian. Namun, yang bikin heboh adalah satu fitur nyeleneh yang jarang ditemukan pada power bank pada umumnya: kemampuan pelacakan lokasi secara offline. Bayangkan, saat kamu lupa meletakkannya di kafe atau di sela-sela bantal sofa, power bank ini bisa “berteriak” meminta tolong lewat suara, atau bahkan menunjukkan jejak terakhirnya di peta tanpa perlu koneksi internet. Keren, kan?
1. Fitur Pelacakan Offline: Bikin Power Bank Gak Bakal Hilang Lagi
Aksesori canggih ini resmi diperkenalkan dengan nama Huawei All-in-One Charging Power Bank, dan mencatatkan sejarah sebagai power bank pertama dari vendor Tiongkok tersebut yang mengusung fitur pelacakan mandiri. Peluncurannya sendiri digelar di pasar asalnya, China, dengan banderol harga yang terbilang ramah di kantong, yakni 399 yuan atau jika dirupiahkan hanya sekitar 1 jutaan. Dengan harga segitu, kamu bukan cuma dapat baterai besar, tapi juga sistem keamanan berlapis dan kecepatan ngecas yang bikin mata melek. Soalnya, perangkat ini juga mendukung pengisian daya super cepat hingga 100 Watt (W) dan sudah mengantongi sertifikasi keselamatan 3C yang ketat dari regulasi Tiongkok.
Nah, fitur pelacakan ini jelas jadi primadona, terutama bagi para pelupa atau mereka yang sering berpindah tempat. Sistemnya bekerja sederhana namun pintar: ketika pengguna memakai ponsel Huawei untuk mencari power bank, perangkat tersebut akan mengeluarkan bunyi nyaring yang membantumu menemukannya di bawah tumpukan kertas atau dalam tas yang penuh sesak. Tapi, keajaiban tak berhenti di situ. Jika power bank tersebut sudah berada di luar jangkauan sinyal Bluetooth, sistem tetap bisa menunjukkan lokasi terakhirnya di peta secara akurat. Bahkan pada ponsel-ponsel tertentu yang kompatibel, teknologinya mampu mendeteksi posisi berdasarkan tingkat lantai. Jadi, kamu bisa tahu apakah power bank tertinggal di lantai dasar mal atau di lantai dua ruang rapat, mempersempit area pencarian secara drastis.
2. Ekosistem Pintar HarmonyOS: Bukan Sekadar Ngecas, Tapi Juga Ngasih Notifikasi
Tentu saja, Huawei tidak main-main dalam menghadirkan ekosistem pintar untuk perangkat ini. Mereka membenamkan segudang fitur cerdas yang khusus dioptimalkan untuk pengguna ponsel yang menjalankan sistem operasi HarmonyOS 6.1 atau versi yang lebih baru. Dengan koneksi tersebut, pengguna bisa dengan mudah memantau sisa kapasitas baterai power bank secara real-time langsung dari layar ponsel. Sistem juga secara proaktif memberikan peringatan dini apabila suhu perangkat dirasa terlalu panas, sehingga kamu tak perlu khawatir soal risiko overheat. Lebih praktis lagi, ponselmu akan mengirimkan notifikasi otomatis ketika kamu secara tidak sengaja meninggalkan power bank di suatu tempat. Ini seperti memiliki asisten pribadi yang selalu mengingatkan agar barang berhargamu tidak tercecer.
Tak hanya itu, sisi teknis pun mendapat perhatian serius. Melalui aplikasi Huawei AI Life, pengguna bisa memonitor kondisi kesehatan baterai secara berkala, memastikan sel-sel di dalamnya masih bekerja optimal. Bahkan, pembaruan firmware untuk meningkatkan performa atau menambal bug juga bisa diinstal dengan mudah lewat aplikasi tersebut. Jadi, perangkat ini bukan sekadar benda mati, melainkan gadget pintar yang bisa terus berkembang seiring waktu.
Beralih ke spesifikasi inti, Huawei All-in-One Charging Power Bank mengusung kemampuan pengisian cepat dua arah atau bidirectional hingga 100 W berkat teknologi SuperCharge andalan mereka. Maksud dari dua arah ini sangat menguntungkan: di satu sisi, power bank mampu mengalirkan daya ke ponsel atau perangkat lain dengan kecepatan kilat. Di sisi lain, saat baterai power bank habis, kamu juga bisa mengisinya ulang dengan kecepatan 100 W asalkan menggunakan adaptor yang kompatibel. Ini memangkas waktu tunggu yang biasanya membosankan, baik saat mengecas ponsel maupun saat mengisi ulang power bank itu sendiri.
3. Kecepatan 100W plus Keamanan Baterai: Ngecas Kebut Tanpa Takut Meledak
Soal kecepatan, Huawei berani mengklaim angka yang mencengangkan. Dengan daya sebesar 100 W, power bank ini sanggup mengisi baterai ponsel yang kompatibel, seperti seri Mate 80 Pro, hingga mencapai 85 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Bayangkan, setengah jam saja sudah cukup untuk menyelamatkan aktivitasmu dari kehabisan daya, sangat cocok untuk situasi darurat atau saat bepergian dengan waktu yang mepet.
Dari segi desain fisik, Huawei menyematkan kabel USB-C yang menyatu langsung dengan bodi perangkat. Saat tidak dipakai, ujung kabel ini menempel secara magnetis ke sisi power bank, sehingga tampak rapi dan tidak mudah rusak. Namun, jangan salah sangka, kabel bawaan ini bukan satu-satunya jalan masuk. Masih terdapat satu port USB-C tambahan yang memungkinkan pengguna mengisi daya dua perangkat sekaligus dalam waktu bersamaan. Fitur ini tentu sangat membantu ketika kamu sedang bepergian dengan teman atau membawa dua gadget, seperti ponsel dan earbud.
Meski dicolokkan ke dua perangkat sekaligus, pembagian daya tetap diatur secara cerdas. Ketika dua perangkat terhubung, kabel USB-C bawaan tetap mampu menyalurkan daya hingga 66 W, sementara port USB-C tambahan menyumbang daya hingga 40 W. Kombinasi ini memastikan kedua perangkat tetap mendapatkan pasokan listrik yang optimal tanpa harus mengorbankan kecepatan secara drastis.
Fitur menarik lainnya adalah dukungan pass-through charging. Dengan kemampuan ini, pengguna dapat mengisi ulang power bank melalui adaptor dinding, sementara di saat yang sama power bank terus mengalirkan listrik ke perangkat lain yang tersambung. Ini sangat praktis, karena kamu tidak perlu menunggu power bank penuh dulu baru bisa mengecas ponsel. Aktivitas tetap berjalan mulus, bahkan saat tengah malam sekalipun.
Untuk urusan keamanan, Huawei tidak mengambil risiko. Mereka menggunakan sel baterai jenis Whale yang dilengkapi dengan lapisan isolasi keramik. Material ini berfungsi sebagai tameng pelindung yang mencegah korsleting dan mengurangi risiko kebakaran akibat panas berlebih. Selain itu, pabrikan menanamkan lima sensor suhu yang ditempatkan secara strategis di area baterai, papan sirkuit, dan port pengisian. Kelima sensor ini bekerja 24 jam untuk memantau fluktuasi panas selama proses pengisian daya berlangsung, sehingga setiap kenaikan suhu yang tidak wajar bisa segera terdeteksi.
Tak cukup dengan sensor, Huawei juga mengaplikasikan material grafit di bagian internal perangkat. Material ini terkenal sebagai konduktor panas yang efisien, sehingga membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil dan adem, bahkan ketika power bank dipaksa bekerja pada kecepatan pengisian 100 W. Hasilnya, performa maksimal tetap beriringan dengan kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Terakhir, bicara soal ketahanan fisik, Huawei mengklaim bahwa kabel USB-C bawaan pada power bank ini dirancang super tangguh. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Gizmochina, kabel tersebut mampu bertahan hingga 10.000 kali siklus tekukan dan tarikan. Artinya, meskipun kamu sering menggulung, menarik, atau membengkokkannya saat disimpan di dalam tas, kabel ini tetap awet dan tidak mudah putus. Dengan segala keunggulan ini, power bank 12.000 mAh besutan Huawei jelas menjadi incaran baru bagi mereka yang mencari kombinasi antara kecepatan, keamanan, dan kemudahan pelacakan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

