Site icon New Tech Club

Indosat dan XLSmart Siap Sambut Aturan Wajib Biometrik untuk Registrasi SIM

Newtechclub.com – Siap-siap, para pengguna ponsel di Indonesia! Karena ruang digital kita akan memasuki babak keamanan yang jauh lebih ketat. Hal ini terjadi karena dua operator seluler besar, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan XLSmart, dengan penuh semangat menyatakan dukungan mereka terhadap aturan baru registrasi kartu SIM yang menggunakan data biometrik wajah! Pastinya Anda penasaran, bagaimana sih prosesnya nanti?

Pertama-tama, apa sih aturan barunya? Sebelum kita bahas lebih dalam, mari kita lihat dulu dasar hukumnya. Perlu Anda ketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi telah mengubah aturan main. Akibatnya, proses registrasi SIM card tidak lagi hanya mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Kini, pemerintah menambahkan lapisan keamanan ekstra berupa pengenalan wajah atau biometrik. Aturan super penting ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permenkomdigi) Nomor 7 Tahun 2026 yang sudah resmi berlaku sejak 19 Januari 2026 lalu.

Lalu, apa kata operator? Menanggapi kebijakan ini, baik Indosat maupun XLSmart sepakat bahwa registrasi biometrik akan membawa angin segar. Mereka meyakini, langkah ini akan meningkatkan akurasi data pelanggan secara signifikan. Selain itu, keamanan identitas pengguna juga akan terjaga lebih kuat. Yang paling menarik, ruang digital Indonesia diprediksi akan menjadi lebih baik karena praktik spam, penipuan, hingga penyalahgunaan nomor seluler bisa ditekan secara maksimal.

Berbicara tentang Indosat, mereka adalah pelopor yang langsung action! Anda harus tahu, Indosat Ooredoo Hutchison ternyata tidak main-main. Bahkan, mereka sudah lebih dulu menerapkan sistem registrasi prabayar berbasis biometrik sejak 1 Januari 2026! Artinya, mereka sudah selangkah lebih maju. Penerapan ini mencakup registrasi untuk kartu SIM fisik maupun eSIM yang bisa Anda lakukan di seluruh Gerai IM3 dan 3Store di Indonesia.

Selanjutnya, bagaimana proses detailnya? Chief Legal and Regulatory Officer IOH, Reski Damayanti, membeberkan mekanismenya pada Jumat (30/1/2026). “Implementasi kami mengacu pada standar keamanan internasional ISO 30107-3,” jelasnya. Kemudian, prosesnya meliputi validasi nomor ponsel (MSISDN) dan NIK, pengambilan foto wajah, verifikasi liveness detection (untuk memastikan yang foto adalah orang hidup, bukan foto atau video), serta pencocokan wajah dengan akurasi minimal 95 persen. Reski juga menegaskan, Indosat secara bertahap melakukan penyesuaian operasional untuk memastikan layanan kepada pelanggan tetap prima.

Di sisi lain, XLSmart ternyata sudah uji coba dari tahun lalu! Sementara itu, rivalnya, XLSmart, malah punya cerita yang lebih mengejutkan. Operator hasil gabungan XL Axiata dan Smartfren ini mengungkapkan bahwa mereka telah menerapkan sistem biometrik sejak Oktober 2025! Jadi, bisa dibilang mereka adalah yang paling siap.

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, memaparkan bahwa pihaknya memang telah menyiapkan sistem dan proses pendukung yang matang. Sistem canggih ini berlaku untuk semua merek di bawah naungannya, termasuk XL dan Axis. Meski sudah mengadopsi teknologi ini cukup lama, Reza memilih tidak membocorkan persentase pelanggan yang telah mendaftar. Namun, dia dengan percaya diri mengklaim respons pelanggan sangat positif.

Nah, gimana caranya daftar di XLSmart? Bagi Anda yang tertarik, prosesnya terbilang mudah. Sama seperti Indosat, registrasi dengan biometrik di XLSmart berlaku untuk SIM fisik dan eSIM. Anda bisa mendaftar langsung di gerai resmi XLSmart atau bahkan melalui aplikasi! Namun perlu diingat, mekanisme baru ini diutamakan untuk pelanggan baru. Sedangkan bagi pelanggan lama, registrasi ulang dengan biometrik bersifat opsional dan tidak wajib, tetapi bisa dilakukan jika diperlukan.

Lantas, yang paling sering ditanya: apakah data wajah kita aman? Pertanyaan kritis ini pasti menghinggapi pikiran Anda. Tenang saja, XLSmart memberikan jawaban yang melegakan. Mereka menegaskan bahwa data biometrik wajah pelanggan tidak disimpan oleh perusahaan. “Data tersebut hanya kami gunakan untuk proses verifikasi sesaat dan langsung kami validasi ke sistem Dukcapil melalui mekanisme yang aman,” tegas Reza. Dengan demikian, privasi Anda tetap menjadi prioritas utama.

Terakhir, mengenai tantangan dan masa depan, XLSmart mengakui bahwa penerapan kebijakan baru ini memerlukan adaptasi teknologi yang tidak sederhana. Akan tetapi, mereka memandangnya sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem telekomunikasi Indonesia yang lebih aman dan berkelanjutan. Pada akhirnya, kebijakan ini akan meningkatkan kualitas dan validitas data pelanggan secara nasional.

Reza pun menutup penjelasannya dengan optimisme. “Dengan validasi biometrik wajah yang terhubung langsung ke sistem Dukcapil, proses registrasi menjadi lebih akurat, aman, dan sulit disalahgunakan. Di sisi lain, kemudahan bagi pelanggan, terutama untuk registrasi digital, tetap kami jaga,” pungkasnya.

Jadi, siap-siap ya untuk memasuki era di mana wajah Anda adalah kunci utama keamanan digital! Prosesnya mungkin terdengar futuristik, tetapi tujuannya jelas: melindungi Anda dari kejahatan siber dan menciptakan ruang maya yang lebih terpercaya untuk semua.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Exit mobile version