Jakarta, Newtechclub.com – Wah, Samsung lagi-lagi bikin geger jagat gadget! Baru-baru ini, chipset terbaru mereka yang bernama Exynos 2700 tiba-tiba muncul di database benchmark Geekbench. Bisa dibilang, ini seperti kemunculan “hantu” yang sudah lama dinanti—atau justru ditakuti? Kabarnya sih, otak inilah yang bakal memompa adrenalin lini Galaxy S27 dan S27 Plus di masa depan. Jadi, siap-siap ya!
Namun, jangan buru-buru terkesima dulu. Perlu diketahui, kemunculan Exynos 2700 ini masih dalam tahap sangat awal. Hal ini terlihat jelas karena pengujian masih menggunakan papan sirkuit khusus engineering (dengan kode ERD). Artinya, performa yang kita lihat sekarang bukanlah kemampuan final dari chip yang nanti benar-benar menempel di HP Samsung jualan bebas. Masih banyak yang bisa diubah dan ditingkatkan.
Meskipun masih berupa sampel awal, hasil benchmark ini sudah cukup memberi kita gambaran menarik tentang arah baru pengembangan Samsung. Yang paling penting, ini menunjukkan upaya serius mereka untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing di kancah chipset flagship. Setelah sekian lama dianggap “kalah start”, mampukah kali ini mereka bangkit?
Skor Awal dan Susunan Mesin Exynos 2700: Belum Ngebut, Tapi…
Berdasarkan data yang bocor dari Geekbench, Exynos 2700 mengusung CPU dengan 10 inti (10-core) berbasis arsitektur ARMv8. Wah, 10-core lho! Inti performa (performance core) chip ini berjalan dengan kecepatan hingga 2,88GHz, sementara inti efisiensi dayanya (efficiency core) melaju di kisaran 2,3GHz hingga 2,4GHz.
Hasilnya gimana? Dalam uji coba, chip ini berhasil mencatatkan skor sekitar 2.603 poin untuk pengujian single-core dan 10.350 poin untuk multi-core. Jujur saja, secara angka mentah, hasil ini memang belum terlihat istimewa—apalagi jika dibandingkan dengan chipset flagship generasi terbaru dari pesaing yang sudah melesat jauh.
Tapi, ingatlah satu hal penting: ini masih sampel pabrik (engineering sample) yang belum dioptimalisasi. Biasanya, performa akan melonjak signifikan ketika mendekati versi final. Peningkatan itu bisa datang dari optimalisasi software yang lebih matang atau dari kenaikan clock speed yang lebih agresif. Jadi, jangan anggap remeh dulu ya!
Ganti Haluan! GPU Baru Buatan Sendiri dan Proses 2nm Jadi Andalan
Sekarang, inilah bagian yang paling seru dan penuh taruhan! Dari sisi grafis, Exynos 2700 dibekali dengan GPU bernama Xclipse 970. Yang bikin heboh, kabarnya kali ini Samsung mengembangkan GPU tersebut sepenuhnya secara mandiri, tanpa kolaborasi dengan AMD seperti pada generasi-generasi sebelumnya. Langkah berani, kan?
Hasil pengujian OpenCL menunjukkan skor 15.618 poin. Angka ini terhitung cukup menjanjikan, meskipun kita belum bisa menyimpulkan seberapa lincah performanya saat dipakai untuk gaming berat atau rendering video 4K. Keputusan untuk membuat GPU sendiri adalah sebuah taruhan besar: risikonyu tinggi, tapi potensi keuntungannya juga luar biasa. Semoga tidak jadi bencana seperti dulu.
Tak hanya itu, ada kabar lain yang tak kalah menggembirakan. Chipset ini disebut-sebut bakal diproduksi menggunakan proses fabrikasi paling canggih, yaitu 2nm (tepatnya SF2P). Jika klaim ini benar, Samsung menargetkan peningkatan performa hingga 12 persen dan efisiensi daya sampai 25 persen dibanding generasi sebelumnya. Hemat baterai dan lebih kencang? Itu impian semua pengguna!
Jangan Cepat Terbuai: Masih Ada PR Besar untuk Samsung
Meskipun semua kabar ini terdengar sangat menjanjikan, kita tidak bisa melupakan sejarah pahit Exynos di masa lalu. Seringkali, chip andalan Samsung ini kalah konsisten dan kalah stabil dibanding kompetitor. Masih segar di ingatan kita bagaimana Exynos sering overheat, throttling, atau performanya jomplang dengan versi Snapdragon.
Oleh karena itu, banyak pihak—termasuk para penggemar berat Samsung—masih bersikap menunggu dan membutuhkan pembuktian nyata. Pada akhirnya, penentu utama bukanlah sekadar angka-angka keren di benchmark. Melainkan, stabilitas performa di dunia nyata dan efisiensi daya saat diajak main game berjam-jam atau merekam video 8K yang akan menjadi jawaban sesungguhnya. Mampukah Exynos 2700 benar-benar kembali melesat dan bersaing di level flagship? Kita lihat saja aksi nyata Samsung nanti!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

