Site icon New Tech Club

OpenAI Garap Mega-Proyek AI, Pilih Cerebras untuk Kejar Kecepatan Super

Newtechclub.com – Dalam gebrakan yang mengguncang dunia teknologi, OpenAI, sang pengembang ChatGPT yang fenomenal, secara resmi membuka aliansi rahasia dengan Cerebras! Ya, OpenAI dengan percaya diri menggandeng pembuat chip AI asal Amerika yang dikenal sebagai salah satu pesaing terberat Nvidia ini.

Bocoran Kolosal: 750 MW Tenaga Baru untuk ChatGPT!

Melalui kemitraan strategis ini, OpenAI secara agresif akan menambahkan kapasitas komputasi raksasa sebesar 750 megawatt (MW) ke dalam platformnya. Proses integrasi yang dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028 ini dipastikan akan membawa transformasi besar-besaran.

Tujuan utama kolaborasi ini sangat jelas: membuat layanan AI OpenAI, termasuk ChatGPT, melesat dengan kecepatan yang belum pernah terbayangkan! Bayangkan, tugas-tugas berat seperti menjawab pertanyaan super kompleks, menulis kode program yang panjang, menghasilkan gambar detil, hingga menjalankan agen AI secara real time akan diselesaikan dalam sekejap mata.

Nilai Fantastis yang Bikin Melongo: Rp 160 Triliun!

OpenAI sendiri sengaja menutup rapat nilai komersial dari kesepakatan mega ini. Akan tetapi, berbagai laporan media internasional yang menyelidiki berhasil membongkar fakta mengejutkan! Ternyata, kerja sama OpenAI dan Cerebras ini disebut-sebut memiliki nilai lebih dari 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 160 triliun hingga 2028!

Lalu, mengapa OpenAI memilih Cerebras?
Dalam pengumuman resminya, OpenAI dengan tegas menjelaskan alasan di balik pilihan ini. Cerebras mereka pilih karena memiliki pendekatan revolusioner yang sama sekali berbeda dari hardware AI konvensional. Cerebras dengan berani membangun sistem AI khusus yang mengintegrasikan komputasi, memori, dan bandwidth dalam satu chip raksasa.

Pendekatan brilian ini secara efektif menghilangkan berbagai hambatan (bottleneck) yang selama ini memperlambat proses inferensi pada hardware tradisional. Dengan kata lain, AI tidak perlu lagi “bolak-balik” antar-chip atau server hanya untuk memproses satu permintaan. Akibatnya, secara teori, output bisa dihasilkan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, khususnya untuk respons yang panjang dan rumit.

Integrasi kapasitas komputasi dari Cerebras ke sistem OpenAI akan mereka lakukan secara bertahap dan menyasar berbagai jenis beban kerja. Bagi kita para pengguna, dampaknya sederhana namun sangat signifikan. AI yang lebih cepat secara langsung akan menghadirkan percakapan yang terasa lebih alami, waktu tunggu respons yang lebih singkat, dan pengalaman menggunakan AI yang semakin mendekati interaksi manusia secara real time.

Heboh! Ternyata Ini Bukan Kemitraan Pertama OpenAI!

Sebelumnya, OpenAI telah beberapa kali menunjukkan gelagatnya dengan menggandeng berbagai pihak untuk terus meningkatkan layanan AI dan infrastrukturnya. Sebagai contoh, pada Oktober 2025 lalu, OpenAI dengan gegap gempita telah menandatangani kemitraan strategis dengan raksasa semikonduktor AS, Broadcom.

Kemitraan tersebut secara khusus mereka tujukan untuk mengembangkan chip AI khusus (custom AI accelerators) yang mampu menampung daya komputasi hingga 10 gigawatt—sebuah angka yang benar-benar fantastis! Sebagai perbandingan, satu pusat data (data center) berkapasitas 1 gigawatt saja sudah mampu menyalakan sekitar satu juta rumah tangga. Artinya, proyek OpenAI-Broadcom ini nantinya akan memiliki daya setara dengan kebutuhan listrik 10 juta rumah!

Tidak berhenti di situ, perusahaan AI yang didirikan oleh Sam Altman ini juga telah meneken kerja sama dengan AMD. Melalui kolaborasi ini, AMD akan menyediakan komputasi atau server dengan daya hingga 6 gigawatt yang dibangun menggunakan chip GPU AI buatan mereka, yaitu AMD Instinct MI450. Tahap pertama proyek ambisius ini rencananya akan dimulai pada paruh kedua 2026, di mana AMD akan menyediakan 1 gigawatt GPU terlebih dahulu.

Dengan kapasitas server GPU yang lebih banyak, produk dan layanan OpenAI, seperti ChatGPT, dipastikan akan semakin pintar dan responsif dalam melaksanakan setiap perintah atau prompt dari pengguna.

Selanjutnya, OpenAI juga telah mengamankan kemitraan dengan raksasa memori, Samsung. Proyek Stargate yang legendaris itu diperkirakan akan membutuhkan pasokan memori berkapasitas luar biasa besar, mencapai 900.000 wafer DRAM per bulannya! Oleh karena itu, dalam kolaborasi ini, Samsung dengan penuh komitmen berjanji akan menyediakan memori berperforma tinggi dan hemat energi untuk mendukung mimpi besar OpenAI.

Dengan serangkaian kemitraan mega ini, OpenAI jelas sedang membangun kerajaan komputasi AI terkuat di dunia. Setiap langkah mereka dirancang untuk satu tujuan: mendobrak batas kecepatan dan kecerdasan AI, membawa ChatGPT dan asisten AI lainnya ke level yang benar-benar baru. Masa depan di mana AI merespons secepat pikiran manusia kini bukan lagi sekadar impian, tetapi sedang dirajut dengan sangat serius. Bersiaplah untuk menyambut revolusi kecepatan yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi selamanya!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Exit mobile version