Site icon New Tech Club

OpenAI Rilis GPT-5.3-Codex-Spark! AI Super Ngebut Buat Coding, Langsung Respons Tanpa Ngelag!

Newtechclub.com — Kabar gembira meluncur dari OpenAI! Mereka baru saja meluncurkan model AI terbaru khusus untuk dunia coding pada Kamis (12/2/2026). Kali ini, OpenAI memperkenalkan GPT-5.3-Codex-Spark, sebuah versi yang jauh lebih ringan dari GPT-5.3-Codex. Tim pengembang mendesain model ini khusus untuk kebutuhan coding secara real-time. Jadi, kalau kamu sedang asyik ngoding dan butuh bantuan cepat, model ini jawabannya!

Berbeda banget dengan kakaknya, GPT-5.3-Codex, yang memang mereka rancang untuk tugas berat dan jangka panjang. Codex-Spark hadir sebagai solusi untuk pekerjaan cepat. Misalnya, kamu ingin melakukan edit kecil pada kode, memperbaiki logika yang sedikit kacau, atau mengubah antarmuka dan langsung melihat hasilnya. Semua proses ini berlangsung mulus tanpa hambatan berarti.

Yang bikin GPT-5.3-Codex-Spark ini spesial, tim OpenAI mendesainnya dengan latensi serendah mungkin. Latensi sendiri adalah jeda waktu antara kamu mengirim perintah dan AI mulai memberikan respons. Nah, di model ini, jeda tersebut hampir tidak terasa!

OpenAI menjelaskan bahwa model ini sangat cocok untuk kolaborasi interaktif. Kamu bisa dengan mudah menghentikan proses yang berjalan, mengarahkan ulang fokus AI, atau memperbaiki hasil kerjanya secara langsung. Setelah itu, kamu akan mendapatkan respons hampir seketika. Rasanya seperti ngobrol dengan rekan tim yang super cepat tanggap!

Karena mereka mengoptimalkannya untuk kecepatan, Codex Spark bekerja dengan gaya yang lebih ringan. Model ini tidak otomatis menjalankan pengujian kode setiap saat, kecuali kamu secara spesifik memintanya. Selain itu, AI ini hanya melakukan perubahan yang sifatnya spesifik dan terarah. Jadi, tidak ada lagi proses berlebihan yang bikin kerja jadi lambat.

Lewat blog resminya, perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini menyebutkan bahwa pada tahap awal, Codex Spark hadir dalam versi text-only dengan jendela konteks sebesar 128.000 token. Artinya, model ini mampu memahami dan memproses percakapan atau kode dalam jumlah cukup besar hanya dalam satu sesi. Mantap, kan?

Didukung Chip AI Khusus dari Cerebras, Makin Jos!

OpenAI menyebut model ini sebagai tonggak awal kerja samanya dengan perusahaan chip AI, Cerebras. Pasalnya, GPT-5.3-Codex-Spark menjadi produk pertama yang memanfaatkan jalur inferensi latensi rendah berbasis chip Cerebras. Teknologi ini sudah mereka padukan ke dalam sistem produksi OpenAI.

Codex-Spark berjalan menggunakan chip khusus bernama Cerebras Wafer Scale Engine 3 atau WSE-3. Chip ini punya klaim kekuatan luar biasa dengan 4 triliun transistor dan mereka rancang khusus untuk inferensi super cepat. Inferensi sendiri adalah proses saat model AI menghasilkan jawaban setelah menerima perintah darimu.

Pada Codex-Spark, kecepatannya mampu menembus lebih dari 1.000 token per detik! Token di sini bisa kita artikan sebagai potongan teks atau unit kecil kata yang diproses model. Dengan kecepatan segitu, pekerjaan coding-mu akan terasa sangat responsif.

Kerja sama antara OpenAI dan Cerebras ini pertama kali terungkap pada pertengahan Januari lalu. Lewat kemitraan yang nilainya disebut-sebut lebih dari 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 160 triliun) ini, OpenAI berencana menambahkan hingga 750 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI berlatensi rendah ke dalam platformnya. Mereka akan melakukannya secara bertahap hingga tahun 2028.

Kolaborasi strategis ini bertujuan membuat layanan AI OpenAI, termasuk ChatGPT, bisa merespons jauh lebih cepat. Terutama untuk tugas-tugas berat seperti menjawab pertanyaan kompleks, menulis kode panjang, menghasilkan gambar, hingga menjalankan agen AI secara real time. Semua ini jadi mungkin karena pembuat chip AI pesaing Nvidia ini membangun sistem AI khusus. Mereka menggabungkan komputasi, memori, dan bandwidth dalam satu chip raksasa.

Pendekatan inovatif ini diyakini mampu menghilangkan banyak hambatan (bottleneck) yang biasanya memperlambat proses inferensi pada perangkat keras tradisional. Dengan kata lain, AI tidak perlu lagi “bolak-balik” antar-chip atau server untuk memproses permintaan. Hasilnya, secara teori, output bisa mereka hasilkan jauh lebih cepat, terutama untuk respons panjang dan kompleks.

Bagi pengguna seperti kamu, dampaknya sederhana tapi sangat signifikan. AI yang lebih cepat berarti percakapan terasa lebih alami, waktu tunggu respons lebih singkat, dan pengalaman menggunakan AI semakin mendekati interaksi manusia secara real time. Seru, bukan?

Meski begitu, GPU tetap menjadi tulang punggung pelatihan dan inferensi utama OpenAI. Cerebras hadir untuk melengkapi sistem tersebut, terutama untuk beban kerja yang membutuhkan respons sangat cepat. Jadi, keduanya saling mengisi dengan sempurna.

Tersedia untuk Pengguna Pro, Yuk Cobain!

Saat ini, GPT-5.3-Codex-Spark tersedia dalam bentuk research preview untuk pengguna ChatGPT Pro. Kamu bisa mengaksesnya melalui aplikasi Codex, CLI, dan ekstensi VS Code. Praktis banget, kan?

Karena mereka menjalankannya di perangkat keras khusus, model ini memiliki batas penggunaan tersendiri. Batas tersebut bisa berubah tergantung tingkat permintaan. Jadi, pastikan kamu memanfaatkannya dengan bijak!

Ke depan, OpenAI membayangkan Codex akan memiliki dua mode utama yang saling melengkapi. Pertama, mode kerja “berat” untuk penalaran mendalam dan eksekusi kompleks. Kedua, mode kolaborasi real-time untuk iterasi cepat seperti yang ditawarkan Codex-Spark. Dengan dua mode ini, kebutuhan coding-mu akan terpenuhi secara maksimal!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Exit mobile version