Newtechclub.com – Qualcomm, raksasa chip yang selama ini tenar berkat chip Snapdragon di genggaman kita, kini secara resmi melancarkan strategi baru yang super berani. Perusahaan semikonduktor ini bukan main-main; mereka dengan percaya diri mulai merambah bisnis chip kecerdasan buatan (AI) yang sangat panas. Lebih serunya lagi, langkah berani ini langsung membawa Qualcomm masuk ke pasar data center, sebuah arena yang selama ini seolah menjadi kerajaan tak terbantahkan dari dua rival beratnya, Nvidia dan AMD. Bayangkan, ini seperti pendekar baru yang langsung menantang juara bertinju di ring utama!
Berdasarkan pengumuman resmi yang mereka sebarkan, Qualcomm akan mengguncang pasar chip AI untuk data center dengan meluncurkan dua produk andalan, yakni chip AI200 dan AI250 yang sudah ditunggu-tunggu. Yang membuat kedua chip ini spesial, keduanya secara khusus dirancang untuk inferensi AI. Sebagai gambaran, inferensi ini adalah proses eksekusi atau penerapan model AI yang sudah jadi dan terlatih, misalnya saat Anda bertanya ke ChatGPT atau menggunakan fitur edit foto AI. Konsep ini sengaja dibuat berbeda dengan chip AI andalan Nvidia seperti H100 yang lebih ditekankan untuk training atau pelatihan model AI yang super rumit sekaligus juga melakukan inferensi. Dengan kata lain, Qualcomm memilih fokus pada pasar yang lebih aplikatif dan langsung dirasakan pengguna akhir.
Tidak main-main dalam hal performa, chip AI besutan Qualcomm ini bahkan dapat dikonfigurasi sebagai server canggih yang dilengkapi dengan sistem pendingin liquid-cooled untuk data center skala besar. Hebatnya, mirip dengan chip Snapdragon yang terkenal hemat daya, kedua chip AI terbaru ini juga dirancang di atas arsitektur pemrosesan AI legendaris mereka, yaitu Hexagon, sehingga secara efisiensi dinilai sangat unggul. Arsitektur mutakhir ini sengaja diadopsi dan ditingkatkan skalanya untuk chip data center agar sanggup menangani beban komputasi AI yang jauh lebih besar dan intensif tanpa boros energi. Bayangkan kekuatan smartphone yang disuntikkan ke dalam raksasa data center!
Qualcomm pun tidak segan-segan sesumbar bahwa desain chip AI-nya yang sangat efisien tersebut pada akhirnya dapat menciptakan sistem skala rak server yang sangat kompetitif dari sisi biaya operasional. Klaim ini tentu saja langsung ditujukan untuk menantang produk sejenis dari Nvidia dan AMD yang selama ini dikenal dengan harga premium. Durga Malladi, General Manager bisnis data center dan edge Qualcomm, dengan penuh keyakinan menjelaskan, “Idenya adalah untuk membuktikan terlebih dahulu dalam komputasi mobile dan edge, sebelum meningkatkan skalanya ke tingkat data center.” Malladi menambahkan, “Arsitektur kami yang fleksibel memungkinkan pelanggan untuk membeli sistem rak lengkap yang siap pakai atau bahkan menggabungkan chip kami dengan desain kustom mereka sendiri.” Fleksibilitas ini menjadi senjata rahasia mereka.
Di sisi lain, struktur server Qualcomm yang ditenagai oleh chip AI ini sendiri sengaja dibuat menyerupai platform berbasis HGX milik Nvidia atau Instinct dari AMD. Dalam hal ini, rak server mereka berukuran besar dan dirancang untuk menampung lusinan akselerator AI yang saling terhubung dengan mulus sebagai satu unit komputasi yang kompak. Yang mencengangkan, setiap raknya dilaporkan mengonsumsi daya sekitar 160 kilowatt, setara dengan konsumsi GPU berperforma tinggi saat ini seperti yang dimiliki Nvidia. Namun, sayangnya, kapasitas NPU yang bisa ditampung dalam satu rak masih menjadi misteri; yang jelas chip AI-nya diklaim mampu mendukung memori super besar hingga 768 gigabyte.
Lalu, kapan kita bisa menyaksikan kehebatan chip ini? Qualcomm telah menjadwalkan peluncuran perdana chip AI200 pada tahun 2026, yang kemudian akan disusul oleh chip AI250 yang lebih mutakhir pada tahun 2027. Meski demikian, Qualcomm masih menolak untuk merinci harga dari masing-masing produk barunya yang pasti sangat dinanti-nanti ini. Namun, satu hal yang pasti dan bisa dipegang, Qualcomm berkomitmen penuh untuk memperbarui lini produk AI data center-nya ini secara rutin setiap tahun. Artinya, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat ini berencana merilis chip AI baru setiap tahun, persis seperti ritme peluncuran chip mobile untuk smartphone yang selama ini kita kenal, seperti yang dihimpun dari TechSpot. Persaingan di dunia chip AI pun dipastikan akan semakin sengit dan seru!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

