Newtechclub.com – Siap-siap, dunia realitas virtual dan kacamata pintar akan segera berubah drastis! Qualcomm baru saja secara resmi meluncurkan senjata terbaru mereka di ajang teknologi, sebuah chip canggih yang dinamai Snapdragon Reality Elite. Chip ini memang sengaja didesain khusus untuk menjadi otak dari perangkat extended reality (XR) generasi masa depan, dan kabar baiknya, ia tidak main-main dalam urusan kecerdasan buatan.
Bukan Sekadar Chip Biasa, Ini Otak Baru untuk Dunia Maya
Bayangkan, chip revolusioner ini kelak akan menjadi jantung pacu bagi berbagai perangkat komputasi spasial, mulai dari headset virtual reality (VR) yang imersif, perangkat mixed reality (MR) yang menggabungkan dunia nyata dan maya, hingga kacamata XR generasi berikutnya yang super tipis dan modern. Qualcomm sepertinya benar-benar serius ingin menguasai pasar perangkat yang kita kenakan ini, dan mereka memulainya dengan menghadirkan prosesor yang sangat perkasa.
Tapi yang paling bikin melongo adalah fitur andalan yang dibawanya. Chip ini dibekali dengan kemampuan kecerdasan buatan yang sangat mumpuni dan bisa berjalan langsung di perangkat itu sendiri, alias on-device. Ini bukanlah fitur baru bagi Qualcomm, karena generasi sebelumnya, Snapdragon XR2 Plus Gen 2, sudah mengusungnya. Namun, kali ini performanya benar-benar melonjak drastis hingga menyentuh angka 48 triliun operasi per detik (TOPS), sebuah lompatan yang sangat signifikan.
Qualcomm sendiri sebelumnya cukup misterius dan tidak pernah mengungkap secara gamblang berapa kemampuan AI dari chip pendahulunya. Namun, dalam peluncuran kali ini, mereka dengan percaya diri mengklaim bahwa “mesin” AI atau Neural Processing Unit (NPU) di Snapdragon Reality Elite memiliki performa yang 160 persen lebih tinggi. Ini adalah peningkatan yang luar biasa dan menunjukkan bahwa Qualcomm benar-benar fokus pada kecerdasan buatan untuk perangkat masa depan.
AI Langsung di Perangkat, Cloud Mulai Ditinggalkan
Dengan kekuatan sebesar itu, perangkat XR yang menggunakan chip ini diprediksi akan sangat mandiri. Mereka mampu menjalankan berbagai model AI kompleks langsung di perangkat, tanpa perlu bergantung pada koneksi cloud yang seringkali lambat. Ponsel dan headset masa depan bahkan bisa memproses large language model (LLM) dan large vision model (LVM) dengan sangat lancar. Ketergantungan pada internet untuk tugas-tugas berat pun perlahan akan mulai ditinggalkan.
Bicara soal detail teknis, Qualcomm juga membeberkan kemampuan spesifik chip ini. Mereka mengklaim bahwa prosesor ini dapat memproses model bahasa dengan 3 miliar parameter pada kecepatan 45 token per detik. Selain itu, untuk model visi, chip ini mampu menjalankan LVM dengan resolusi 512 x 512 dan hanya membutuhkan waktu latensi sekitar 1,7 detik saja. Ini adalah kecepatan yang sangat responsif untuk sebuah perangkat yang berjalan secara mandiri.
Performa Gahar, Grafis Meledak, dan Baterai Makin Awet
Tentu saja, peningkatan pada chip ini tidak berhenti pada urusan AI saja. Qualcomm juga menjanjikan lompatan performa yang terasa di segala bidang. Mereka mengklaim bahwa performa prosesor (CPU), yang kini memiliki kecepatan clock hingga 2,9 GHz, telah meningkat hingga 30 persen. Sementara itu, pengolah grafis (GPU) mengalami peningkatan yang lebih gila lagi, yaitu sebesar 60 persen. Ini adalah kabar baik bagi para gamer dan pengguna aplikasi berat.
Dengan peningkatan GPU tersebut, chip ini juga mendukung tampilan visual dengan resolusi hingga 4,4K untuk setiap mata pada refresh rate 90 FPS. Hasilnya, pengguna akan disuguhi kualitas visual yang jauh lebih tajam, detail, dan gerakan yang lebih mulus tanpa tersendat. Pengalaman bermain game atau menonton film di headset akan terasa seperti berada di bioskop pribadi dengan kualitas gambar yang super jernih.
Selain performa yang gahar, Qualcomm juga tidak melupakan efisiensi daya. Mereka berhasil meningkatkan masa pakai baterai hingga 20 persen lebih lama untuk beban kerja yang sama jika dibandingkan dengan chip Snapdragon XR2 Plus Gen 2. Ini berarti pengguna bisa bermain atau bekerja lebih lama tanpa harus buru-buru mencari colokan listrik. Baterai yang lebih awet jelas menjadi nilai jual utama bagi perangkat wearable.
Yang lebih mengesankan, suhu perangkat saat digunakan untuk menjalankan aplikasi XR yang paling berat pun diklaim dapat turun hingga 12 derajat Celcius. Peningkatan efisiensi ini didapat dari optimalisasi besar-besaran pada CPU, GPU, dan NPU. Hasilnya, perangkat tidak hanya cepat dan bertenaga, tapi juga tetap nyaman digunakan dalam waktu yang lama tanpa khawatir akan panas berlebih atau overheating.
Qualcomm juga turut menyempurnakan kemampuan video-see-through (VST) pada chip ini. Mereka berhasil mengurangi latensi dan meningkatkan kualitas gambar secara signifikan. Dengan penyempurnaan ini, objek-objek digital dapat berpadu lebih alami dan mulus dengan lingkungan dunia nyata. Cakrawala pengalaman mixed reality pun akan terasa lebih imersif dan nyata dari sebelumnya.
Siapa Paling Pertama Bawa Chip Gila Ini?
Lalu, kapan kita bisa merasakan canggihnya chip ini? Snapdragon Reality Elite rencananya akan menjadi otak bagi headset VST all-in-one berperforma tinggi, serta perangkat optical-see-through (OST) yang lebih ringan dan terhubung ke perangkat lain. Perangkat yang pertama kali akan memakai chip canggih ini adalah Project Aura dari XREAL, yang dijadwalkan akan meluncur pada tahun ini.
Selain XREAL, chip ini juga akan digunakan pada perangkat XR generasi berikutnya dari Play for Dream. Tampaknya persaingan di dunia perangkat realitas tertambah akan semakin panas dan seru. Para penggemar teknologi tentu sangat menantikan kehadiran perangkat-perangkat canggih ini. Dengan semua peningkatan performa, efisiensi, dan kecerdasan buatan yang dibawa, Snapdragon Reality Elite sepertinya akan menjadi game changer yang nyata.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

