Newtechclub.com – Bayangkan punya asisten pribadi yang super cerdas, bisa diajak ngobrol, ngerti koding rumit, dan bahkan bisa mengingat setiap detail proyekmu berbulan-bulan lalu! Kedengarannya seperti mimpi, kan? Nah, mimpi itu kini jadi kenyataan! Xiaomi, raksasa teknologi asal China yang terkenal dengan gadget kerennya, baru saja meluncurkan inovasi terbaru yang bakal bikin para programmer di seluruh dunia heboh. Mereka memperkenalkan MiMo Code V0.1.0, sebuah asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) yang beroperasi langsung di terminal komputer. Yang lebih bikin melongo lagi, agen coding ini bersifat open source dan bisa diakses siapa saja di bawah lisensi MIT yang ramah pengguna. Xiaomi dengan percaya diri bahkan berani mengklaim bahwa MiMo Code mampu mengalahkan Claude Code buatan Anthropic di berbagai platform benchmark, terutama untuk tugas-tugas koding kompleks yang membutuhkan banyak tahap penyesuaian. Wah, siap-siap ya, para koder, karena persaingan di dunia AI coding makin seru!
Mengapa MiMo Code Begitu Spesial? Ini Dia Rahasianya!
Pernahkah kamu merasa frustrasi ketika asisten AI-mu tiba-tiba lupa dengan struktur proyek yang sedang kamu garap? Atau kesal karena model AI kehilangan jejak keputusan penting yang sudah dibuat di awal sesi? Nah, masalah klasik inilah yang coba dipecahkan oleh Xiaomi melalui MiMo Code. Asisten canggih ini dibangun dari proyek open source bernama OpenCode, namun Xiaomi tidak sekadar mengambil dan menyalinnya. Mereka mengembangkan lebih lanjut dengan menambahkan berbagai fitur mutakhir, termasuk sistem memori yang revolusioner, mode workflow yang terstruktur, dan integrasi model AI buatan Xiaomi sendiri yang mumpuni. Tujuan utamanya jelas: mengatasi keterbatasan utama yang sering ditemui pada asisten coding AI, yaitu menurunnya kemampuan model untuk mengingat konteks proyek saat sesi kerja berlangsung lama. Seiring bertambahnya konteks dan instruksi yang harus diproses, model AI sering kehilangan informasi penting terkait keputusan yang sudah diambil, struktur proyek, hingga status pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Xiaomi pun bergerak cepat dengan membekali MiMo Code sistem memori lintas sesi (cross-session memory) yang cerdas dan andal.
Sistem Memori Empat Lapis: MiMo Code Tak Akan Lupa!
Sistem memori yang diusung MiMo Code bukanlah sistem sembarangan, karena Xiaomi merancangnya dengan empat lapisan memori yang saling terintegrasi. Pertama, ada memori proyek yang disimpan secara permanen, sehingga semua keputusan penting tetap tersimpan rapi. Kedua, terdapat checkpoint yang berfungsi sebagai titik pemulihan jika terjadi kesalahan. Ketiga, ada catatan sementara untuk menyimpan informasi jangka pendek. Terakhir, tersedia log progres tugas yang mencatat setiap langkah pengerjaan secara detail. Seluruh informasi ini dikelola menggunakan SQLite FTS5 untuk memudahkan pencarian dan pemanggilan kembali konteks yang relevan dengan cepat. Xiaomi juga menambahkan sub-agent khusus bernama “checkpoint-writer” yang bertugas mencatat perkembangan proyek secara otomatis, tanpa mengganggu pekerjaan agen utama. Dengan pendekatan inovatif ini, MiMo Code diklaim mampu melanjutkan pekerjaan dengan lebih konsisten, meskipun sesi pengembangan berlangsung dalam waktu lama atau melibatkan ratusan langkah pengerjaan yang rumit. Selain itu, tersedia fitur unik bernama “/dream” yang secara berkala meninjau sesi-sesi sebelumnya untuk diringkas menjadi memori jangka panjang. Ada juga fitur “distill” yang bisa mengidentifikasi pola pekerjaan berulang untuk kemudian diotomatisasi, sehingga pekerjaanmu menjadi jauh lebih efisien dan produktif.
Klaim Mengejutkan: MiMo Code Ungguli Claude di Berbagai Benchmark!
Sekarang mari kita bicara soal angka-angka yang bikin penasaran! Berdasarkan data yang dibagikan Xiaomi, MiMo Code yang dipasangkan dengan model MiMo-V2.5-Pro berhasil mencatat skor lebih tinggi dibandingkan Claude Code pada beberapa platform benchmark terkemuka. Pada SWE-bench Verified, MiMo Code mencatat skor 82 persen, sementara Claude Code harus puas di posisi 79 persen. Di SWE-bench Pro, perbedaannya semakin terlihat dengan MiMo Code meraih skor 62 persen, mengungguli Claude Code yang berada di angka 55 persen. Adapun pada Terminal Bench 2, MiMo Code kembali unggul dengan skor 73 persen, sedangkan Claude Code hanya memperoleh 69 persen. Xiaomi juga menyebut telah melakukan evaluasi internal secara double-blind terhadap 576 pengembang yang mengerjakan 474 repositori privat. Hasilnya, MiMo Code dan Claude Code menunjukkan performa yang relatif seimbang pada tugas dengan kurang dari 200 langkah eksekusi. Namun pada tugas yang melibatkan lebih dari 200 langkah, MiMo Code menunjukkan keunggulan signifikan dengan tingkat keberhasilan di atas 65 persen. Meski demikian, Xiaomi dengan jujur mengakui bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil pengujian internal dan belum diverifikasi secara independen, sehingga kita tunggu saja verifikasi dari pihak ketiga.
Bisa Dipakai Suara! Fitur Keren yang Bikin Kamu Makin Produktif!
Bayangkan betapa menyenangkannya bisa memberikan perintah koding hanya dengan berbicara, tanpa harus mengetik satu pun kode! MiMo Code mewujudkan kemewahan itu dengan menghadirkan kontrol suara melalui teknologi pengenalan suara MiMo-ASR yang dipadukan dengan sistem deteksi aktivitas suara TenVAD. Pengguna dapat memberikan instruksi secara lisan, termasuk menjalankan perintah seperti “send” atau “execute” tanpa perlu menggunakan keyboard. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang ingin bekerja lebih santai atau memiliki keterbatasan fisik. MiMo Code juga dirancang agar bisa bekerja langsung di lingkungan terminal, termasuk membaca dan menulis file, menjalankan perintah sistem, serta mengelola repositori Git dengan lancar. Aplikasi ini bahkan dapat mengimpor konfigurasi, server MCP, keterampilan khusus, dan API yang sebelumnya digunakan di Claude Code. Fitur lainnya yang tak kalah menarik adalah Compose Mode. Dalam mode ini, pengguna cukup menjelaskan tujuan pengembangan secara umum, sementara sistem akan menangani proses perencanaan, penulisan kode, pengujian, hingga peninjauan hasil secara otomatis. Sungguh pengalaman koding yang benar-benar berbeda dan menyenangkan!
Tersedia Gratis! Buruan Cobain Sebelum Kehabisan!
Kabar baiknya, MiMo Code sudah tersedia di platform GitHub dan terhubung secara otomatis ke layanan “MiMo Auto”, yang memberikan akses gratis dalam waktu terbatas ke model MiMo-V2.5. MiMo Code juga mendukung integrasi dengan layanan pihak ketiga yang kompatibel dengan API OpenAI, termasuk DeepSeek, Kimi, dan GLM. Asisten coding ini dapat diinstal di macOS dan Linux melalui perintah terminal, serta tersedia untuk Windows melalui npm. Jadi, bagi kamu para koder yang ingin mencoba sensasi bekerja dengan asisten AI super canggih ini, segera kunjungi GitHub dan instal MiMo Code sekarang juga! Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerjamu dengan teknologi AI terkini dari Xiaomi. Jangan sampai ketinggalan, karena masa depan dunia pemrograman sudah ada di depan mata!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

