• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Ilmuwan China Kembangkan Baterai Lithium Primer Berdaya Tahan di Suhu -40°C

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Agustus 13, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Pernahkah Anda membayangkan sebuah baterai yang tidak hanya menyimpan energi sangat besar, tetapi juga bisa meledakkan daya secara instan saat dibutuhkan, dan yang lebih mengejutkan lagi, tetap bertahan di suhu yang bahkan lebih dingin dari kutub utara? Kabar luar biasa datang dari negeri Tiongkok. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ilmuwan jenius, Chen Zhongwei, dari Dalian Institute of Chemical Physics yang merupakan bagian dari Chinese Academy of Sciences, baru saja mengumumkan terobosan besar. Mereka berhasil menciptakan baterai lithium primer berenergi tinggi dengan kemampuan yang benar-benar di luar nalar, sebuah lompatan teknologi yang siap mengubah permainan di berbagai sektor berat.

Sesuai dengan laporan dari Science and Technology Daily, tim tersebut sukses mengembangkan baterai lithium-metal dalam bentuk pouch atau kemasan fleksibel yang memiliki kapasitas mencapai 25 ampere-hour (Ah). Ukuran ini mungkin terlihat standar, namun jangan salah sangka. Ketika para ilmuwan melakukan pengujian ketat di laboratorium keselamatan milik China Electronics Standardization Institute, hasilnya sungguh mencengangkan. Pada tingkat pengosongan rendah, baterai mungil ini mampu mencapai kepadatan energi lebih dari 750 Wh/kg. Angka ini merupakan rekor baru yang menempatkannya jauh di atas rata-rata baterai konvensional yang beredar di pasaran saat ini.

Fitur unggulan berikutnya dari baterai ini terletak pada kemampuannya untuk mengalirkan daya secara cepat. Tidak hanya sekedar menyimpan energi dalam jumlah besar, baterai ini juga dirancang untuk memberikan “ledakan” tenaga saat kondisi kritis membutuhkannya. Tingkat pengosongannya dapat ditingkatkan hingga 100 kali lipat, sebuah angka yang fantastis, dengan kemampuan menghasilkan arus tinggi mencapai 10C dalam waktu singkat. Untuk memahami betapa istimewanya angka ini, kita perlu mengerti dulu istilah “C” dalam dunia baterai. Bayangkan jika Anda memiliki baterai berkapasitas 1 Ah, pada tingkat 1C secara teori ia akan mengalirkan arus 1 ampere selama satu jam penuh. Ketika Anda meningkatkannya menjadi 2C, arusnya menjadi 2 ampere dan waktu pengosongannya menyusut menjadi sekitar 30 menit. Nah, pada level 10C yang dicapai baterai ini, arus yang dikeluarkan mencapai sekitar 10 kali kapasitas nominalnya, artinya energi dapat dilepaskan dalam sekejap mata. Perlu digarisbawahi, ini bukan berarti kapasitas energinya menjadi 10 kali lebih besar, melainkan baterai ini memiliki kemampuan super cepat dalam mengeluarkan seluruh energinya ketika perangkat tiba-tiba membutuhkan lonjakan daya yang signifikan, misalnya saat drone melakukan akselerasi tajam atau manuver akrobatik di udara.

Pada kondisi suhu ruangan yang normal, kepadatan daya spesifik baterai ini sudah mencapai 4.487 watt/kg, sebuah angka yang sangat mengesankan. Bahkan secara berkelanjutan, baterai ini masih mampu mempertahankan pengosongan pada tingkat 4C tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan. Ini membuktikan bahwa teknologi di balik baterai ini memiliki stabilitas yang sangat baik untuk penggunaan jangka panjang.

Keunggulan Ekstrem yang Mengguncang Dunia Teknologi

Namun, kejutan terbesar dari baterai ciptaan Chen Zhongwei ini sebenarnya terletak pada ketahanannya terhadap suhu ekstrem. Seringkali kita melihat perangkat elektronik mati total ketika dibawa ke daerah dingin. Namun, baterai ini beroperasi dengan tenang di lingkungan yang sangat rendah suhunya. Pada kondisi -40 derajat Celsius, suhu yang mampu membekukan air dalam sekejap dan membuat logam terasa rapuh, baterai ini masih mampu mempertahankan kepadatan energi sebesar 447 Wh/kg pada tingkat pengosongan 1C. Bayangkan, drone pengintai atau robot penjelajah yang dikirim ke kutub atau daerah bersalju ekstrem tetap bisa berfungsi optimal berkat keandalan baterai ini. Selain tahan dingin, baterai ini juga memiliki tingkat self-discharge tahunan yang sangat rendah, yaitu kurang dari 1 persen. Dengan kata lain, energi yang tersimpan di dalamnya hanya berkurang sedikit sekali meskipun baterai disimpan dalam waktu yang sangat lama, sehingga selalu siap pakai ketika dibutuhkan.

Kombinasi karakteristik inilah yang membuat baterai ini dinilai sangat potensial untuk berbagai perangkat canggih. Mulai dari drone yang memerlukan daya besar dan tahan lama, robot industri atau militer, wahana antariksa yang beroperasi di luar atmosfer, hingga sensor-sensor yang ditempatkan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau manusia. Keandalan di suhu ekstrem dan kemampuan menyimpan energi jangka panjang menjadikannya solusi sempurna untuk misi-misi kritis.

Bukan Baterai Isi Ulang, Tapi Ini Justru Kelebihannya

Sekarang, mari kita luruskan satu hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Baterai yang dikembangkan ini merupakan baterai primer, bukan baterai sekunder seperti yang biasa kita gunakan pada smartphone atau kendaraan listrik yang bisa diisi ulang berkali-kali. Artinya, baterai ini dirancang untuk digunakan satu kali hingga energinya benar-benar habis dan tidak untuk diisi ulang. Meskipun terdengar kuno, baterai primer justru memiliki keunggulan utama, yaitu kepadatan energi yang jauh lebih tinggi, masa penyimpanan yang sangat panjang, serta kesiapan pakai yang instan setelah disimpan bertahun-tahun. Teknologi ini sangat vital untuk perangkat yang sulit atau bahkan tidak memungkinkan untuk dilakukan pengecasan ulang, seperti peralatan operasi militer di medan perang, misi penyelamatan jiwa di lokasi bencana, pemadaman kebakaran hutan yang luas, maupun perangkat-perangkat ilmiah yang beroperasi di lokasi terpencil tanpa akses listrik. Kehadiran baterai ini memecahkan masalah logistik energi di tempat-tempat yang paling sulit sekalipun.

Terobosan Material dan Langkah Menuju Produksi Massal

Lalu, apa rahasia di balik performa super canggih ini? Menurut keterangan Chen sebagai ketua tim peneliti, terobosan utama dalam pengembangan baterai ini berasal dari material katoda revolusioner yang disebut high-entropy oxide. Material inilah yang menjadi kunci utama yang memungkinkan baterai mencapai kepadatan energi tinggi dan ketahanan suhu ekstrem yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Tidak berhenti di laboratorium, tim peneliti pun telah bergerak cepat untuk mengkomersialkan teknologi ini. Mereka telah membangun lini produksi percontohan dengan kapasitas sekitar 10 ton per tahun. Langkah strategis ini merupakan upaya nyata untuk menjembatani kesenjangan antara pengembangan material di laboratorium dengan produksi sel baterai dalam skala industri. Yang lebih meyakinkan lagi, baterai ini telah melewati serangkaian pengujian ketat oleh pihak ketiga yang independen. Saat ini, baterai tersebut masih menjalani proses validasi lebih lanjut untuk berbagai penggunaan spesifik, termasuk integrasi pada drone, robot canggih, simulator penerbangan luar angkasa, dan sensor lapangan, sebagaimana dihimpun dari laporan Global Times. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari teknologi ini yang siap membawa dunia memasuki era baru perangkat berenergi tinggi yang tangguh dan andal.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: teknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Redmi K100 Pro Series Hadir Resmi: Bawa Baterai 9.070 mAh dan Ketebalan Di Bawah 8,5 mm

Redmi K100 Pro Series Hadir Resmi: Bawa Baterai 9.070 mAh dan Ketebalan Di Bawah 8,5 mm

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Pasar Smartphone India Kian Ramai, Hadirnya Pemain Baru Wobble dengan Ponsel Pertamanya

Pasar Smartphone India Kian Ramai, Hadirnya Pemain Baru Wobble dengan Ponsel Pertamanya

November 22, 2025
Nvidia Lepas “Otak” Robot Canggih Seharga Rp 56 Juta, Siap Revolusioner Dunia Otomasi!

Nvidia Lepas “Otak” Robot Canggih Seharga Rp 56 Juta, Siap Revolusioner Dunia Otomasi!

Agustus 28, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Juli 20, 2026
Acer Resmi Perkenalkan Predator Atlas 7, Handheld Gaming 7 Inci Bertenaga Intel Arc G3 Extreme

Watch 6 Series hingga FreeBuds Neo, Huawei Lengkapi Portofolio Wearable Global

September 4, 2026
Hadir di Tanah Air, Nubia A57 Tawarkan Gaya Mirip iPhone 17 Pro dengan Harga Terjangkau

POCO F9 Pro dan F9 Ultra Resmi Global: Bawa Chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Kamera 200 MP”

September 3, 2026
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026

Follow Us

slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version