• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Garmin Resmi Meluncurkan Fenix 9 dan 9 Pro di Indonesia, Ini Rincian Harganya

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Oktober 28, 2026
Home Gadget
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Kabar gembira buat kamu pencinta gadget sultan dan aktivitas outdoor! Raksasa teknologi Garmin secara resmi memboyong duo smartwatch multisport paling ganas mereka, yaitu Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro, ke pasar Indonesia pada Selasa (27/10/2026). Kehadiran jam tangan pintar flagship ini jelas langsung menyita perhatian publik tanah air yang sudah menantikan performa monster dari seri Fenix terbaru ini.

Tentu saja, Garmin nggak main-main karena kedua jam tangan super pintar ini membawa segudang peningkatan luar biasa. Mulai dari pemantauan stamina tubuh secara real-time, navigasi peta yang makin presisi, hingga desain bodi yang jauh lebih tangguh dan berkelas.

Sebenarnya, publik dunia sudah dibuat terpukau saat Garmin memperkenalkan seri Fenix 9 ini secara global pada Agustus 2026 lalu. Namun, sekarang kamu sudah bisa meminang jam tangan idaman ini di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 18,79 juta untuk Fenix 9 dan Rp 20,79 juta untuk Fenix 9 Pro.

Nggak cuma itu, kamu perlu tahu bahwa variasi harga tersebut sangat bergantung pada pilihan material, warna, tipe tali strap, serta ukuran jam yang kamu pilih.

Nah, supaya kamu nggak penasaran lagi sama rincian harganya, yuk simak daftar harga lengkap Garmin Fenix 9 Series di Indonesia berikut ini!

Harga Garmin Fenix 9 Series di Indonesia

Harga Garmin Fenix 9 di Indonesia

  • Fenix 9 43 mm, Fog Gray, Bare Titanium Rp 18.790.000
  • Fenix 9 43 mm, Pebble Gray, Bare Titanium Rp 18.790.000
  • Fenix 9 47 mm, Bare Titanium, tali Pebble Gray Rp 18.790.000
  • Fenix 9 47 mm, Carbon DLC, tali hitam Rp 19.790.000
  • Fenix 9 51 mm, Bare Titanium, tali Pebble Gray Rp 20.790.000
  • Fenix 9 51 mm, Carbon DLC, tali hitam Rp 21.790.000

Harga Garmin Fenix 9 Pro di Indonesia

  • Fenix 9 Pro AMOLED 43 mm, Carbon Gray DLC Titanium, tali Black/Pebble Gray Silicone Rp 21.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 43 mm, Autumn Gold Titanium, tali Cream/Fog Gray Silicone Rp 21.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 43 mm, Titanium, tali Shell Pink/Autumn Orange Silicone Rp 20.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 43 mm, Autumn Gold Titanium, tali kulit Bone Rp 23.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 47 mm, Titanium, tali Autumn Orange/Spark Orange Silicone Rp 20.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 47 mm, Carbon Gray DLC Titanium, tali Black/Pebble Gray Silicone Rp 21.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 47 mm, Titanium, tali kulit Walnut Rp 22.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 51 mm, Titanium, tali Autumn Orange/Spark Orange Silicone Rp 22.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 51 mm, Carbon Gray DLC Titanium, tali Black/Pebble Gray Silicone Rp 23.790.000
  • Fenix 9 Pro AMOLED 51 mm, Titanium, tali kulit Walnut Rp 24.790.000
  • Fenix 9 Pro Solar 47 mm, Titanium, tali Pebble Gray/Silver Gray Silicone Rp 20.790.000
  • Fenix 9 Pro Solar 51 mm, Titanium, tali Pebble Gray/Silver Gray Silicone Rp 22.790.000

Kabar baiknya, kamu bisa langsung berburu kedua smartwatch monster garapan Garmin ini melalui toko resmi Garmin maupun mitra marketplace tepercaya di Indonesia mulai hari ini!

Fitur Unggulan Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro

Meskipun menyandang nama varian berbeda, Garmin tetap membekali Fenix 9 dan Fenix 9 Pro dengan jajaran fitur unggulan canggih yang serupa.

Salah satunya, Garmin menyematkan sistem pemantauan stamina fisik yang mengandalkan dua fitur utama, yakni Stamina Zones dan Stamina Curve.

Lewat fitur ini, kamu bisa memahami daya tahan tubuh secara presisi, mengontrol intensitas latihan, sekaligus menentukan strategi pace terbaik saat berlari atau bersepeda.

Secara teknis, Stamina Zones membagi intensitas olahraga ke dalam lima zona terukur berdasarkan kondisi fisik kamu.

Sementara itu, Stamina Curve bertugas memperkirakan berapa lama stamina tubuh kamu sanggup bertahan pada tingkat intensitas tertentu.

Selain itu, Garmin memperkenalkan fitur anyar bernama Garmin Epic yang memungkinkan kamu menggabungkan jejak berbagai aktivitas olahraga selama berhari-hari hingga berbulan-bulan menjadi satu petualangan seru di aplikasi Garmin Connect.

Bahkan, kamu bisa merangkai data aktivitas, kesehatan, performa fisik, serta foto dokumentasi untuk kamu pamerkan di media sosial.

Spesifikasi Garmin Fenix 9

Berbicara soal spesifikasi, Garmin Fenix 9 hadir memukau lewat layar AMOLED yang diklaim dua kali lebih terang dibanding generasi terdahulu, lengkap dengan lapisan kaca Sapphire Crystal anti gores.

Nggak hanya itu, smartwatch ini hadir dalam ukuran 43 mm, 47 mm, dan 51 mm, serta mengusung memori internal super lega 64 GB yang dua kali lebih besar dari sebelumnya.

Selanjutnya, Garmin merombak mesin pemrosesan peta bawaannya, sehingga pergerakan navigasi peta di layar terasa 30 persen lebih cepat.

Bahkan, fitur Perspective View hadir membantu kamu melihat detail kontur medan di sepanjang rute perjalanan secara jelas.

Untuk urusan ketahanan, Fenix 9 mengantongi sertifikasi 10 ATM dan sanggup kamu pakai menyelam hingga kedalaman 40 meter.

Di samping itu, Garmin menanamkan konektivitas lengkap seperti GPS multiband, SatIQ, Bluetooth, ANT Plus, hingga Wi-Fi.

Bahkan, jam tangan ini menyajikan sensor lengkap mulai dari detak jantung, Pulse Ox, altimeter barometrik, kompas, giroskop, akselerometer, hingga termometer.

Spesifikasi Garmin Fenix 9 Pro

Jika kamu butuh performa lebih hebat, Garmin Fenix 9 Pro membawa seluruh fitur Fenix 9 dengan peningkatan yang jauh lebih mewah.

Pasalnya, untuk pertama kali dalam keluarga Fenix, Garmin merancang bodi model Pro menggunakan material titanium yang tangguh namun sangat ringan.

Nggak main-main, layar AMOLED pada Fenix 9 Pro mampu memancarkan tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits.

Bahkan, khusus varian 51 mm, Garmin menyematkan layar AMOLED 1,5 inci yang dinobatkan sebagai layar terbesar dalam sejarah seri Fenix.

Berdasarkan klaim Garmin, layar raksasa ini menyajikan area tampilan visual 15 persen lebih luas dibanding generasi sebelumnya tanpa memperbesar ukuran casing.

Selain itu, Fenix 9 Pro dibekali senter LED terintegrasi dengan mode lampu hijau untuk menjaga penglihatan malam kamu di tempat gelap.

Sementara bagi kamu yang butuh daya tahan ekstra, Garmin menyediakan opsi Fenix 9 Pro Solar ukuran 47 mm dan 51 mm.

Dahsyatnya lagi, varian Solar 51 mm diklaim sanggup bertahan hingga 57 hari dalam mode smartwatch berkat dukungan pengisian daya tenaga surya.

Dari sisi keselamatan, Garmin menghadirkan LiveTrack Notifications agar kerabat terdekat bisa memantau pergerakan kamu secara real-time.

Alhasil, lewat fitur Garmin Locate di aplikasi Garmin Messenger, kamu dapat membagikan lokasi presisi demi keamanan maksimal saat berpetualang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Gadget
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Apple Rilis iPad Mini 8: Bodi Cuma 5,4 mm, Pakai Layar OLED 1.200 Nits dan Chip 2nm A20 Pro

Apple Rilis iPad Mini 8: Bodi Cuma 5,4 mm, Pakai Layar OLED 1.200 Nits dan Chip 2nm A20 Pro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Tak Mau Chat Hilang? Ini 2 Metode Ampuh Restore WhatsApp di iPhone

Tak Mau Chat Hilang? Ini 2 Metode Ampuh Restore WhatsApp di iPhone

Oktober 13, 2025
Nvidia Revitalisasi RTX Pro 5000, Suntik Memori Jadi 72GB untuk Komputasi AI

Nvidia Revitalisasi RTX Pro 5000, Suntik Memori Jadi 72GB untuk Komputasi AI

Desember 22, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Samsung Luncurkan Galaxy Buds On, TWS Model Clip-On Khusus Penggemar Olahraga

Samsung Luncurkan Galaxy Buds On, TWS Model Clip-On Khusus Penggemar Olahraga

Oktober 4, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah Jam Gacor Itu Marketing Bukan Meteorologi Cara Membaca Klaim Tanpa Data RNG Bukan Jadwal Kereta Kenapa Tidak Ada Jadwal Keluar di Slot RTP vs Volatilitas Dua Angka yang Sering Ditukar Dua Risiko yang Beda Testimoni Menang di Grup Bukti atau Seleksi Cerita yang Sistematis Near Miss dan Scatter Hampir Jadi Cara Mesin Membuat Anda Merasa Dekat Autoplay Stop Loss dan Jebakan Rasa Kendali Siapa Sebenarnya yang Menekan Tombol Pola 3x Putaran 5x Putaran Kenapa Streak Pendek Terlihat Seperti Sinyal Bonus dan Free Spin Matematika Promosi vs Ilusi Pintu Rezeki Sunk Cost di Slot Kenapa Kalah Sebentar Membuat Orang Menambah Modal Demo vs Uang Nyata Yang Berubah Bukan RNG Tapi Tekanan Keputusan Bibit Acak dan Layar Berkedip Mengapa Putaran Baru Papan Skor Kemenangan Cara Survivorship Bias Membuat Deretan Turnover Bukan Tabungan Membedah Angka Putaran Syarat Taruhan Ketika Hadiah di Depan Pintu Membawa Kunci yang Tidak Ditampilkan Naik Turun Hasil dan Ketahanan Modal Mengapa Dua Orang Izin dan Lab Uji Cara Membaca Klaim Certified Tanpa Tenggelam dalam Logo Martingale dan Rasa Aman yang Dibeli dengan Modal Lebih Besar Progressive Jackpot Dari Mana Hadiah Raksasa Datang dan Siapa yang Mencicilnya Menit ke 10 dan Menit ke 90 Mengapa Kelelahan Mengubah Kualitas Keputusan Angka Max Win di Iklan Batas Teoretis atau Pancingan Tampilan integrasi OpenAI GPT-5 arsitektur crash game Aviator Spribe riset DeepMind Google formasi deterministik mekanisme cascading reels uji stres model AI Claude 3.5 Sonnet memetakan frekuensi Meta Llama 4 rilis framework probabilitas real-time multiplier peneliti MIT terapkan algoritma Q-Learning generatif takar volatilitas breakthrough arsitektur MoE AI Anthropic ungkap parameter tersembunyi NVIDIA Blackwell GPU dorong kecepatan komputasi prediksi simbol Microsoft Copilot Gaming Edition analisis komparatif efisiensi pola eksperimen neural network Stanford buktikan korelasi siklus putaran terobosan generative diffusion model menemukan ritme fluktuasi return pemanfaatan model inferensi Groq LPU percepat pemrosesan pola studi komputasi kuantum IBM Quantum System Two pecahkan kompleksitas implementasi reinforcement learning human feedback ungkap variabel kemenangan inovasi Apple Intelligence on-device sensor prediktif ayunan nilai laporan laboratorium AI Tsinghua bongkar struktur probabilitas acak integrasi vision-language model Google Gemini Pro optimalkan pemantauan arsitektur agentic AI otonom uji ketahanan kalkulasi taruhan terobosan recurrent neural architecture buktikan dinamika kluster simbol algoritma kompresi vektor AI Mistral menghitung titik jenuh framework Bayesian AI terdesentralisasi Web3 bedah metodologi penghitungan

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version