Newtechclub.com – Nvidia akhirnya mengungkap upgrade tak terduga untuk GPU andalannya. Tepatnya, mereka baru saja meluncurkan versi teranyar dari GPU AI RTX Pro 5000 Blackwell yang langsung membuat komunitas teknologi heboh. Perubahan besarnya? Kapasitas VRAM yang melonjak drastis! Kalau sebelumnya “cuma” 48 GB, sekarang Nvidia memberanikan diri untuk meningkatkan kapasitasnya hingga 50 persen lebih besar. Bayangkan, kini GPU ini dibekali memori video superbesar 72 GB yang siap menggempur berbagai beban kerja AI di segmen menengah.
Lantas, bagaimana Nvidia bisa mencapai angka fantastis itu? Rahasianya terletak pada modul memori yang mereka gunakan. Alih-alih memakai 16 modul seperti varian lama, Nvidia kini memasang 24 modul GDDR7 canggih ke dalam papan kartu grafis ini. Namun, perlu Anda catat, kecepatan memori intinya tetap sama, yakni bertahan di angka 28 Gbps yang sudah sangat kencang. Jadi, fokus upgrade kali ini benar-benar pada kapasitas, bukan kecepatan.
Tentu saja, Nvidia tidak melakukan ini tanpa alasan yang kuat. Mereka secara gamblang menyatakan bahwa peningkatan gila-gilaan ini khusus ditujukan untuk memenuhi dahaga komputasi era baru. Mulai dari AI generatif yang sedang tren, agentic AI yang cerdas, sampai berbagai pekerjaan profesional berat seperti rendering 3D, simulasi kompleks, dan yang paling hot: inferensi model bahasa besar (LLM). Dengan memori sebesar ini, Anda bisa menjalankan model AI raksasa dan workflow komputasi paling berat sekalipun tanpa takut lagi mengalami bottleneck yang mematikan pada bagian memori.
Yang lebih mencengangkan, meskipun VRAM-nya digenjot habis-habisan, spesifikasi inti lainnya dari GPU ini ternyata tidak berubah sama sekali. RTX Pro 5000 Blackwell 72 GB ini masih mengandalkan jantung GPU GB202 yang sama, dengan 14.080 CUDA Cores yang siap beraksi. Performa AI-nya tetap mentok di 2.142 TOPS, antarmuka memori 384-bit, bandwidth mengesankan hingga 1,34 TB/s, dan konsumsi dayanya juga tetap terkontrol di angka 300 watt. Bahkan, desain fisiknya pun tidak berubah; masih mengusung sistem pendingin udara dua slot yang compact.
Jangan salah sangka dulu! Walaupun spesifikasi dasarnya sama, klaim performa yang diumbar Nvidia sungguh luar biasa. Mereka dengan percaya diri mengklaim bahwa kartu grafis mutakhir ini mampu menghadirkan lompatan kinerja hingga 3,5 kali lipat untuk tugas generasi gambar berbasis AI dibandingkan generasi sebelumnya. Tidak hanya itu, untuk generasi teks, peningkatannya mencapai 2 kali lipat, dan untuk inferensi LLM, Anda bisa mengharapkan percepatan hingga 2,1 kali lipat. Bahkan, dalam aplikasi profesional seperti Arnold, Chaos V-Ray, Blender, serta renderer real-time seperti D5 Render dan Redshift, waktu pemrosesan diklaim bisa dipangkas hingga 4,7 kali lebih cepat!
Pertanyaan besar kini adalah: kapan kita bisa memegangnya? Kabar baiknya, menurut rangkuman dari Wccftech, GPU AI Nvidia RTX Pro 5000 Blackwell 72 GB ini sudah bisa Anda pesan melalui sejumlah produsen mitra Nvidia mulai pekan ini. Akan tetapi, sayangnya, harga resmi produk ini masih menjadi misteri dan belum diumbar ke publik oleh Nvidia.
Upgrade ini patut dicatat sebagai momen bersejarah. Pasalnya, inilah pertama kalinya Nvidia memutuskan untuk memperbarui hanya kapasitas VRAM dari model terbaru di jajaran RTX Pro Blackwell Series. Strategi ini jelas mengundang tanda tanya sekaligus decak kagum. Banyak analis meyakini bahwa langkah berani ini sengaja diambil Nvidia untuk memperkecil kesenjangan VRAM yang selama ini terjadi antara lini menengah dan atas. Ingat, sebelumnya ada jarak yang lebar antara RTX Pro 5000 (48 GB) dengan sang flagship, RTX Pro 6000, yang memiliki VRAM 96 GB.
Apa implikasi dari langkah Nvidia ini? Ternyata, ini baru permulaan! Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, Nvidia kabarnya akan menerapkan strategi peningkatan VRAM serupa ke segmen lainnya di masa depan. Bahkan, rumor yang beredar kuat menyebutkan bahwa GPU konsumen generasi RTX 50 Super pun akan mendapat sentuhan serupa. Langkah visioner ini akhirnya dipicu oleh lonjakan kebutuhan komputasi AI dan beban kerja berat yang melanda hampir semua industri saat ini. Dengan kata lain, Nvidia sedang mempersiapkan senjata untuk menghadapi masa depan yang sepenuhnya didorong oleh kecerdasan buatan.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id







