Newtechclub.com – Dunia gaming portable kembali dihebohkan oleh Acer. Dalam ajang pameran teknologi terbesar Eropa, IFA 2026 yang digelar di Berlin, Jerman, pada Rabu (2/9/2026), vendor asal Taiwan itu secara mengejutkan memamerkan sebuah perangkat konsep yang langsung mencuri perhatian. Namanya Project DualPlay Mini, dan sejak awal kemunculannya, perangkat ini sudah terlihat berbeda dari konsol genggam pada umumnya.
Sekilas, ketika pertama kali melihatnya, mata kita pasti langsung tertuju pada bentuknya yang sangat mirip dengan konsol Acer Predator Atlas yang sudah beredar di pasaran. Di bagian tengah, terdapat layar yang diapit oleh berbagai tombol dan dua joystick di sisi kiri dan kanan, persis seperti saudara kembarnya. Namun jangan terkecoh oleh penampilan awalnya, karena di balik bentuk yang tampak konvensional itu, tersimpan sebuah kejutan besar yang bahkan membuat para pengunjung pameran saling berbisik kagum.
Keunikan sesungguhnya dari perangkat ini baru akan terungkap ketika kita membuka bodinya. Iya, membuka! Karena di balik cangkang keras handheld tersebut, Acer menyembunyikan komponen yang sangat tidak terduga: sebuah speaker berkualitas tinggi dan keyboard fisik lengkap ala laptop, meskipun tanpa trackpad. Bayangkan, sebuah konsol genggam yang biasanya hanya mengandalkan sentuhan jari di layar, kini tiba-tiba bisa menjelma menjadi perangkat produktivitas layaknya komputer jinjing.
Bahkan, Acer tidak berhenti sampai di situ. Mereka menerapkan mekanisme flip-and-swivel atau putar-balik pada layar Project DualPlay Mini, dan mekanisme inilah yang menjadi kunci utama dari seluruh keajaiban perangkat ini. Dengan mekanisme tersebut, pengguna dapat dengan leluasa memutar layar dari posisi depan ke belakang, atau sebaliknya, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan saat itu. Ketika layar diputar ke belakang, pemandangan yang tercipta sungguh unik: layar tersebut akan diapit oleh dua speaker besar di sisi kiri dan kanan, sehingga tampak seperti sepasang sayap robot yang siap mengeluarkan suara gemuruh.
Dengan kombinasi cerdas antara layar yang bisa berputar, speaker bertenaga, dan keyboard fisik yang tersembunyi rapi, Acer seolah memberi sulap digital pada penggunanya. Dalam sekejap, perangkat ini dapat berubah dari sebuah handheld gaming biasa menjadi sebuah laptop mini yang sangat fungsional. Konsep ini sepertinya lahir dari kegelisahan Acer mendengar keluhan para gamer di seluruh dunia: mereka ingin memainkan game PC favorit dengan nyaman menggunakan keyboard, tetapi pada saat yang sama, mereka enggan membawa laptop gaming yang biasanya berukuran besar, berat, dan merepotkan saat bepergian.
Tentu saja, ide untuk menggabungkan laptop dengan konsol genggam bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru di industri teknologi. Beberapa produsen seperti Ayaneo, OneXPlayer, dan GPD sudah lebih dulu bereksperimen dengan perangkat serupa di masa lalu. Namun, Acer mencoba membawa pendekatan yang segar dan berbeda melalui mekanisme flip-and-swivel yang inovatif, serta menyembunyikan keyboard fisik dengan sangat rapi di balik bentuk sebuah handheld. Pendekatan ini memberikan nilai tambah dari segi estetika dan kepraktisan yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya.
Beralih ke sektor dapur pacu, Project DualPlay Mini mengusung layar berukuran 8 inci, yang ukurannya memang sangat serupa dengan konsol gaming handheld Acer Predator Atlas. Saat berada dalam mode handheld, para pengguna dapat mengontrol jalannya permainan dengan memanfaatkan joystick TMR dan trigger Hall-effect yang disematkan. Teknologi ini dipilih khusus karena mampu memberikan kontrol yang sangat presisi, serta secara efektif mengurangi keausan mekanis yang dalam jangka panjang sering kali menjadi penyebab utama masalah seperti drift pada joystick konsol konvensional.
Sementara itu, ketika beralih ke mode laptop mini, perangkat ini pun dengan cepat beradaptasi menjadi alat produktivitas andalan. Pengguna bisa dengan nyaman mengetik dokumen penting, membalas e-mail pekerjaan, atau bahkan mengerjakan tugas-tugas ringan lainnya di mana pun mereka berada. Lebih dari itu, Acer juga membayangkan skenario di mana para pengguna memanfaatkan keyboard ini untuk memainkan game-game yang memang lebih nyaman jika dikendalikan dengan tombol fisik, terutama untuk genre first-person shooter (FPS) yang membutuhkan gerakan cepat dan akurat, serta game MOBA yang mengandalkan kombinasi tombol kompleks.
Tidak hanya mengandalkan keyboard bawaan, para gamer juga dapat dengan mudah memasangkan mouse Bluetooth eksternal ke perangkat ini. Dengan begitu, DualPlay Mini bisa bertransformasi sepenuhnya menjadi sebuah laptop gaming yang siap tempur, lengkap dengan kombinasi keyboard dan mouse yang sudah tidak asing lagi bagi para pecinta game kompetitif. Bahkan, apabila pengguna membutuhkan area tampilan yang lebih luas, konsol 2-in-1 ini juga dapat dengan praktis dihubungkan ke monitor eksternal, sehingga pengalaman bermain game atau bekerja menjadi semakin imersif dan nyaman.
Melalui konsep serbaguna ini, Acer secara jelas ingin menjawab kebutuhan zaman: perpindahan yang mulus antara aktivitas bermain game yang intens dan pekerjaan produktif tanpa perlu repot membawa dua perangkat berbeda. Perangkat ini seakan menjadi jembatan emas antara dunia hiburan dan produktivitas yang selama ini sering kali terpisah.
Sayangnya, untuk urusan spesifikasi teknis yang lebih mendetail, Acer masih terbilang sangat misterius. Pihak perusahaan baru mengonfirmasi bahwa konsol genggam “lipat” ini ditenagai oleh prosesor Intel. Namun, mereka masih merahasiakan model chip spesifik yang digunakan. Bukan hanya itu, sejumlah spesifikasi penting lainnya pun masih diselimuti kabut tebal, termasuk resolusi layar, tingkat penyegaran (refresh rate), kapasitas RAM dan media penyimpanan, daya tahan baterai, dimensi fisik, hingga bobot perangkat yang belum diungkapkan ke publik.
Meskipun demikian, Acer setidaknya telah memperlihatkan satu keunggulan lain yang tak kalah penting, yaitu sistem pendingin yang diandalkan. Project DualPlay Mini mengusung sistem pendingin Predator AeroBlade yang merupakan perpaduan antara kipas berbahan logam dan kipas plastik konvensional. Sistem ini didukung pula oleh teknologi Vortex Flow milik Acer sendiri. Berdasarkan hasil pengujian internal perusahaan, desain pendingin ini diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 10 persen lebih baik dibandingkan dengan kipas plastik biasa. Ini tentu kabar baik bagi para gamer yang khawatir perangkatnya cepat panas saat dipakai bermain game berat dalam waktu lama.
Namun, perlu dicatat bahwa semua kehebatan ini masih harus dinikmati dengan sedikit kesabaran. Pasalnya, Acer dengan tegas menyatakan bahwa Project DualPlay Mini saat ini masih dalam tahap perangkat konsep dan belum menjadi produk komersial yang siap dipasarkan. Karena statusnya yang masih berupa prototipe, perusahaan belum mengumumkan harga jual maupun jadwal peluncuran resminya. Informasi ini dihimpun dari sejumlah sumber terpercaya seperti Ubergizmo dan Notebook Check, yang turut meliput kehadiran perangkat unik ini di IFA 2026.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







