Jakarta (newtechclub.com) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (AI) dan pemanfaatan data bakal menjadi game changer bagi sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, kedua teknologi ini bisa mengubah wajah pertanian tradisional menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Namun, untuk mencapai hal itu, konektivitas digital hingga ke pelosok desa harus diperkuat terlebih dahulu.
baca juga: NASA dan ISRO Luncurkan Satelit NISAR Akhir Juli, ini detailnya!
Nezar tak menampik bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan berat. Mulai dari ancaman perubahan iklim, degradasi lahan, hingga minimnya regenerasi petani muda. Ia menegaskan, transformasi digital bukan sekadar ikut tren, melainkan solusi strategis untuk menjawab masalah-masalah tersebut.
“Lihat saja, teknologi seperti sensor cerdas, drone, otomasi, dan analitik prediktif sudah terbukti meningkatkan efisiensi produksi.
Infrastruktur Digital Desa Jadi Fondasi Pertanian Modern
Kemenkominfo sendiri sedang gencar melakukan perluasan jaringan internet, pelatihan literasi digital, dan kolaborasi dengan kampus seperti UGM untuk riset dan pengembangan solusi pertanian berbasis teknologi.
“Kami tak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan akademisi, pelaku usaha, dan petani muda sangat penting,” ucap Nezar.
Ajakan Gotong Royong untuk Kedaulatan Pangan
Wamenkomdigi pun mengajak semua pihak, terutama akademisi dan praktisi pertanian, untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo tentang kemadirian pangan.
“AI dan data adalah jembatan menuju pertanian Indonesia yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tegasnya. Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, ia yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di masa depan.
Masa Depan Pertanian Indonesia: Lebih Cerdas dan Berkelanjutan
Nezar optimistis, jika seluruh potensi digital digarap serius, sektor pertanian Indonesia akan mengalami lompatan besar. Tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Kita harus bergerak cepat. Era pertanian tradisional sudah harus bertransformasi,” pungkasnya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, Indonesia bisa menciptakan sistem pertanian yang lebih cerdas, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.







