• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Apple Resmi Pensiunkan Mac Pro, Tidak Ada Model Penerus

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
April 7, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Apple secara mengejutkan menghentikan penjualan Mac Pro, komputer desktop premium mereka, pada pekan ini. Keputusan mendadak ini langsung membuat para penggemar berat produk Apple geleng-geleng kepala.

Siapa sih yang nggak kenal dengan perangkat ikonik satu ini? Mac Pro memang terkenal di seluruh dunia berkat desain khasnya yang kerap dijuluki mirip “parutan keju” . Loh, kenapa begitu? Soalnya, bagian depan dan belakang bodinya dipenuhi pola lubang yang tersusun rapi—unik banget, kan?

Nah, berdasarkan pantauan langsung di situs resmi Apple.com pada Jumat (27/3/2026), produk Mac Pro yang pertama kali meluncur pada 2019 tersebut sudah tidak lagi muncul di halaman penjualan. Coba bayangkan! Produk yang dulu jadi primadona para kreator profesional itu kini lenyap begitu saja dari etalase digital Apple.

Bukan cuma itu! Apple juga mengonfirmasi secara terbuka kepada media teknologi 9to5Mac bahwa Mac Pro memang telah resmi dihentikan produksi dan pemasarannya. Mereka nggak main-main dengan keputusan ini.

Lebih mencengangkan lagi, Apple disebut tidak menyiapkan model penerus untuk lini Mac Pro di masa mendatang. Jadi, jangan berharap ada “Mac Pro 2027” atau semacamnya. Apple benar-benar menutup buku cerita Mac Pro untuk selamanya!

Tentu saja, keputusan ini menandai berakhirnya salah satu produk paling ikonik dalam jajaran komputer Mac. Di sisi lain, langkah berani ini juga memberi sinyal bahwa Apple tengah mengubah pendekatannya untuk pasar pengguna profesional. Mereka nggak sekadar menghentikan produk, tetapi merombak total strategi!

Lalu, bagi konsumen yang masih mencari perangkat kelas atas dari Apple, Mac Studio kini menjadi salah satu alternatif utama. Perangkat keren ini dapat dikonfigurasi dengan chip Apple M3 Ultra, CPU hingga 32-core, GPU hingga 80-core, memori terpadu sampai 256 GB, serta SSD hingga 16 TB. Wah, monster banget, kan? Secara spesifikasi, kemampuan Mac Studio bahkan dinilai sudah melampaui generasi terakhir Mac Pro. Jadi, nggak heran kalau Mac Pro kalah telak!

Tersaingi oleh Produk Sesama Lini Mac

Sebenarnya, Mac Pro punya perjalanan yang cukup panjang di ekosistem Apple. Komputer ini dikenal lewat desain tower yang menjadi salah satu tampilan paling khas di jajaran Mac. Namun, waktu terus berjalan, dan persaingan makin ketat.

Apple pertama kali memperkenalkan Mac Pro pada 2019 bersamaan dengan monitor profesional Pro Display XDR. Saat itu, Mac Pro masih ditenagai prosesor Intel—beda banget sama lini Mac sekarang yang sudah beralih ke chip buatan Apple sendiri. Karena itu, penghentian lini ini dinilai cukup masuk akal oleh para analis teknologi.

Oh iya, Apple sempat menyegarkan Mac Pro pada 2023 dengan menghadirkan chip M2 Ultra. Sayangnya, setelah pembaruan tersebut, tak ada lagi peningkatan lanjutan. Sementara itu, banderol harganya tetap selangit, yakni sekitar 6.999 dollar AS atau kurang lebih Rp 118 jutaan. Mahal banget, kan?

Setelah Mac Pro dihentikan, Apple kini menyisakan tiga desktop Mac dalam portofolionya, yaitu iMac 24 inci, Mac mini, dan Mac Studio. Ketiganya sudah cukup untuk menjawab kebutuhan berbagai kalangan.

Sementara untuk lini laptop, Apple saat ini menawarkan MacBook Neo, MacBook Air, dan MacBook Pro. Dengan susunan produk seperti ini, lini Mac dinilai menjadi lebih ringkas dan terarah karena mampu menjangkau beragam kebutuhan serta rentang harga. Semua kalangan pun kebagian porsinya masing-masing.

Sebenarnya, penghentian Mac Pro sudah cukup mudah diperkirakan oleh publik. Selain tidak lagi mendapat pembaruan sejak 2023, perangkat ini juga mulai kalah bersaing dari sesama produk Apple, yakni Mac Studio. Persaingan internal pun ternyata bisa sangat sengit!

Coba bandingkan: Dibanding Mac Pro, Mac Studio hadir dengan desain yang lebih baru, lebih ringkas, dan lebih praktis untuk dipindahkan. Sebagai gambaran, Mac Pro yang dijuluki mirip “parutan keju” memiliki tinggi sekitar 52,9 cm—segede kulkas mini! Sedangkan Mac Studio hanya sekitar 9,5 cm. Praktis banget, kan, bisa dibawa-bawa?

Kesimpulannya, era kejayaan “parutan keju” dari Apple telah berakhir untuk selamanya. Meskipun penghentian ini terasa menyedihkan bagi para kolektor dan penggemar setia, langkah Apple dianggap berani dan strategis. Mereka kini lebih fokus menghadirkan perangkat yang tidak hanya kuat secara spesifikasi, tetapi juga efisien, ringkas, dan modern.

Jadi, buat kalian yang masih bermimpi memiliki Mac Pro—maaf, mimpi itu harus segera berakhir. Sekarang saatnya beralih ke Mac Studio yang lebih kecil, lebih murah, tapi justru lebih bertenaga! Selamat tinggal, Mac Pro. Terima kasih atas semua kenangan ikonikmu! 

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Mac
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Baterai Tahan 21 Hari, Honor Watch X5i Hadir sebagai Smartwatch Murah Andalan Baru

Cara Efektif Mengatasi WiFi yang Sering Terputus saat Video Conference

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Lenovo Legion Go 2 Akhirnya Tiba di Indonesia, Ini Rincian Harganya

Lenovo Legion Go 2 Akhirnya Tiba di Indonesia, Ini Rincian Harganya

Oktober 22, 2025
Xiaomi HyperOS 3 Mirip iPhone? Desain Baru Bikin Melongo!

Xiaomi HyperOS 3 Mirip iPhone? Desain Baru Bikin Melongo!

Juni 24, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Mei 29, 2025
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT Integrasi Vision Transformers OpenAI Akselerasi Simulasi Probabilitas Multi Reel Terobosan Arsitektur Sora Generatif Game Gulungan Daring Starlight Princess Implementasi DeepSeek V3 Mekanisme Paylines Dinamis Gates of Olympus Sinergi Komputasi Kuantum Google Quantum AI Sinyal Pembayaran Sugar Rush 1000 Model Bahasa Penalaran Claude 3 5 Sonnet Struktur Kerapatan Scatter Mahjong Ways Pemrosesan Neural Network NVIDIA Blackwell Dinamika Cascading Lucky Neko Pemanfaatan Model Difusi Runway Gen 3 Sticky Wild Wild West Gold Riset Terapan xAI Grok 2 Lonjakan Frekuensi Multiplier Mahjong Ways 2 Algoritma Deep Reinforcement Learning DeepMind Stabilitas Tumble Sweet Bonanza Penerapan Sistem Inferensi Meta LLaMA 3 3 Paylines Wild Bounty Showdown Transformasi Model Matematika Anthropic Ritme Transisi Starlight Princess 1000 Adopsi Jaringan Sparse Autoencoder MIT Distribusi Gates of Olympus 1000 Terobosan Komputasi Kognitif Microsoft Copilot Anomali Mahjong Wins 3 Analisis Prediktif AI Kausal OpenAI Fluktuasi Simbol Fruit Party Pemanfaatan Framework Qwen 2 5 Alibaba Cloud Titik Jenuh Buffalo King Megaways Eksplorasi Model Prediksi Dinamis Mistral Large Pola Scatter Madame Destiny Megaways Penerapan Vision Language AI Generasi Baru Variasi Simbol Emas Caishen Wins Rekonstruksi Stokastik Arsitektur AI Gemini 1 5 Pro The Dog House Megaways Pemanfaatan Algoritma Self Supervised Learning Stanford Treasures of Aztec Integrasi Edge AI Apple Intelligence Pola Pecahan Rise of Olympus Mengenal PG Soft Profil Pengembang Game Digital Asal Asia Sejarah DAN Perjalanan PG Soft Di Industri Game Online 10 GAME Paling POPULER Buatan PG Soft Dan Karakteristiknya Analisis Grafis dan Animasi dalam Game PG Soft Inovasi Teknologi dan Mekanisme permainan Di PG Soft Memahami RTP Volatilitas dan Fitur Bonus di Game PG Soft Tren Tema dan Desain Visual Game PG Soft dari Tahun ke Tahun PG Soft vs Pengembang Game Lain Perbandingan Kualitas dan Inovasi DAMPAK PG soft Terhadap Industri Hiburan Digital Dan mobile Gaming Prospek dan Tantangan PG Soft di Masa Depan PRAGMATIC play Vs PG Soft Siapa Lebih berani Bereksperimen Dengan Mekanik Bonus Anatomi RTP Hit Frequency dan Volatilitas Kenapa Dua Slot Terasa Beda Meski Angkanya Mirip Rahasia DESAIN Mobile PG soft Portrait Mode One Handed Play Dan Psikologi Layar Sentuh Dari Zeus ke Mahjong Simbolisme yang Menjual Pragmatic PG Soft di Pasar Global Scatter Multiplier dan Ante Bet evolusi Fitur Pragmatic YANG Mengubah cara Orang Main Sound Haptik di Slot PG Soft Membangun Adrenalin Tanpa Harus Menang Turnamen Mission dan Leaderboard CARA Provider Membuat Slot Terasa Seperti Esports Audit Sertifikasi dan Regulasi Apa yang Sebenarnya Diuji dari Game Pragmatic PG Soft Mystery Progressive dan Fixed Jackpot Matematika Harapan di Balik Hadiah Besar Masa Depan Slot Pragmatic PG Soft Cloud VR AI dan Personalisasi Real Time

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version