Newtechclub.com – ARM, raksasa di balik arsitektur chip smartphone, baru saja menggebrak dunia teknologi dengan langkah berani. Mereka resmi menanggalkan nama legendaris “Cortex” yang sudah bertahun-tahun jadi ciri khas CPU mereka. Sekarang, ARM memperkenalkan nama baru yang lebih simpel dan keren: ARM C1. Kabar ini langsung mencuri perhatian penggemar teknologi, dan bukan cuma soal nama! ARM juga meluncurkan empat varian CPU C1 yang siap mengguncang pasar, ditambah GPU Mali G1 yang bikin grafis makin memukau. Penasaran? Yuk, kita bedah satu per satu!
Empat Varian C1: Dari Flagship hingga Hemat Daya, Semua Bisa!
ARM tak main-main dengan gebrakan ini. Mereka merilis empat model CPU C1 yang siap memenuhi kebutuhan berbagai jenis smartphone: C1-Ultra, C1-Premium, C1-Pro, dan C1-Nano. Keempatnya punya karakter masing-masing, jadi vendor bisa memilih sesuai kebutuhan perangkat mereka.
Pertama, C1-Ultra jadi bintang untuk smartphone flagship. Varian ini menggantikan seri Cortex-X9xx yang terkenal kencang. ARM mengklaim C1-Ultra punya performa 25% lebih ngebut dibandingkan Cortex-X925 untuk tugas single-thread, berkat peningkatan Instructions Per Cycle (IPC) yang bikin prosesor ini super responsif. Selanjutnya, C1-Premium hadir sebagai varian baru yang menyasar kelas menengah atas. Dengan ukuran die 35% lebih kecil dari C1-Ultra, varian ini tetap bertenaga tapi lebih hemat biaya produksi—solusi cerdas untuk smartphone premium yang tak bikin kantong jebol.
Lalu, ada C1-Pro, pengganti Cortex-A7xx, yang fokus pada performa stabil, terutama untuk gaming. ARM menjanjikan peningkatan performa gaming hingga 16% dibandingkan Cortex-A725—cocok buat kamu yang doyan main game berat! Terakhir, C1-Nano menggantikan Cortex-A5xx dengan fokus pada efisiensi daya. Varian ini 26% lebih hemat energi dibandingkan pendahulunya, Cortex-A520, jadi pas banget untuk perangkat yang mengutamakan daya tahan baterai.
Semua varian C1 ini dibangun di atas arsitektur ARMv9.3 dan mendukung Scalable Matrix Extension 2 (SME2). Teknologi SME2 ini bikin pemrosesan AI lebih cepat, sekaligus meningkatkan efisiensi untuk tugas sehari-hari seperti decoding video HDR. Menariknya, CPU ini super fleksibel! Vendor bisa mengatur kombinasi hingga 14 inti, mencampurkan tiga tipe prosesor sekaligus. Misalnya, gabungkan satu C1-Ultra, tiga C1-Pro, dan empat C1-Nano untuk menyeimbangkan performa dan hemat daya. Keren, kan?
Performa Gila, Efisiensi Mantap!
ARM tak cuma bikin nama baru, tapi juga menghadirkan peningkatan performa yang bikin ngiler. Mereka mengklaim rata-rata performa CPU C1 meningkat 30% dibandingkan generasi sebelumnya. Tak hanya itu, efisiensi daya juga melonjak 12% untuk aktivitas sehari-hari seperti streaming video, browsing, atau main media sosial. Buat pecinta AI, SME2 bikin fitur berbasis kecerdasan buatan berjalan lebih mulus. Contohnya, model pengenalan suara Whisper Base punya latensi yang dipangkas hingga 4,7 kali lebih rendah. Sementara itu, model AI Google Gemma 3 juga diklaim 4,7 kali lebih kencang. Bayangin, smartphone kamu bakal makin pintar dan responsif!
GPU Mali G1: Grafis Makin Menggoda dengan Ray Tracing!
Tak cuma CPU, ARM juga memperkenalkan GPU Mali G1 yang siap bikin pengalaman visual di smartphone makin epik. GPU ini hadir dalam tiga varian: Mali G1-Ultra, Mali G1-Premium, dan Mali G1-Pro. Masing-masing disesuaikan dengan segmen perangkat, dari flagship hingga kelas menengah.
Mali G1-Ultra jadi jawara dengan 10 inti shader atau lebih, menawarkan performa grafis papan atas dan dukungan penuh untuk ray tracing. Ini cocok banget buat smartphone flagship yang pengin tampil beda. Sementara itu, Mali G1-Premium punya 6–9 inti shader, tetap mendukung ray tracing tapi untuk perangkat premium di bawah flagship. Terakhir, Mali G1-Pro dengan 1–5 inti shader menyasar perangkat mainstream yang butuh grafis oke tapi hemat daya.
Yang bikin Mali G1 spesial adalah teknologi Ray Tracing Unit generasi kedua (RTUv2). Teknologi ini menawarkan performa ray tracing dua kali lebih baik dibandingkan GPU Immortalis-G925. Hasilnya? Mali G1-Ultra bisa menghasilkan frame rate 40% lebih tinggi dengan efek ray tracing, plus pengolahan gambar 20% lebih cepat dengan efisiensi daya yang naik 9%. Performa AI di GPU ini juga meningkat 20% dibandingkan pendahulunya—mantap!
ARM juga pamer hasil pengujian internal. Mali G1-Ultra diklaim bikin game populer seperti Arena Breakout (25% lebih kencang), Honkai Star Rail (19%), Genshin Impact (17%), dan Fortnite (11%) berjalan lebih mulus. Semua varian Mali G1 mendukung Accuracy Super Resolution (ASR), teknologi mirip DLSS milik Nvidia yang bisa meningkatkan resolusi gambar dari kecil ke besar dengan kualitas tetap tajam. Jadi, main game di layar kecil pun bakal terasa seperti di layar besar!
Segera Hadir di Smartphone Impianmu!
Menurut laporan GSMArena (13/9/2025), ARM memastikan perangkat dengan kombinasi CPU C1 dan GPU Mali G1 bakal segera mendarat di pasar. Meski belum ada tanggal pasti, yang jelas, duo teknologi ini akan jadi bagian dari ARM Lumex Compute Subsystem (CSS), khusus untuk perangkat mobile. Untuk segmen lain, ARM punya Niva untuk PC dan Zena untuk otomotif. Nama-nama ini jauh lebih gampang diingat ketimbang deretan angka di seri Cortex, setuju?
Dengan CPU C1 dan GPU Mali G1, ARM membuktikan diri sebagai pemimpin inovasi chip smartphone. Performa yang meningkat drastis, efisiensi daya yang lebih baik, dan grafis memukau dengan ray tracing bakal bikin pengalaman pakai smartphone makin seru. Dari gaming, streaming, hingga fitur AI, semua jadi lebih cepat dan hemat baterai. Jadi, siap-siap sambut smartphone dengan teknologi ARM terbaru yang bakal bikin kamu takjub!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews







