LAS VEGAS, Newtechclub.com – Amazon Web Services (AWS) akhirnya meluncurkan Trainium 3, yaitu chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru yang mereka klaim jauh lebih cepat, super hemat energi, dan lebih murah untuk melatih model AI raksasa. Lebih menarik lagi, peluncuran Trainium 3 ini secara terang-terangan menantang dominasi Nvidia di pasar chip AI global. AWS pun dengan agresif memperkuat posisinya sendiri di tengah persaingan yang semakin panas.
CEO AWS, Matt Garman, secara langsung mengumumkan chip baru ini dalam sesi keynote AWS re:Invent 2025 di Las Vegas, Nevada, Selasa (2/12/2025) waktu setempat. “Hari ini, saya dengan bangga umumkan bahwa Trainium 3 UltraServer sekarang tersedia untuk umum!” seru Garman dari atas panggung. Trainium 3 sendiri berperan sebagai jantung dari sistem komputasi Trainium 3 UltraServer, yang secara khusus mereka rancang untuk dua kebutuhan utama AI. Pertama, untuk pelatihan (training), yaitu proses mengajarkan model AI memahami pola dari data. Kedua, untuk inferensi (inference), yaitu proses menjalankan model untuk menghasilkan jawaban atau prediksi dari input baru.
Selanjutnya, AWS membeberkan bahwa mereka membangun Trainium 3 dengan proses fabrikasi 3 nanometer. Perlu Anda tahu, teknologi manufaktur chip paling canggih saat ini ini memungkinkan performa tinggi dengan konsumsi daya yang sangat rendah. “Trainium 3 menawarkan performa terbaik di industri untuk pelatihan dan inferensi AI skala besar. Dibanding generasi sebelumnya (Trainium 2), Trainium 3 UltrServer 4x lebih cepat untuk melatih model AI dan 4x lebih besar kapasitas memorinya,” tegas Garman.
Tidak berhenti di situ, AWS juga dengan lantang menyoroti efisiensi energi sebagai keunggulan utama mereka. Garman menegaskan bahwa Trainium 3 menghemat konsumsi listrik hingga 40 persen dibanding generasi sebelumnya. Sebagai informasi, dunia saat ini memang sedang berlomba membangun pusat data yang semakin besar. Akan tetapi, AWS justru berkomitmen memastikan sistemnya menggunakan energi lebih sedikit, bukan malah lebih boros.
Terlebih lagi, Trainium 3 mereka rancang untuk skala yang benar-benar masif. Garman menjelaskan bahwa satu server di data center bisa menampung hingga 144 chip Trainium 3. Nah, server-server ini, jika Anda kumpulkan dalam jumlah ribuan, bisa Anda gabung menjadi satu kluster yang berisi lebih dari 1 juta chip. “Konfigurasi keren ini memberikan daya komputasi mencapai 362 petaflops dengan bandwidth agregat lebih dari 700 terabita per detik!” papar Garman lebih lanjut. Bos AWS yang resmi menjabat sejak Juni 2024 itu menyebut, arsitektur baru ini secara dramatis mempercepat pelatihan model AI berukuran besar, sekaligus juga menekan biaya inferensi secara signifikan bagi para perusahaan.
Sebagai bukti nyata, beberapa perusahaan besar seperti Anthropic (pengembang model Claude), SplashMusic, Decart, dan startup AI asal Jepang Karakuri sudah mereka kabarkan memakai Trainium 3. Perusahaan-perusahaan tersebut pun melaporkan penurunan besar dalam biaya inferensi yang harus mereka keluarkan.
Yang paling mengejutkan, selain Trainium 3, AWS juga secara mengejutkan memperkenalkan roadmap untuk chip berikutnya, yaitu Trainium 4, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. “Trainium 4 akan menghadirkan peningkatan 6x kali performa komputasi FP4, 4x bandwidth memori, dan dua kali kapasitas memori berkecepatan tinggi untuk mendukung model-model AI terbesar di dunia,” janji Garman.
Namun, plot twist-nya ada di sini: Trainium 4 ternyata akan mendukung teknologi NVLink Fusion milik Nvidia! Sistem interkoneksi berkecepatan tinggi ini memungkinkan transfer data supercepat antar-chip. Akibatnya, dengan dukungan ini, chip Trainium 4 milik AWS nantinya dapat bekerja berdampingan dengan GPU Nvidia dalam satu rak server yang sama. Jadi, perusahaan akhirnya bisa menggabungkan kecepatan Nvidia yang legendaris dengan efisiensi dan biaya rendah milik AWS.
Di sisi lain, langkah strategis ini juga membuka peluang besar bagi AWS untuk menarik pengembang dan perusahaan yang selama ini terikat dengan ekosistem CUDA (Compute Unified Device Architecture) milik Nvidia. Sebagaimana diketahui, CUDA sendiri adalah platform pemrograman GPU yang menjadi standar industri dalam menjalankan aplikasi dan model AI modern. Oleh karena itu, dengan kompatibilitas NVLink Fusion, AWS ingin memastikan pelanggan tetap bisa memanfaatkan performa GPU Nvidia, sambil pada saat yang sama mereka menghemat biaya melalui infrastruktur server Trainium yang dikembangkan sendiri oleh Amazon.
Sayangnya, AWS belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi Trainium 4. Meski demikian, jika kita mengikuti pola peluncuran sebelumnya, chip AI Trainium 4 kemungkinan besar akan mereka perkenalkan secara resmi di ajang AWS re:Invent 2026 mendatang. Jadi, bisa dibilang persaingan antara AWS dan Nvidia tidak lagi sekadar perang dingin, tetapi mulai memasuki era kolaborasi kompetitif yang penuh kejutan!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







