Jakarta, Newtechclub – Google Cloud meluncurkan program terbaru mereka, “Indonesia BerdAIa untuk Keamanan Siber”, yang siap membekali organisasi dengan solusi canggih, keahlian mutakhir, dan pelatihan keamanan berbasis AI. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan siber di sektor ekonomi dan digital Indonesia, sekaligus memastikan organisasi siap menghadapi ancaman cyber yang semakin kompleks.
Penilaian Keamanan Siber secara Menyeluruh
Fanly Tanto, Country Director Indonesia Google Cloud, menjelaskan bahwa program ini menyediakan berbagai fasilitas untuk meningkatkan keamanan siber mitra. “Kami melakukan penilaian independen terhadap organisasi untuk mengukur sejauh mana kesiapan keamanan siber mereka,” ujar Fanly dalam taklimat media bertajuk “Bolstering Cyber Resilience with AI-Powered Security Operations” di Jakarta Selatan, Kamis lalu.
Penilaian tersebut mencakup empat area kritis:
- Tata kelola keamanan – Apakah kebijakan dan prosedur sudah optimal?
- Arsitektur keamanan – Bagaimana infrastruktur digital mereka terlindungi?
- Pertahanan siber – Seberapa tangguh sistem mereka menghadapi serangan?
- Manajemen risiko – Apakah mitigasi ancaman sudah berjalan efektif?
baca juga: Menyambut Musim Semi AI di Indonesia, Simak Lengkapnya!
Setelah penilaian selesai, Google Cloud akan memberikan rekomendasi praktik terbaik yang disesuaikan dengan profil risiko dan tingkat kematangan keamanan masing-masing organisasi. Tak hanya itu, mitra juga akan mendapatkan strategi khusus dan peta jalan untuk mengoptimalkan atau bahkan mentransformasi Security Operations Center (SOC) mereka.
baca juga: Waspada Malware Zanubis: Simak Selengkapnya!
Dukung Deteksi Ancaman dengan AI
Salah satu fitur unggulan program ini adalah penerapan Google Security Operations, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan threat intelligence. Platform ini mampu mengurangi beban kerja manual sekaligus mempercepat deteksi, investigasi, dan respons terhadap ancaman siber.
Selain itu, Google Cloud juga membantu organisasi menetapkan Key Performance Indicators (KPI) keamanan, seperti:
- Mean Time to Detect (MTTD) – Seberapa cepat ancaman teridentifikasi?
- Mean Time to Respond (MTTR)
Dengan metrik ini, organisasi bisa secara nyata melihat peningkatan efektivitas operasional keamanan mereka dari waktu ke waktu.
baca juga: AI dan Keamanan Siber Marketplace, Simak Lengkapnya!
Dukungan Lanjutan dari Pakar Keamanan
Mitra akan mendapatkan akses 24/7 ke tim pakar keamanan dari Mandiant, perusahaan keamanan siber ternama. Tim ini siap membantu dalam deteksi ancaman, investigasi insiden, dan respons real-time.
Tingkatkan Keterampilan SDM dengan Pelatihan Siber
Tak hanya fokus pada teknologi, Google Cloud juga menyediakan pelatihan keamanan siber yang bisa diakses melalui berbagai metode:
- On-demand learning.
- Pelatihan dipandu instruktur – Interaktif dengan ahli langsung.
- Simulasi hands-on – Praktik langsung menghadapi skenario serangan siber.
Semua materi pelatihan tersedia di platform Google Cloud Skills Boost dan Mandiant Academy, memastikan sumber daya manusia Indonesia makin siap menghadapi tantangan digital.
baca juga: Cara Efektif Mencegah Serangan Malware, Simak Detailnya!
Kolaborasi dengan Lima Partner Unggulan
Google Cloud tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng lima mitra strategis:
- Accenture – Konsultan transformasi digital.
- AGIT – Ahli infrastruktur TI.
- Deloitte – Penyedia solusi keamanan dan audit.
- SQ Shield – Spesialis pertahanan siber.
- Elitery – Pakar transformasi teknologi.
“Dengan kolaborasi ini, kami yakin program ‘Indonesia BerdAIa’ bisa membawa dampak nyata bagi keamanan siber Indonesia,” tegas Fanly.
Baca juga: Apple Berencana Akuisisi Perplexity AI, Simak Detailnya
Di era serba digital, ancaman siber seperti ransomware, phishing, dan kebocoran data semakin mengkhawatirkan. Dengan menggabungkan kekuatan AI, pelatihan SDM, dan dukungan pakar, Google Cloud berkomitmen membantu Indonesia lebih siap dan tangguh menghadapi risiko siber.
Jadi, apakah organisasi Anda sudah siap bergabung?







