• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Google Pastikan Android dan ChromeOS Akan jadi Platform Baru

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Juli 16, 2025
Home Applications
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Google akhirnya buka suara soal rencana besar mereka: menggabungkan Android dan ChromeOS menjadi satu sistem operasi tunggal! Kabar ini langsung dikonfirmasi oleh Sameer Samat, Presiden Ekosistem Android, dalam wawancara eksklusif dengan TechRadar.

“Kami akan menyatukan ChromeOS dan Android ke dalam satu platform,” tegas Samat, seperti dikutip KompasTekno, Rabu (16/7/2025). Langkah ini bukan tanpa alasan. Google ingin memberikan pengalaman yang lebih konsisten dan intuitif di semua perangkat, terutama laptop, yang kini jadi kebutuhan utama pengguna.

Laptop Jadi Fokus Utama

Samat mengungkapkan, keputusan ini muncul setelah Google mengamati perilaku pengguna laptop. “Saya sangat penasaran dengan cara orang menggunakan laptop mereka sekarang dan aktivitas apa yang paling sering dilakukan,” tambahnya.

Tak hanya sekadar mengamati, Samat dan tim sedang membentuk masa depan komputasi. Bayangkan: tidak ada lagi batasan antara ponsel dan laptop. Android tidak hanya hidup di smartphone, sementara ChromeOS tidak lagi terisolasi di perangkat laptop. Keduanya akan berpadu secara sempurna, baik dari segi struktur maupun fungsionalitas.

Gabungkan Keunggulan Kedua OS

Meski detail teknisnya masih simpang-siur, langkah ini jelas membawa dampak besar. Selama ini, ChromeOS dikenal sebagai sistem operasi ringan berbasis cloud, sementara Android lebih fleksibel dan dipakai miliaran orang.

Dengan penggabungan ini, Google bisa melahirkan perangkat hybrid—misalnya, laptop yang bisa berfungsi seperti ponsel atau tablet dengan kemampuan setara desktop. “Ini langkah logis,” ujar Samat. Apalagi, selama ini tablet Android kalah saing dari iPad Apple. Dengan memadukan kekuatan Android dan ChromeOS, Google berharap bisa menyaingi iPadOS.

Android 16 (Baclava) Jadi Awal Transformasi

Rencana ini sejalan dengan laporan Android Authority dan The Verge yang sejak akhir 2024 menyebutkan Google akan “memigrasikan ChromeOS ke Android” untuk bersaing lebih agresif.

Di sisi lain, Android sendiri sedang mengalami transformasi besar. Peluncuran Android 16 (Baclava) di Google I/O 2025 membawa banyak pembaruan, termasuk dukungan untuk layar besar, animasi lebih halus, dan kustomisasi lebih banyak.

“Tujuan kami adalah menciptakan sesuatu yang modern, menyenangkan, tapi tetap mudah digunakan dan terasa familiar,” jelas Samat. Google ingin sistem operasinya lebih user-friendly tanpa mengorbankan kemudahan akses.

Proyek “Trunk Stable” dan “Android Drop”

Agar adopsi berjalan cepat, Google meluncurkan proyek “Trunk Stable”. Ini memungkinkan produsen seperti Samsung langsung menggunakan versi terbaru Android sejak hari pertama peluncuran perangkat. Galaxy Z Fold 7 adalah salah satu contohnya.

Tak hanya itu, Google juga memperkenalkan “Android Drop”—sistem yang memungkinkan pengguna mendapatkan fitur baru langsung tanpa menunggu update besar. “Biasanya kami rilis setiap tiga bulan, dan nanti akan ada pop-up di ponsel yang bilang, ‘Hai, ponsel Anda makin keren!’” canda Samat.

AI Gemini Jadi Masa Depan Android

Samat juga menekankan peran kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem Android. 

“Dengan Gemini, pengguna bisa melihat gambaran masa depan hanya lewat perangkat Android,” ujarnya. Ia bahkan mendemonstrasikan bagaimana Gemini membantunya meriset informasi sebelum membeli mobil.

Dengan izin akses ke layar, Gemini bisa merangkum informasi dengan cepat. “Gemini yang terintegrasi di ponsel benar-benar memberikan pengalaman lebih bermanfaat,” tutur Samat.

Circle to Search vs Gemini: Mana yang Lebih Baik?

Saat ini, fitur seperti Circle to Search dan Gemini sudah tersedia di ponsel flagship Android. Samat menyebut Circle to Search sebagai “pencarian multimoda terbaik dari Google”, sementara Gemini adalah “asisten digital paling canggih”.

Meski fungsinya agak tumpang tindih, Samat menegaskan bahwa selama fiturnya bagus, pengguna tetap diuntungkan. “Jika fiturnya berkualitas, konsumen dapat nilai lebih dan inovasi terus berkembang,” jelasnya.

Apa Artinya Bagi Pengguna?

Dengan semua perubahan ini, Google sedang membentuk ekosistem yang lebih terpadu. Pengguna bisa menikmati:
✔ Pengalaman lintas perangkat yang mulus (ponsel, tablet, laptop)
✔ Fitur AI canggih seperti Gemini yang memudahkan aktivitas sehari-hari
✔ Update lebih cepat berkat Android Drop
✔ Perangkat hybrid yang menggabungkan keunggulan Android dan ChromeOS

“Kami ingin memastikan semua ini mudah diakses dan memberikan nilai terbaik,” pungkas Samat.

Nah, siap menyambut era baru Android-ChromeOS? 

Tags: OS
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
iPhone Fold Dengan Layar “Crease-Free” yang Mengesankan!

iPhone Fold Dengan Layar "Crease-Free" yang Mengesankan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Nubia Flip 3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Layar Cover Lebar dan Peningkatan Kamera Signifikan

Nubia Flip 3 Resmi Diperkenalkan, Bawa Layar Cover Lebar dan Peningkatan Kamera Signifikan

Desember 6, 2025
Edisi Terbatas! SSD Eksternal Edisi Genshin Impact dari Seagate Akhirnya Rilis di Indonesia

Edisi Terbatas! SSD Eksternal Edisi Genshin Impact dari Seagate Akhirnya Rilis di Indonesia

November 4, 2025

Trending.

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Oktober 4, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Samsung Luncurkan Galaxy Buds On, TWS Model Clip-On Khusus Penggemar Olahraga

Samsung Luncurkan Galaxy Buds On, TWS Model Clip-On Khusus Penggemar Olahraga

Oktober 4, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Kode Etik Pemain Rasional Membaca Slot PG Soft Tanpa Terhipnotis Angka Volatilitas Itu Ritme Bukan Ramalan Cara Menyesuaikan Ekspektasi di PG Soft Simulasi Sebelum Eksekusi Menjadikan Mode Demo sebagai Cermin Gaya Bermain Duel Mekanik Mahjong Ways dan Wild Bandito di Mata Pemain yang Disiplin Kantong Aman Kepala Dingin Merancang Batas Sesi yang Tidak Menyesatkan Spin Cepat Keputusan Lambat Menguji Mitos Efisiensi di Tombol Turbo Matematika Bonus Mengapa Multiplier Besar Tak Selalu Sering Hadir Layar Sunyi Bukan Undangan Balas Dendam Latihan Mental di Fase Kering Ilusi Pola Gacor Cara Berpikir Kritis Saat RNG Bicara Lewat Statistik Ritme Jam Durasi dan Fokus Membangun Sesi Main yang Sadar Waktu RTP Tinggi Bukan Jaminan Menang Cara Membaca Peluang di Slot PG Soft Secara Rasional Volatilitas Dinamis Antara Sensasi dan Statistik di Game PG Soft Terbaru Dari Mode Demo ke Taruhan Nyata Checklist Temperamen Game PG Soft Sebelum Mulai Mahjong Ways vs Wild Bandito Peta Mekanik Simbol dan Ritme Permainan Manajemen Amunisi Rumus Sederhana Batas Kalah dan Target Menang di Slot PG Soft Fast Spin Efisiensi atau Jebakan Membaca Dampaknya pada Keputusan Bermain Free Spin dan Multiplier Mitos Untung Besar vs Realita Frekuensi Bonus Fase Kering dan Psikologi Pemain Cara Tetap Tenang Tanpa Mengejar Kerugian Membongkar Pola Gacor Mengapa Pola Tidak Mengalahkan RNG dan RTP Jam Main Durasi dan Fokus Membangun Sesi Bermain yang Lebih Terkendali di PG Soft Batas Antara Hobi dan Kebiasaan Membaca Slot PG Soft dengan Kepala Dingin RNG Bukan Dukun Menakar Mitos Pola Gacor dengan Logika Statistik Demo Bukan Jalan Pintas Membaca Pola Diri Sebelum Bertaruh Nyata Turbo Spin Keputusan Lambat Mengapa Kecepatan Tidak Sama dengan Efisiensi Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Mekanik Bukan Duel Keberuntungan Saat Layar Sepi Latihan Mental Menghadapi Fase Kering Tanpa Balas Dendam Multiplier Besar Ekspektasi Kecil Matematika Bonus yang Jarang Dibicarakan Jam Durasi dan Fokus Merancang Sesi Main yang Tidak Menelan Waktu Volatilitas sebagai Ritme Menyesuaikan Ekspektasi Bukan Meramal Hasil Kantong Aman Kepala Tenang Aturan Sesi yang Menjaga Keputusan Tetap Rasional

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone iQOO Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version