Newtechclub.com – Siapa sangka, nama Asha yang dulu ngetren banget sekitar satu dekade lalu kini bangkit kembali dari kubur! Pemegang lisensi Nokia, HMD Global, secara resmi menghidupkan lagi lini ponsel Asha yang sempat menjadi primadona di masanya. Produk terbaru yang mereka perkenalkan ke pasar global ini bernama HMD Asha 305, sebuah ponsel entry-level yang menjalankan sistem operasi Android. Wah, jadi penasaran kan?
Nah, tapi tunggu dulu. Asha 305 ini bukan pakai OS Android biasa, lho. Ponsel ini menjalankan Pulse OS, sebuah sistem operasi dengan antarmuka yang dibangun menggunakan Android Open Source Project (AOSP), versi sumber terbuka dari sistem operasi Android. AOSP sendiri biasanya dipakai sebagai basis untuk membuat sistem operasi atau antarmuka Android yang telah dimodifikasi oleh produsen perangkat. Menarik, bukan?
Berbeda dengan Android yang mendapatkan layanan Google, AOSP tidak secara otomatis menyertakan Google Play Services dan aplikasi Google. Artinya, HMD Asha 305 tidak dibekali Google Play Store secara bawaan. Sebagai gantinya, HMD menyediakan toko aplikasi sendiri yang berisi sejumlah aplikasi ringan untuk perangkat tersebut. HMD sendiri baru menyebut TikTok Lite sebagai salah satu aplikasi yang didukung. Sejumlah laporan tidak resmi menyebut aplikasi lain seperti Facebook Lite, Instagram Lite, WhatsApp, dan YouTube juga dapat digunakan. Jadi, meskipun mungil, ponsel ini tetap bisa bikin kamu eksis di media sosial!
Konsep tersebut membuat Asha 305 berada di antara feature phone dan smartphone Android murah. Pengguna tetap dapat mengakses sejumlah aplikasi populer, tetapi perangkat dirancang dengan spesifikasi yang lebih sederhana. Cocok banget nih buat kamu yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone canggih tapi tetap ingin terhubung dengan dunia digital.
Spesifikasi HMD Asha 305
HMD Asha 305 hadir dengan konsep sebagai ponsel pintar sederhana, dengan desain yang mirip smartphone Android lawas. Ponsel ini memiliki layar LCD 5 inci dengan resolusi 854 x 480 piksel, cukup kecil jika dibandingkan dengan ponsel Android masa kini. Selain layarnya yang kecil, bezel layar ponsel dengan ketebalan 10,2 mm dan bobot 145 gram ini, terutama bagian atas dan bawahnya, juga sangat tebal jika dibandingkan ponsel entry-level Android saat ini. Pada bagian bezel atas layar, terdapat earpiece dan kamera selfie dengan resolusi 2 MP. Beralih ke bagian “punggung”, HMD Asha 305 dibekali dengan kamera belakang dengan resolusi yang sama seperti kamera depan. Kamera ini disusun secara zig-zag bersama satu kamera misterius yang resolusinya tak disebutkan dan LED flash. Unik banget, kan?
Untuk dapur pacu, HMD Asha 305 ditenagai chipset Unisoc T137 yang dipadukan dengan RAM 2 GB dan media penyimpanan internal 16 GB. Kapasitas penyimpanan tersebut masih bisa diperluas menggunakan kartu microSD hingga 128 GB. Dengan begitu, pengguna tetap memiliki ruang tambahan untuk menyimpan foto, video, maupun data aplikasi. Pada aspek baterai, HMD Asha 305 menggunakan baterai berkapasitas 2.500 mAh yang bisa dilepas-pasang. Pengisian dayanya menggunakan konektor USB Type-C dengan daya 5 watt. HMD mengklaim baterai tersebut mampu membuat ponsel bertahan hingga 32 jam. Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung dual SIM 4G, Wi-Fi, Bluetooth 4.2, GPS, serta USB Type-C. Lengkap banget meskipun sederhana!
Harga HMD Asha 305
HMD belum mengumumkan harga resmi Asha 305 untuk pasar global. Namun, perangkat ini sudah muncul di sejumlah pasar, termasuk Filipina, dengan harga sekitar 3.990 peso Filipina atau setara Rp 1,1 juta, sebagaimana dirangkum dari Gizmochina. Dengan harga segitu, kamu sudah bisa mendapatkan ponsel Android mungil yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Tertarik mencobanya?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







