Jakarta (Newtechclub) – Kelompok Pengguna Telekomunikasi Indonesia (IDTUG) menggagas ide brilian untuk memanfaatkan sisa kuota internet yang tidak terpakai. Alih-alih dibiarkan hangus, kuota tersebut bisa disalurkan sebagai bantuan digital bagi masyarakat kurang mampu. Nurul Yakin Setyabudi, Ketua IDTUG, menegaskan bahwa nilai akumulasi kuota yang tidak terpakai ini sangat fantastis—mencapai puluhan triliun rupiah!
“Bayangkan, sisa kuota yang tidak terpakai ternyata menumpuk hingga Rp63 triliun! Angka ini belum kami hitung ulang, tapi kemungkinan besar tidak meleset jauh,” ungkapnya saat audiensi dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Kuota Sisa Bisa Jadi Solusi Sosial
Menurut Nurul, kuota internet yang menganggur ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan telekomunikasi. Misalnya, operator bisa mendonasikan kuota tersebut ke sekolah di daerah terpencil, pusat belajar masyarakat, perpustakaan desa, atau program literasi digital bagi kelompok rentan.
Dengan skema ini, konsumen juga ikut berkontribusi—sisa kuota mereka yang biasanya hangus justru bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain. “Ini win-win solution,” tegas Nurul.
Manfaat Ganda bagi Operator & Pemerintah
Tak hanya bermanfaat bagi masyarakat, skema ini juga menguntungkan perusahaan telekomunikasi. Mereka bisa meningkatkan citra brand sekaligus mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.
Bagi pemerintah, program ini bisa mempercepat pemerataan akses internet, terutama di daerah pelosok. “Kita butuh inisiatif yang menguntungkan semua pihak—konsumen dapat manfaat, operator dapat reputasi positif, dan pemerintah bisa mencapai target digitalisasi,” jelas Nurul.
baca juga: Tips Jitu Menghemat Kuota Internet! Praktis, Simak Caranya!
Namun, IDTUG menekankan bahwa perlu ada payung hukum yang mengatur sumbangan digital ini.
Selain itu, pembentukan komisi nasional juga dinilai penting untuk mengawasi penyaluran donasi digital. “Ini harus jadi gerakan multistakeholder, melibatkan operator, pemerintah, dan masyarakat,” pungkas Nurul.
baca juga: Pulsa Prabayar Memang Punya Masa Berlaku, Pembodohan?
Dengan skema ini, kuota internet tidak lagi sekadar habis pakai atau hangus percuma, tapi bisa menjadi amal digital yang membantu pendidikan dan literasi masyarakat. Maukah operator dan pemerintah menjalankan ide ini? Kita tunggu realisasinya!







