Los Angeles (Newtechclub) – Lebih dari 140 pegawai National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat (AS) tegas menyuarakan perlawanan melalui surat protes yang mengutuk kebijakan dan langkah pemerintahan Trump di bidang ilmu pengetahuan. Mereka menilai, kebijakan tersebut secara sistematis melemahkan salah satu lembaga pendanaan riset terpenting di AS.
Dengan berani, para ilmuwan ini mengirimkan surat terbuka pada Senin (21/7) kepada Zoe Lofgren, anggota senior Komite Ilmu Pengetahuan, Antariksa, dan Teknologi DPR AS. Dalam surat itu, mereka mengecam keras aksi pemerintahan Trump yang memblokir dana penelitian krusial, memecat staf secara mendadak, dan memotong anggaran NSF secara drastis. Namun, karena takut dibalas, hampir semua penandatangan memilih merahasiakan identitas—hanya satu nama yang terbuka.
kunjungi laman berita terbaru hari ini di Exposenews.id
Para penandatangan menyoroti serangkaian langkah bermotif politik dan melanggar hukum yang diambil Trump. Mereka menegaskan, tindakan ini menggerogoti integritas NSF sekaligus mengabaikan perlindungan hukum bagi pegawai negeri sipil.
“Ini bukan hanya tentang dana atau kebijakan, tapi tentang masa depan sains di AS,” tulis mereka. Dengan tegas, surat itu mendesak Kongres untuk segera bertindak:
- Lindungi misi dan staf NSF,
- Kembalikan kemandirian ilmiah,
- Jamin dukungan dana untuk riset yang berdampak pada kemakmuran dan keamanan nasional.
Aksi protes ini bukan yang pertama. Sebulan sebelumnya, para peneliti di National Institutes of Health (NIH) dan Environmental Protection Agency (EPA) juga melayangkan surat serupa. Bahkan, para ilmuwan NASA—baik yang masih aktif maupun pensiunan—ikut meramaikan perlawanan lewat Deklarasi Voyager.
Para ahli menyebut, gerakan ini menandai era baru perlawanan di kalangan ilmuwan federal AS. Mereka tak lagi diam melihat kebijakan yang mengancam kemajuan sains.
Mengapa Ini Penting?
NSF bukan sekadar lembaga pendana biasa. Sejak 1950, NSF telah mendorong ribuan penemuan revolusioner—dari internet hingga terapi kanker. Jika NSF terus dikendalikan politik, riset-riset vital bisa mandek.
“Kami tidak ingin sains jadi korban permainan kekuasaan,” tulis salah satu penandatangan.
Surat ini bukan akhir, tapi awal. Para ilmuwan berharap Kongres segera:
- Audit kebijakan Trump di NSF,
- Kembalikan hak-hak staf,
baca juga: Apple Berencana Akuisisi Perplexity AI, Simak Detailnya
Pertarungan antara politik dan sains kini mencapai puncaknya. NSF, NIH, EPA, dan NASA sedang berjuang mempertahankan independensi. Nasib sains AS mungkin ditentukan oleh langkah Kongres selanjutnya.
Satu pesan jelas dari para ilmuwan: “Jangan biarkan sains jadi korban!”







