Newtechclub.com – Bayangkan ini: HP sudah melekat dalam genggaman kita layaknya perpanjangan tangan. Bahkan, saat malam tiba dan tubuh bersiap beristirahat, kita seringkali sulit melepaskan diri dari godaan layar sentuh itu. Banyak dari kita yang secara sadar menjadikan HP sebagai “teman tidur”, berharap aktivitas seperti scroll media sosial atau nonton film bisa membawa kita lelap. Tapi tunggu dulu! Bukannya mendatangkan kantuk, main HP malah membuat mata terjaga sepanjang malam. Sebenarnya, apa sih yang terjadi pada tubuh kita?
Dampak Mengerikan Main HP Sebelum Tidur yang Sering Diabaikan
Kalau kamu sering mengalami susah tidur setelah main HP, yakinlah, kamu tidak sendirian! Faktanya, berlama-lama menatap layar HP tepat sebelum tidur merupakan kebiasaan buruk yang secara diam-diam merusak kualitas tidur kita. Pakar tidur Michelle Drerup dengan tegas memaparkan bahwa penggunaan aktif perangkat teknologi sebelum tidur sangat memengaruhi kualitas istirahat kita. Apa saja yang termasuk penggunaan aktif? Kegiatan seperti doomscrolling (terus-menerus scroll berita negatif) atau membaca konten media sosial yang bikin emosi dalam waktu lama termasuk di dalamnya.
Selain itu, aktivitas chatting atau balas pesan juga masuk dalam kategori berbahaya ini. Kenapa berbahaya? Karena semua aktivitas aktif ini secara langsung membuat otak kita tetap terjaga, memaksanya terus bekerja, dan pada akhirnya menunda fase tidur REM yang sangat krusial.
Sebagai informasi, tidur REM (Rapid Eye Movement) adalah tahap tidur dimana kita biasanya bermimpi dan otak memproses memori. Ciri-cirinya? Mata bergerak cepat, napas tidak teratur, dan detak jantung meningkat. Fase ini biasanya muncul 60-90 menit setelah kita terlelap. Tahap REM memegang peran penting untuk kesehatan mental, pengolahan emosi, dan perkembangan otak.
Nah, ketika kita asyik main HP sebelum tidur, fase REM yang berharga ini akan tertunda. Parahnya lagi, saat otak aktif berkonsentrasi pada layar HP, tubuh bisa tetap terjaga berjam-jam melebihi jadwal tidur normal. Drerup juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi secara aktif (seperti balas chat atau baca postingan viral) jauh lebih berdampak buruk dibandingkan penggunaan pasif (seperti dengar musik atau lihat konten relaksasi). Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menghindari aktivitas menatap layar HP secara aktif sebelum tidur.
3 Alasan Mengejutkan yang Bikin HP Jadi Musuh Utama Tidur Nyenyak
- Otak Terjebak dalam Mode “Siaga Tinggi”
Menjelang tidur, otak sebenarnya membutuhkan ketenangan untuk bisa beralih ke mode istirahat. Sayangnya, main HP justru memberikan stimulasi yang salah. Drerup menjelaskan bahwa aktivitas ini membuat otak kita menjadi aktif dan waspada, bukannya rileks. Bahkan, sekadar cek notifikasi saja sudah cukup untuk mengaktifkan otak dan menunda rasa kantuk. Pikiran kita dengan mudahnya terlibat dan tetap terjaga lama, terutama saat menjelajahi media sosial atau membalas pesan. Akibatnya, kita menjadi waspada terhadap segala sesuatu di HP, dan akhirnya, tidur pun menjauh. - Serangan Cahaya Biru yang Mengacaukan Jam Tubuh
Layar HP memancarkan cahaya biru yang ternyata bisa mengganggu tidur. Paparan cahaya biru ini secara langsung memengaruhi jam internal tubuh dan mengacaukan ritme sirkadian kita. Ritme sirkadian adalah pola alami tubuh selama 24 jam yang membuat kita merasa lelah di malam hari dan berenergi di siang hari.Cahaya biru sebenarnya bermanfaat di siang hari karena membuat kita lebih waspada. Namun, di malam hari, efeknya justru merusak! Cahaya ini menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab mengendalikan siklus tidur-bangun. Ketika kadar melatonin turun, insomnia pun mengintai. Efek ini terutama dirasakan oleh mereka yang menggunakan layar selama dua jam berturut-turut sebelum tidur.Namun, Drerup menekankan bahwa konten dan aktivitas di HP sebenarnya memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar cahaya biru. Meski beberapa orang lebih sensitif terhadap cahaya, aktivitas doomscrolling atau chat kerja-lah yang biasanya menjadi biang kerok utama susah tidur. - Emosi Terjungkal oleh Konten di Layar
Tidur seharusnya menjadi momen yang damai dan menenangkan. Namun, main HP sebelum tidur seringkali membawa kita pada rollercoaster emosi yang justru bertolak belakang. Saat menjelajahi media sosial, kita bisa saja menjumpai konten yang memicu rasa kesal, cemas, atau stres. Gangguan emosi inilah yang kemudian menjadi alasan utama kita sulit terlelap. Bahkan, konten yang membahagiakan sekalipun dapat memicu respons emosional yang menunda tidur. Emosi intens, baik positif maupun negatif, akan membuat tubuh terus terjaga sepanjang malam.
Kunci Rahasia: Kapan Waktu Tepat Berhenti Main HP?
Lalu, berapa jam sebaiknya kita berhenti main HP sebelum tidur? Drerup memaparkan bahwa tidak ada aturan baku. Beberapa saran menyebut dua jam, sementara yang lain merekomendasikan satu jam. Secara umum, meletakkan HP satu hingga dua jam sebelum tidur adalah aturan yang baik. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk HP, tetapi juga untuk tablet dan TV.
Selain mengatur waktu, kita juga perlu membangun rutinitas tidur yang menenangkan. Hindari aktivitas yang memicu kecemasan atau respons emosional tinggi. Pilihlah aktivitas yang merilekskan, seperti membaca buku atau mendengarkan musik kalem. Jika godaan untuk membuka HP masih besar, segera aktifkan mode “Jangan Ganggu” (Do Not Disturb). Mode ini akan menyenyapkan notifikasi sehingga minim gangguan.
Ingatlah, main HP sebelum tidur akan memberikan efek yang jauh lebih buruk jika kita merasa harus merespons setiap konten yang muncul. Kualitas tidur akan membaik secara signifikan ketika kita berhasil menenangkan pikiran dan emosi, serta melepaskan keinginan untuk berinteraksi dengan layar. Dengan begitu, tidur nyenyak pun bukan lagi impian! Semoga tips ini bermanfaat.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







