• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Inovasi GPU AI: Nvidia Manfaatkan Arsitektur RTX 5090 untuk Perkuat Lini RTX Pro 5500

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
September 16, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com — Perusahaan raksasa teknologi, Nvidia, mendadak membuat kejutan besar di industri komputasi modern dengan menyulap kartu grafis (GPU) gaming andalannya, GeForce RTX 5090, menjadi amunisi workstation kelas berat khusus untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Oleh sebab itu, para insinyur Nvidia sengaja membaptis GPU bertenaga monster ini dengan nama resmi RTX Pro 5500 Blackwell Workstation Edition guna menyasar pasar korporat dan para peneliti AI.

Mengapa sang produsen chip raksasa ini tiba-tiba nekat menyulap GPU gaming tersebut? Jawabannya sungguh menarik, karena produk workstation ini ternyata memuat “otak” pemrosesan silikon yang sama persis dengan RTX 5090, yakni mengandalkan chip fisik GB202. Menariknya, langkah strategis ini membuktikan betapa efisiennya arsitektur Nvidia dalam memenuhi kebutuhan pasar komputasi AI yang berkembang cepat.

Kendati mengusung arsitektur silikon yang identik dengan versi konsumen biasa, Nvidia sengaja menyuntikkan peningkatan kapasitas memori video (VRAM) secara masif pada RTX Pro 5500 hingga berada di tingkat yang jauh lebih besar. Alhasil, pembaruan perangkat keras ini langsung mengubah peran GPU yang tadinya menyasar penggiat gim menjadi mesin komputasi berskala industri.

Secara fantastis, RTX Pro 5500 ini kini mengusung VRAM raksasa berkapasitas 84 GB dengan tipe teknologi GDDR7 yang luar biasa kencang. Angka lonjakan memori ini sukses memecahkan rekor karena kapasitasnya mencapai 2,6 kali lipat lebih besar jika kita membandingkannya dengan RTX 5090 versi standar yang cuma berbekal 32 GB VRAM GDDR7 pada varian model sekelasnya.

Apabila kita membedah papan sirkuit utamanya secara mendalam, RTX Pro 5500 ini merangkai 28 buah chip memori GDDR7 yang masing-masing memiliki kapasitas 3 GB (28 x 3 GB = 84 GB). Di samping itu, tim teknisi Nvidia memasang seluruh chip memori tersebut memakai konfigurasi khusus bernama clamshell, yaitu menempatkan 14 chip memori di sisi depan dan 14 chip memori sisanya di sisi belakang papan sirkuit (PCB) GPU.

Selanjutnya, pasokan memori kelas atas tersebut beroperasi pada kecepatan transfer mencapai 25 Gbps dengan antarmuka memori (bus width) selebar 448-bit. Dengan demikian, konfigurasi arsitektur tersebut sanggup menghasilkan total kapasitas bandwidth memori yang fantastis, yakni menembus angka sekitar 1.398 GB per detik.

Sebaliknya, jika kita menengok saudara kandungnya, GeForce RTX 5090 standar justru mengusung memori 32 GB GDDR7 dengan antarmuka bus yang lebih lebar yaitu 512-bit. Selain itu, kecepatan operasi memori pada versi gaming tersebut mampu menembus angka 28 Gbps sehingga mampu menyuplai total aliran bandwidth memori sekitar 1.790 GB per detik.

Berdasarkan komparasi data teknis tersebut, fakta terungkap bahwa RTX Pro 5500 ternyata tidak menawarkan kecepatan bandwidth memori yang lebih tinggi ketimbang versi RTX 5090 gaming reguler. Maka dari itu, para antusias teknologi tidak boleh salah paham dalam menilai fokus utama dari GPU workstation anyar ini.

Faktanya, pihak Nvidia justru sengaja mengorbankan sedikit kecepatan bandwidth demi mendongkrak kapasitas total memori fisik secara drastis agar sanggup mengeksekusi beban kerja ekstrem yang sangat haus akan ruang VRAM. Oleh sebab itu, keputusan strategis ini menjadi solusi paling cerdas bagi para pengembang AI modern.

Pada umumnya, proses pelatihan maupun eksekusi model kecerdasan buatan (Large Language Models) berukuran raksasa memang sangat bergantung pada ketersediaan kapasitas memori GPU yang berlimpah guna menampung puluhan miliar parameter matematika dan dataset kompleks selama pemrosesan berlangsung. Akibatnya, keterbatasan ruang VRAM sering kali menjadi penghambat utama (bottleneck) yang menghentikan proses pemrosesan AI.

Spesifikasi RTX Pro 5500

Jika kita meninjau dari sektor inti pemrosesan GPU, RTX Pro 5500 sebenarnya membawa konfigurasi fisik silikon yang sangat mirip dengan saudara gaming-nya, di mana kedua GPU ini sama-sama mengadopsi arsitektur pemroses GPU Blackwell generasi paling mutakhir.

Secara rinci, kedua GPU kelas atas ini sama-sama mengaktifkan 170 unit Streaming Multiprocessors (SM) dari total 192 SM yang terpatri pada cetakan fisik chip GB202. Menariknya, kombinasi rancangan arsitektur tersebut sukses melepaskan daya gempur hingga 21.760 unit CUDA Cores aktif.

Tak hanya itu, kedua kartu grafis berkinerja tinggi yang dirancang memakai proses fabrikasi khusus TSMC 4N ini juga dibekali dengan 680 Tensor Cores dan 176 Ray Tracing Cores. Oleh karena itu, akselerasi kalkulasi neural network dan rendering grafis pada GPU ini dapat berjalan dengan kestabilan luar biasa.

Dari sisi konsumsi daya, GPU monster khusus AI ini membutuhkan pasokan tenaga Total Board Power (TBP) hingga mencapai 600 Watt. Angka kebutuhan daya listrik ini tercatat sedikit lebih tinggi jika kita bandingkan dengan RTX 5090 yang mengonsumsi daya TBP sebesar 575 Watt.

Mengenai susunan hierarki pasar internal, Nvidia memposisikan RTX Pro 5500 tepat berada di tengah-tengah antara seri RTX Pro 5000 dan RTX Pro 6000 pada lini portofolio GPU khusus workstation. Sebagai gambaran komparasi, varian RTX Pro 5000 dibekali VRAM hingga 72 GB, sedangkan kasta paling tinggi yakni RTX Pro 6000 tampil mendominasi dengan VRAM 96 GB.

Walaupun detail spesifikasi gahar ini sudah beredar luas, pihak Nvidia sendiri hingga detik ini masih memilih untuk bungkam dan belum membocorkan ketersediaan barang maupun patokan harga resmi dari RTX Pro 5500 tersebut.

Sebagai bahan perbandingan bagi calon pembeli, saudara mudanya yaitu RTX Pro 5000 berkapasitas 72 GB dibanderol mulai dari 9.209 dollar AS atau setara Rp 162 jutaan. Sementara itu, sang kakak tertua yakni RTX Pro 6000 dijual dengan harga fantastis mencapai 15.599 dollar AS atau berkisar Rp 275 juta.

Berdasarkan kalkulasi estimasi pasar tersebut, harga resmi RTX Pro 5500 sangat berpeluang besar bertengger di rentang tengah antara harga RTX Pro 5000 dan RTX Pro 6000, sebagaimana dirangkum dari laporan TomsHardware.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: teknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
XLSmart Hadirkan ByeByeBox di ITB: Setor Sampah Elektronik, Dapat Bonus Kuota

Nintendo Resmi Rilis Daftar Harga Switch dan Switch 2 untuk Pasar Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

ASUS Bawa Teknologi Audiophile ke Dunia Gaming Lewat ROG Kithara, Harga Mulai Rp5 Juta

ASUS Bawa Teknologi Audiophile ke Dunia Gaming Lewat ROG Kithara, Harga Mulai Rp5 Juta

Februari 13, 2026
Vivo Perkenalkan Y05, HP Entry Level dengan Layar 120 Hz dan Baterai 6.500 mAh

Diumumkan di China, Oppo Enco Air 5 Pro Bawa Baterai Tahan 54 Jam dan Bluetooth 6.0

Februari 26, 2026

Trending.

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Mei 29, 2025
Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Juli 20, 2026
Setelah Dirilis di Indonesia, Tecno Pova 8 Pro Siap Debut Global dengan Segudang Fitur Gaming

Osmo 360 II Resmi Dirilis DJI, Bawa Dynamic Range 14,5 Stop dan Baterai 2.150 mAh

Agustus 16, 2026
Layar 144 Hz dan Chip Grafis Khusus Jadi Andalan Realme P4s, HP Gaming Terbaru dari Realme

Layar 144 Hz dan Chip Grafis Khusus Jadi Andalan Realme P4s, HP Gaming Terbaru dari Realme

Agustus 30, 2026
Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025

Follow Us

slot gacor interents-expents Wild West Gold Dalam Genre Adventure Arcade Sweet Bonanza Sebagai Game Match Berbasis Simbol Gates of Olympus Membawa Konsep Game Arcade Starlight Princess Menggabungkan Nuansa Fantasi dan Mekanisme Mahjong Wins 3 Menjadi Game Puzzle Populer Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Wild Bounty Showdown Mengusung Game Adventure Bertema Sugar Rush 1000 Menawarkan Game Match Bertema Sweet Bonanza x1000 Menjadi Perbincangan di Kalangan Analisis Mahjong Ways Mengungkap Cara Game Puzzle Perkembangan PG Soft Mendorong Evolusi Game Arcade Pragmatic Play Memperluas Pilihan Game Online Dengan Baccarat Online Sebagai Game Kartu Digital Memperlihatkan RTP Live Menjadi Referensi Data pada Mahjong Ways dan Mahjong Wins 3 Dibandingkan Dinamika Sweet Bonanza dan Starlight Princess Menunjukkan Wild West Gold dan Wild Bounty Showdown Menghadirkan Teknologi Machine Learning Mulai Membentuk Analisis Game Perubahan Tren Game Online 2026 Terlihat dari Slot PGSoft Tidak Pernah Gacor Ini Alasan Ilmiah di Balik RNG RTP 97 Bukan Berarti Untung 97 Miskonsepsi Umum Pemain Slot PGSoft Pola Spin Jam Hoki dan Ritual Sebelum Main Mengapa Semuanya Tidak Mengubah Peluang House Edge Tidak Pernah Tidur Kenapa Kasino Tetap Unggul dalam Jangka Panjang Volatilitas Tinggi vs Rendah Memilih Slot PGSoft Sesuai Risiko Bukan Harapan Buy Feature Autoplay dan Turbo Spin Fitur Praktis atau Jebakan Kehilangan Kendali Efek Hampir Menang Bagaimana Otak Dibuat Merasa Sedikit Lagi Jackpot Chase Loss Semakin Dikejar Semakin Dalam Lubang Keuangannya Paytable Adalah Peta Risiko Bukan Ramalan Kemenangan Kapan Harus Stop Tanda Judi Slot Sudah Tidak Lagi Sehat RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Mahjong Ways Sebagai Game Puzzle Online Wild West Gold Game Bertema Petualangan Gates Of Olympus Dalam Genre Game Sweet Bonanza Game Puzzle Berbasis Starlight Princess Sebagai Game Arcade Mahjong Wins 3 Game Puzzle Lucky Neko Game Petualangan Bertema Baccarat Online Game Kartu Digital Wild Bounty Showdown Game Bertema Sugar Rush 1000 Game Puzzle Mahjong Ways 2 Game Puzzle Sweet Bonanza X1000 Game Arcade PG Soft Game Digital Berbasis Mahjong Ways Dalam Kategori Game Gates Of Olympus Game Arcade] Lucky Neko Game Bertema Petualangan Wild West Gold Game Petualangan Mahjong Wins 3 Game Puzzle Interaktif Starlight Princess Game Arcade Online Sweet Bonanza Game Puzzle Digital

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version