• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Lebih Cepat, Lebih Hemat, Nyaris Setara yang Mahal! OpenAI Resmi Perkenalkan Dua Model AI Teranyar

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Maret 22, 2026
Home AI
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – OpenAI kembali mengguncang dunia kecerdasan buatan. Bukan dengan satu, tapi langsung dua model anyar yang siap mengubah cara kita memanfaatkan AI: GPT-5.4 Mini dan GPT-5.4 Nano resmi diluncurkan pada Selasa (17/3/2026). Jangan salah, meski namanya “mini” dan “nano”, tenaga yang mereka tawarkan justru luar biasa besar, terutama dalam urusan kecepatan dan efisiensi biaya.

OpenAI

Peluncuran ini memperpanjang rentetan gebrakan OpenAI dalam beberapa waktu terakhir. Bayangkan, baru sekitar dua pekan sebelumnya, tepatnya pada 5 Maret, OpenAI memperkenalkan GPT-5.4 Thinking—model yang mengandalkan kemampuan penalaran super dalam. Belum sempat puas, dua hari sebelumnya, mereka juga meluncurkan GPT-5.3 Instant, yang didesain khusus untuk membuat percakapan sehari-hari dengan ChatGPT terasa lebih lancar dan natural, meskipun dari sisi akurasi tidak selalu menjadi yang paling unggul.

Nah, kini giliran GPT-5.4 Mini dan Nano mengambil panggung. OpenAI sengaja merancang keduanya untuk mengisi kebutuhan yang berbeda. Mereka bukan sekadar model biasa, melainkan “versi hemat” dari model bahasa besar yang selama ini kita kenal. Dua model ini hadir untuk menangani beban kerja AI dalam skala besar dengan kecepatan kilat dan efisiensi maksimal. Fokus utamanya jelas: eksekusi cepat dan biaya rendah.

GPT-5.4 Mini: Si Kecil Bertaji yang Mendekati Kemampuan “Si Raja”

Dari dua pendatang baru ini, GPT-5.4 Mini langsung mencuri perhatian. OpenAI secara gamblang menyebut di situs resmi mereka bahwa model ini mampu menghadirkan performa yang mendekati GPT-5.4 versi flagship, namun dengan kecepatan yang jauh melesat. Bahkan, mereka mengklaim GPT-5.4 Mini bisa berjalan lebih dari dua kali lipat lebih cepat dibandingkan pendahulunya, GPT-5 Mini.

Mari kita lihat bukti bilangannya. Di berbagai pengujian, model ini menunjukkan lompatan signifikan. Di SWE-bench Pro, yang menguji kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas coding nyata seperti memperbaiki bug dalam proyek perangkat lunak, GPT-5.4 Mini mencatat skor 54,38 persen. Angka ini melonjak dari GPT-5 Mini yang hanya berada di 45,69 persen.

Kemudian, di Terminal-Bench 2.0, pengujian yang menilai seberapa cekatan AI menggunakan command line atau terminal yang biasa dipakai para developer, GPT-5.4 Mini mencetak 60 persen. Hasil ini jauh meninggalkan pendahulunya yang hanya meraih 38,20 persen.

Tes lain yang tak kalah menarik terjadi di OSWorld-Verified. Di sini, kemampuan AI dalam menjalankan tugas di komputer—seperti memahami tampilan layan dan melakukan aksi tertentu—diadu. GPT-5.4 Mini kembali unjuk gigi dengan skor 72,13 persen, meningkat drastis dibandingkan GPT-5 Mini yang hanya 42 persen.

Yang paling mencengangkan mungkin di GPQA Diamond, pengujian penalaran tingkat tinggi yang dipenuhi soal-soal sains kompleks. GPT-5.4 Mini berhasil mencetak 88,01 persen. Angka ini sangat dekat dengan model flagship GPT-5.4 yang berada di 93 persen. Artinya, untuk urusan berpikir rumit, si “mini” ini nyaris tak kalah dengan “kakaknya”.

Lebih Praktis, Bukan Sekadar Besar

Namun, OpenAI tidak ingin kita keliru. Mereka menegaskan bahwa GPT-5.4 Mini dan Nano memang didesain untuk kebutuhan praktis, bukan untuk sekadar pamer kemampuan berpikir kompleks seperti model flagship. Bayangkan skenario seperti asisten coding yang butuh respons instan, sistem AI yang harus menangani ribuan permintaan sekaligus, atau aplikasi yang memproses data secara real-time. Di sinilah kedua model ini bersinar.

OpenAI bahkan menyampaikan filosofi menarik: seringkali, model terbaik bukanlah yang paling besar, melainkan yang mampu merespons dengan cepat, tetap andal, dan tentu saja efisien dari sisi biaya.

Si Bungsu GPT-5.4 Nano: Kecil, Ringan, dan Ekonomis

Sementara itu, GPT-5.4 Nano hadir sebagai versi paling ringan di keluarga GPT-5.4. OpenAI memfokuskan model ini untuk tugas-tugas yang lebih sederhana. Pekerjaan seperti klasifikasi data, ekstraksi informasi, atau membantu pekerjaan coding ringan adalah ranah yang tepat baginya. Jangan bayangkan dia akan diajak memecahkan masalah kalkulus tingkat dewa; dia lebih senang melakukan tugas-tugas teknis yang repetitif dengan efisien.

Yang menarik, OpenAI mulai gencar mendorong pendekatan baru: mengombinasikan beberapa model AI dalam satu sistem kerja. Konsep ini mirip dengan tim kerja manusia. Bayangkan, model besar seperti GPT-5.4 Thinking bertugas sebagai “kepala staf” yang merencanakan strategi dan memecah tugas kompleks. Selanjutnya, model yang lebih kecil seperti GPT-5.4 Mini dan Nano berperan sebagai “eksekutor lapangan” yang menjalankan pekerjaan teknis dengan cepat.

Dengan pendekatan ini, penggunaan AI menjadi lebih efisien dan cerdas. Kita tidak perlu lagi selalu bergantung pada model besar yang mahal untuk setiap tugas kecil. Ini adalah terobosan yang tidak hanya pintar, tapi juga sangat ekonomis.

Lebih Murah: Jangan Kaget Lihat Harganya!

Soal biaya, OpenAI benar-benar serius membuat AI lebih terjangkau. GPT-5.4 Mini dibanderol sekitar 0,75 dolar AS (sekitar Rp 12.729) per juta token input dan 4,50 dolar AS (sekitar Rp 76.374) per juta token output.

Sementara adiknya, GPT-5.4 Nano, dibanderol lebih murah lagi: 0,20 dolar AS (sekitar Rp 3.394) per juta token input dan 1,25 dolar AS (sekitar Rp 21.215) per juta token output.

Sebagai perbandingan, GPT-5.4 versi penuh memiliki harga 2,50 dolar AS per juta token input (sekitar Rp 42.430) dan 15 dolar AS per juta token output (sekitar Rp 254.581).

Sebagai catatan, dalam dunia AI, biaya ini dihitung berdasarkan “token”—potongan teks yang diproses. Satu token bisa berupa kata pendek atau bahkan karakter. Sebagai gambaran, 1.000 token kira-kira setara dengan 750 kata dalam bahasa Inggris. Jadi, biaya tersebut dihitung untuk pemrosesan teks dalam skala besar, bukan sekali percakapan biasa.

Ketersediaan: Siapa Saja Bisa Menikmati?
OpenAI langsung menyebarkan GPT-5.4 Mini ke berbagai lini layanan mereka, mulai dari API, Codex, hingga ChatGPT. Kabar baiknya, pengguna Free dan Go di ChatGPT dapat merasakan sensasi kecepatannya lewat opsi “Thinking”. Sementara itu, pengguna lain tetap akan mendapatkannya sebagai jalur alternatif (fallback) ketika batas penggunaan GPT-5.4 Thinking tercapai.

Bagi para developer, GPT-5.4 Mini juga tersedia di Codex, baik melalui aplikasi, CLI (antarmuka baris perintah), ekstensi IDE (lingkungan pengembangan terpadu), maupun web. Namun, perlu dicatat bahwa GPT-5.4 Nano hanya tersedia lewat API. Artinya, model ini memang lebih difokuskan bagi developer atau perusahaan yang ingin mengintegrasikan AI super ringan dan murah ke dalam aplikasi mereka, sebagaimana dihimpun dari ZDNet.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: AiOpenAiteknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Mengenal Asus VM640: AIO PC Berbasis AI dengan Layar NanoEdge dan Sistem Audio Dolby Atmos

Mengenal Asus VM640: AIO PC Berbasis AI dengan Layar NanoEdge dan Sistem Audio Dolby Atmos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Chrome 10% Lebih Cepat, Tapi Masih Boros RAM? Cek Detailnya!

Chrome 10% Lebih Cepat, Tapi Masih Boros RAM? Cek Detailnya!

Juni 8, 2025
Chrome Berevolusi! 10 Fitur Gemini AI yang Akan Mengubah Cara Anda Berselancar di Web.

Chrome Berevolusi! 10 Fitur Gemini AI yang Akan Mengubah Cara Anda Berselancar di Web.

September 22, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Juli 20, 2026
Acer Resmi Perkenalkan Predator Atlas 7, Handheld Gaming 7 Inci Bertenaga Intel Arc G3 Extreme

Watch 6 Series hingga FreeBuds Neo, Huawei Lengkapi Portofolio Wearable Global

September 4, 2026
Hadir di Tanah Air, Nubia A57 Tawarkan Gaya Mirip iPhone 17 Pro dengan Harga Terjangkau

POCO F9 Pro dan F9 Ultra Resmi Global: Bawa Chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Kamera 200 MP”

September 3, 2026
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026

Follow Us

slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version