Newtechclub.com – Dunia gaming kembali diguncang oleh kehadiran sang raksasa indie! Team Cherry, developer independen asal Australia, dengan penuh kebanggaan akhirnya merilis game petualangan terbaru mereka, Hollow Knight: Silksong, ke pasar global pada Kamis (4/9/2025) lalu.
Hebatnya, meski baru meluncur beberapa hari, sekuel dari game legendaris Hollow Knight (2017) ini langsung melesat dan menduduki posisi sebagai game paling laris ketiga di platform distribusi game PC terbesar, Steam.
Berdasarkan pantauan terkini pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 10.30 WIB di platform database SteamDB, jumlah pemain yang sedang bermain Hollow Knight: Silksong secara bersamaan (concurrent users/CCUs) tercatat mencapai angka yang fantastis, yakni 324.774 pemain!
Akibatnya, angka CCUs yang gila-gilaan ini langsung menempatkannya di posisi ketiga teratas, hanya kalah dari dua raksasa esports, Counter-Strike 2 yang diikuti oleh 616.041 pemain dan game MOBA populer Dota 2 yang dimainkan oleh 430.631 pengguna secara bersamaan.
Sebelumnya, kurang dari 1 jam pasca-rilis secara global, server Steam langsung kewalahan menampung para pemain yang begitu antusias. Pada saat itu, jumlah CCUs game ini sudah menyentuh angka sekitar 110.000 pemain.
Selanjutnya, hanya dalam selang waktu empat jam saja, angka CCUs ini meledak secara drastis dan menembus angka lebih dari 530.000 pemain! Bahkan, puncak tertingginya berhasil mencapai 587.150 pemain menurut data SteamDB.
Prestasi ini secara resmi menjadikan Hollow Knight: Silksong sebagai game dengan rekor CCU tertinggi ke-17 sepanjang sejarah Steam, posisinya persis berada di bawah Marvel Rivals (644.269 pemain) dan Apex Legends (624.473 pemain).
Namun, penting untuk diingat bahwa angka pemain yang online bersamaan ini hanya terhitung dari platform Steam saja.
Seperti yang kita tahu, selain di PC, Team Cherry juga merilis Hollow Knight: Silksong di berbagai platform lainnya, termasuk Nintendo Switch 1 dan 2, PlayStation 4 (PS4) dan PlayStation 5 (PS5), serta Xbox One dan Xbox Series X/S.
Memang, kita belum bisa memastikan berapa jumlah pasti pemain di platform lain tersebut. Akan tetapi, sangat besar kemungkinannya bahwa jumlah CCUs di luar Steam juga ikutan membeludak.
Alasannya, beberapa toko game online ternama seperti Nintendo eShop, PlayStation Store, hingga Steam sendiri dikabarkan mengalami “server crash” atau sistem macet beberapa saat setelah game ini dirilis.
Lalu, Apa Rahasia Di Balik Kesuksesan Hollow Knight: Silksong yang Begitu Fenomenal?
Tentu saja, ada banyak faktor mengapa Hollow Knight: Silksong langsung meledak dan diserbu oleh jutaan pemain sesaat setelah dirilis.
Pertama dan yang terpenting, komunitas Hollow Knight memang sudah sangat besar dan aktif mempromosikan game ini sejak pengumuman pertamanya way back di tahun 2019.
Awalnya, Hollow Knight: Silksong hanya direncanakan sebagai konten tambahan (DLC) untuk game pertama. Namun, karena skalanya yang membesar dan karakternya yang begitu banyak, Team Cherry akhirnya memutuskan untuk mengembangkannya menjadi sebuah sekuel penuh.
Kondisi ini kemudian memicu antusiasme para penggemar yang akhirnya menciptakan begitu banyak topik diskusi dan meme lucu di berbagai forum gaming tentang Hollow Knight.
Tidak berhenti sampai di situ, komunitas juga dengan kreatifnya membuat sebuah kanal YouTube khusus bertajuk “Daily Silksong News” pada 2021 lalu.
Kanal ini secara konsisten menyajikan berbagai informasi terbaru seputar perkembangan Hollow Knight: Silksong, sekaligus menjadi hub diskusi bagi para fans, sebagaimana dilaporkan oleh Wired, Selasa (9/9/2025).
Selain faktor komunitas, hal lain yang membuat game ini begitu ramai adalah harga yang sangat terjangkau.
Jika dibandingkan dengan game AAA yang biasanya dibanderol dengan harga 70 dollar AS (sekitar Rp 1,1 juta), Hollow Knight: Silksong justru ditawarkan dengan harga yang jauh lebih ramah kantong, yaitu hanya 20 dollar AS (sekitar Rp 327.000).
Banyak penggemar yang menilai harga ini sangat masuk akal dan murah, mengingat konten di dalam game yang sangat banyak dan memuaskan. Meskipun begitu, sebagian kecil lainnya berpendapat harga tersebut tergolong mahal untuk sebuah game indie.
Apa Sebenarnya yang Ditawarkan oleh Hollow Knight: Silksong?
Pada intinya, Hollow Knight: Silksong adalah sekuel langsung dari game action platformer 2D side-scrolling yang sangat populer, Hollow Knight (2017).
Kali ini, pemain akan mengontrol karakter utama baru, yaitu “Hornet”, menggantikan “The Knight” dari game pertama. Hornet sendiri bukanlah karakter baru; ia adalah salah satu tokoh utama yang pernah muncul di seri sebelumnya.
Game ini membawa pemain ke sebuah kerajaan baru yang misterius bernama “Pharloom”, sebuah dunia yang dipenuhi dengan bioma, musuh, dan rahasia yang sama sekali baru.
Ceritanya, Hornet yang sebelumnya menjadi penjaga “Hallownest”, diculik dan dibawa ke negeri asing ini. Oleh karena itu, misi utama pemain adalah membimbing Hornet untuk memanjat hingga ke puncak kerajaan sekaligus mengungkap semua misteri yang tersembunyi.
Sebagai Hornet, pemain akan merasakan pengalaman bermain yang jauh lebih lincah dan dinamis berkat senjata jarum dan benangnya yang mematikan.
Tidak hanya itu, pemain juga akan menjelajahi dunia yang disusun secara vertikal, menghadapi ratusan jenis musuh dan bos baru dengan pola serangan yang unik, meningkatkan kemampuan karakter, menyelesaikan berbagai quest menantang, serta mengumpulkan material dan item langka untuk mendukung petualangan.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews







