Newtechclub.com – HMD selaku vendor resmi yang memegang merek Nokia kembali membuat kejutan di pasar ponsel fitur. Pada Rabu (22/7/2026), mereka secara resmi mengenalkan perangkat anyar bertajuk Nokia 123 Shield yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi ekstrem. Pabrikan asal Finlandia itu sengaja mendesain ponsel ini sebagai solusi komunikasi tangguh berbasis jaringan 2G, namun mereka tetap membanderolnya dengan harga yang sangat ramah di kantong. Perangkat ini tidak hanya menawarkan ketahanan terhadap air dan debu, tetapi juga menghadirkan daya tahan baterai yang bakal membuat pengguna smartphone modern iri.
Secara teknis, HMD menyematkan sertifikasi ketahanan debu dan air berstandar IP65 pada Nokia 123 Shield berdasarkan regulasi IEC 60529. Mengacu pada hasil pengujian internal yang mereka lakukan, ponsel tangguh ini mampu bertahan di lingkungan berdebu hingga delapan jam penuh tanpa mengalami gangguan performa. Selain itu, mereka juga mengklaim bahwa perangkat ini tahan terhadap semprotan air bertekanan dari jarak tiga meter selama 10 menit berturut-turut. Bahkan, jika pengguna tidak sengaja menjatuhkannya ke dalam air bersih, ponsel ini masih aman karena sanggup bertahan saat direndam pada kedalaman 10 sentimeter selama 30 detik.
Selain mengandalkan ketahanan fisiknya, HMD juga menekankan bahwa ponsel ini menawarkan keandalan tinggi untuk aktivitas telepon sehari-hari. Mereka menjanjikan konektivitas yang jauh lebih stabil dibandingkan feature phone 2G lainnya, termasuk saudaranya sendiri yaitu Nokia 105. Menurut pernyataan resmi HMD, mereka mengembangkan Nokia 123 Shield dengan target utama para pekerja lapangan yang sering beraktivitas di luar ruangan. Para kuli bangunan, petani, hingga pengemudi ojek online pun bisa mengandalkan perangkat ini sebagai alat komunikasi utama tanpa khawatir rusak terkena debu atau hujan.
Spesifikasi Nokia 123 Shield
Jika melihat spesifikasinya, Nokia 123 Shield hadir dengan layar berukuran 2,4 inci yang mengusung resolusi QVGA. Meskipun terbilang kecil, HMD tetap memperhatikan kenyamanan genggaman pengguna dengan membekali bodi perangkat menggunakan tekstur anti-selip di bagian sisi. Desain ini tentu sangat membantu agar ponsel tidak mudah terlepas dari tangan, terutama ketika digunakan di kondisi lapangan yang licin atau penuh keringat. Untuk perlindungan ekstra, mereka juga melindungi port pengisian daya dan jack audio 3,5 mm menggunakan penutup karet khusus. Penutup ini berfungsi ganda, yaitu membantu mencegah masuknya debu halus sekaligus menahan percikan air agar tidak merusak komponen internal.
Dari sisi dapur pacu, HMD membenamkan chipset Unisoc SC6531E yang dipadukan dengan RAM sebesar 4 MB serta media penyimpanan internal 4 MB. Kapasitas yang terbilang mungil ini tidak perlu membuat pengguna kecewa, karena mereka masih bisa memperluas kapasitas penyimpanan menggunakan kartu microSD hingga kapasitas 32 GB. Dengan demikian, pengguna tetap leluasa menyimpan lagu-lagu favorit atau konten audio lainnya tanpa khawatir kehabisan ruang.
Untuk urusan fotografi, Nokia 123 Shield dibekali kamera belakang beresolusi QVGA yang ditemani lampu flash LED. Meskipun resolusi kameranya terbilang sederhana, HMD tetap menyematkan fitur flash yang sangat terang. Mereka bahkan mengklaim bahwa lampu flash pada perangkat ini memiliki tingkat kecerahan hingga 300 persen lebih terang dibandingkan lampu flash milik Nokia 110. Lebih menarik lagi, lampu tersebut juga dapat difungsikan sebagai senter darurat yang sangat berguna ketika pengguna berada di tempat gelap atau saat listrik padam di malam hari.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Nokia 123 Shield adalah baterai berkapasitas 1.750 mAh yang dapat dilepas (removable). Berdasarkan klaim HMD, baterai ini memungkinkan ponsel bertahan hingga 19 hari dalam mode standby atau sekitar 27,9 jam untuk percakapan telepon. Bayangkan, pengguna bisa pergi berlibur atau bertugas di luar kota selama seminggu penuh tanpa perlu dekat-dekat dengan colokan listrik. Sebagai perbandingan, kebanyakan smartphone modern dengan layar besar harus di-charge setiap hari. Bahkan perangkat dengan baterai 5.000 mAh sekalipun jarang mampu bertahan lebih dari dua hari untuk pemakaian normal. Fitur baterai yang dapat dilepas ini jelas menjadi nilai jual utama, mengingat fitur serupa sudah lama hilang dari smartphone modern.
Yang cukup mengejutkan, HMD justru memutuskan untuk membekali Nokia 123 Shield dengan port USB-C untuk pengisian daya. Keputusan ini terbilang mengejutkan karena feature phone lawas biasanya masih mengandalkan port micro-USB atau bahkan port pengisian daya khusus yang sulit ditemukan. Dengan kehadiran USB-C, pengguna kini bisa menggunakan charger yang sama dengan smartphone modern mereka. Mereka tidak perlu repot membawa charger khusus atau kabel tambahan ketika bepergian. Ini adalah langkah progresif dari HMD yang patut diapresiasi.
Selain itu, ponsel ini juga dibekali berbagai fitur pendukung lainnya, termasuk konektivitas 2G, dukungan dual SIM yang memudahkan pengguna mengatur dua nomor sekaligus, radio FM yang dapat diakses dengan atau tanpa headset, serta jack audio 3,5 mm untuk mendengarkan musik. Berikut spesifikasi lengkap Nokia 123 Shield yang berhasil dirangkum:
- Layar: 2,4 inci resolusi QVGA (240 x 320 piksel)
- Chip: Unisoc SC6531E
- Sistem operasi: S30+ OS
- RAM: 4 MB
- Penyimpanan internal: 4 MB
- Slot microSD: Mendukung hingga 32 GB
- Kamera belakang: Resolusi QVGA
- Flash LED: 300 persen lebih terang dari Nokia 110, bisa dipakai sebagai senter
- Baterai: 1.750 mAh (bisa dilepas)
- Port: USB-C
- Jack: 3,5 mm headphone
- SIM: Dukungan dual SIM
- Radio: FM (kabel dan nirkabel)
Segmen yang Belum Pergi
Yang menarik dari peluncuran ini, HMD masih rutin merilis feature phone Nokia baru di tengah gempuran smartphone canggih. Padahal, semua orang tahu bahwa smartphone sudah mendominasi pasar global. Namun, alasannya sederhana; feature phone masih memiliki pasar loyal yang tidak pernah sepi peminat. Berdasarkan berbagai laporan riset pasar, penjualan feature phone global masih mencapai puluhan juta unit per tahun. Meskipun angka ini jauh di bawah penjualan smartphone yang mencapai miliaran unit, jumlah tersebut tetap signifikan dan menguntungkan bagi HMD.
Pasar utama feature phone sendiri masih tersebar di beberapa segmen spesifik. Pertama, negara-negara berkembang di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara menjadi pangsa pasar terbesar. Kedua, kelompok pekerja lapangan di berbagai negara maju juga masih membutuhkan perangkat komunikasi yang tangguh dan tahan banting. Ketiga, pengguna lanjut usia yang menginginkan ponsel sederhana dengan antarmuka mudah dipahami tetap menjadi andalan. Keempat, mereka yang membutuhkan ponsel cadangan dengan daya tahan lama juga sering memilih feature phone sebagai pilihan utama.
Untuk Indonesia sendiri, feature phone Nokia sudah lama menjadi pilihan populer di berbagai daerah. Terutama di daerah-daerah terpencil yang jaringan 4G-nya belum stabil, namun jaringan 2G dan 3G masih terpancar kuat. Masyarakat di pedesaan dan pinggiran kota sangat diuntungkan dengan hadirnya perangkat seperti Nokia 123 Shield.
Harga Nokia 123 Shield
Bagi Anda yang penasaran dengan harganya, Nokia 123 Shield tersedia dalam dua opsi warna menarik, yaitu Green dan Purple. Sayangnya, HMD belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Namun, ponsel ini sudah muncul di sejumlah toko ritel di Eropa dengan kisaran harga sekitar 35 euro (sekitar Rp 715.000) di Bulgaria, dan sekitar 40 euro (sekitar Rp 817.000) di Yunani, seperti yang dihimpun dari laporan GSM Arena. Dengan banderol di bawah satu juta rupiah, HP tangguh ini layak menjadi incaran bagi siapa pun yang membutuhkan ponsel andal untuk aktivitas luar ruangan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







