Newtechclub.com – Setelah bertahun-tahun setia dengan tampilan khas yang membedakannya dari keramaian, Nothing akhirnya berani mengambil langkah berani yang mengejutkan banyak pihak. Vendor smartphone asal Inggris ini secara resmi mengubah haluan desain melalui peluncuran Nothing Phone (4a) Pro di ajang Mobile World Congress 2026 (MWC 2026) awal Maret lalu.
Ya, penggemar setia Nothing pasti langsung mengernyitkan dahi begitu melihat perangkat terbaru ini. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah produk ponsel mereka, Nothing melepas ciri khas bodi transparan yang selama ini menjadi daya tarik utama. Mereka menggantinya dengan pendekatan yang sama sekali berbeda.
Perubahan Radikal yang Tak Terduga
Jika Anda selama ini mengenal Nothing dari desain transparannya yang futuristik, bersiaplah untuk sedikit “kaget”. Padahal, desain bodi transparan itu sudah menjadi “DNA” Nothing sejak generasi pertama, dan tetap dipertahankan hingga Nothing Phone (4a) reguler yang masih hadir dengan tampilan kaca bening khas mereka.
Namun berbeda dengan varian regulernya, Nothing Phone (4a) Pro justru tampil beda total. Mereka menghadirkan bodi tertutup opaque berbahan metal yang memancarkan kesan lebih minimalis dan premium. Sekilas, ponsel ini tampak lebih dewasa dan siap bersaing di kelas menengah atas.
Meskipun menghilangkan transparansi, Nothing tidak sepenuhnya meninggalkan jiwa “nyeleneh” yang menjadi ciri khas mereka. Justru di sinilah kreativitas mereka benar-benar diuji.
Modul Kamera Nyeleneh Jadi Sorotan Utama
Ketika transparansi tak lagi menjadi pembeda, Nothing pun menghadirkan kejutan baru melalui tata letak kamera yang tidak biasa. Saya harus akui, desain ini langsung mencuri perhatian begitu pertama kali melihatnya.
Alih-alih menyusun kamera rapi seperti kebanyakan ponsel modern, Nothing Phone (4a) Pro justru menempatkan kamera dalam komposisi yang cukup berani. Satu modul kamera menghuni bagian kiri atas punggung perangkat, sementara tepat di bawahnya terdapat dua kamera lainnya yang tersusun secara horizontal. Komposisi ini memang terlihat asimetris, tapi justru memberikan karakter yang kuat.
Di sisi kanan susunan kamera yang unik itu, Nothing tetap menyematkan fitur Glyph Interface—lampu LED khas mereka—sebagai identitas tambahan. Desain ini menjadi bukti bahwa Nothing masih punya cara untuk tampil berbeda meskipun meninggalkan desain transparan.
Glyph Matrix: Lampu Bukan Sekadar Estetika
Pada Phone (4a) Pro, sistem Glyph mengalami evolusi signifikan menjadi Glyph Matrix. Nothing membekali perangkat ini dengan 137 mini-LED yang bisa dikontrol secara independen.
Sistem canggih ini mengubah fungsi lampu belakang dari sekadar elemen estetika menjadi fitur yang benar-benar fungsional. Pengguna kini bisa menikmati animasi lebih kompleks, mendapatkan notifikasi dengan presisi lebih tinggi, dan menyajikan informasi visual dalam bentuk pola cahaya yang beragam. Ini bukan sekadar lampu hiasan—ini adalah alat komunikasi visual yang genuine.
Langkah Berani yang Penuh Risiko
Jika dicermati, perubahan desain Nothing Phone (4a) Pro sebenarnya mencerminkan strategi ekspansi Nothing ke pasar yang lebih luas. Mereka menghadirkan bodi metal tertutup yang tampil lebih “aman” dan premium, sekaligus mendekati standar desain smartphone kelas menengah hingga premium saat ini.
Namun di balik langkah ambisius ini, Nothing juga menghadapi risiko besar. Tanpa bodi transparan, mereka harus benar-benar “memutar otak” agar produknya tetap menonjol di tengah dominasi desain ponsel yang cenderung seragam.
Di sinilah peran krusial modul kamera unik dan Glyph Matrix. Keduanya kini bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen utama yang menjaga identitas Nothing tetap terasa “berbeda” dan otentik.
Pertanyaan besarnya: apakah perubahan desain ini akan berhasil menarik minat konsumen untuk membeli Nothing Phone (4a) Pro? Kita masih harus menunggu dan membuktikannya dalam beberapa waktu ke depan.
Yang jelas, Nothing Phone (4a) Pro hadir bukan sekadar untuk pembaruan spesifikasi. Perangkat ini menjadi sinyal kuat bahwa Nothing sedang memasuki fase baru dalam perjalanan desainnya—fase di mana mereka siap mengambil risiko untuk terus berkembang.
Spesifikasi Jempolan di Kelasnya
Beralih ke sektor dapur pacu, Nothing Phone (4a) Pro membekali diri dengan layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1.260 x 2.800 piksel. Layar ini mendukung refresh rate 144 Hz dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit—angka yang sangat mengesankan untuk kelas menengah.
Layar tersebut juga mendukung kedalaman warna 10-bit dan dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass 7i dari Corning. Di bagian tengah atas, terdapat kamera selfie 32 MP (f/2.2) yang tersemat rapi dalam lubang punch hole.
Beralih ke sektor fotografi, Nothing membekali Phone (4a) Pro dengan tiga kamera belakang. Komposisinya terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.9, PDAF, OIS), kamera periskop telefoto 50 MP (f/2.9, 3,5x optical zoom), dan kamera ultrawide 8 MP (f/2.2, bidang pandang 120 derajat).
Deretan kamera belakang ini mengandalkan sensor Sony, dan Nothing mengklaim kamera telefoto ponsel ini mendukung fitur pembesaran ekstrem hingga 140x (140x Ultra Zoom). Klaim ini tentu menarik untuk diuji lebih lanjut.
Untuk urusan performa, ponsel ini mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 dengan prosesor delapan inti berkecepatan maksimal 2,8 GHz. Chipset ini dipadukan dengan RAM 8/12 GB dan media penyimpanan 128/256 GB.
Fitur pendukung lainnya mencakup baterai 5.080 mAh dengan pengisian cepat 50 watt, stereo speaker, WiFi 6, Bluetooth 5.4, NFC, serta tingkat ketahanan terhadap air dan debu IP65.
Dengan dimensi ketebalan 7,9 mm dan bobot 210 gram, ponsel ini menjalankan Android 16 dengan tampilan antarmuka Nothing OS 4.1.
Harga dan Ketersediaan
Nothing Phone (4a) Pro sudah bisa dipesan di Inggris dengan harga 499 poundsterling (sekitar Rp 11,3 juta) untuk varian 8/128 GB atau 549 poundsterling (sekitar Rp 12,4 juta) untuk varian 12/256 GB.
Nothing menyediakan pilihan warna Black, Silver, dan Pink. Sayangnya, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan ponsel ini di Indonesia. Namun jika memang akan dipasarkan, harganya kemungkinan akan lebih terjangkau dibandingkan harga di Inggris, mengingat perbedaan nilai kurs dan mekanisme pajak yang berlaku.
Satu hal yang pasti: Nothing telah membuka babak baru dalam perjalanan desain mereka. Apakah langkah ini akan menuai sukses? Kita nantikan saja respon pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







