Newtechclub.com – Dalam sebuah gebrakan yang mengejutkan industri teknologi, OpenAI secara resmi meluncurkan GPT-Live, sebuah model kecerdasan buatan revolusioner yang kini menjadi “nyawa” baru di balik fitur percakapan suara ChatGPT yang selama ini kita kenal. Bayangkan, berbincang dengan AI kini terasa seperti mengobrol santai dengan teman di warung kopi—begitulah kira-kira sensasi yang ditawarkan oleh teknologi terbaru ini.
Bukan Sekadar Mode Suara Biasa, Ini Revolusi Komunikasi Dua Arah!
Yang menarik, GPT-Live bukanlah sekadar peningkatan kecil dari mode suara sebelumnya. OpenAI dengan percaya diri mengklaim bahwa model terbaru ini mampu menciptakan pengalaman percakapan yang jauh lebih natural dan mengalir dua arah, persis seperti interaksi antarmanusia pada umumnya. Lalu, apa rahasia di balik kecanggihan ini? Ternyata, semuanya berkat implementasi teknologi full-duplex yang canggih, yang memungkinkan AI untuk mendengar dan berbicara secara bersamaan tanpa harus bergantian seperti radio komunikasi jadul.
Dengan kemampuan mutakhir tersebut, ChatGPT kini dapat memberikan respons singkat seperti “mhmm” atau “iya” di sela-sela percakapan, menunjukkan bahwa AI benar-benar menyimak setiap kata yang kita ucapkan. Bahkan lebih keren lagi, pengguna kini bisa berhenti sejenak untuk berpikir atau menarik napas tanpa perlu khawatir AI akan langsung memotong pembicaraan dengan respons yang terburu-buru. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi mereka yang sering merasa terganggu dengan jeda percakapan yang kaku dan tidak alami.
Bisa Interupsi dan Pakai Tools, Makin Cerdas!
Lebih mencengangkan lagi, OpenAI mengungkapkan bahwa GPT-Live memiliki kemampuan untuk memutuskan secara real-time kapan waktu yang tepat untuk berbicara, mendengarkan, berhenti sejenak, atau bahkan menyela lawan bicara dengan sopan. Tak hanya itu, model ini juga dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti pencarian web atau fitur penerjemah bahasa secara simultan, membuat pengalaman bertanya menjadi jauh lebih kaya dan informatif.
Selain percakapan yang terasa lebih manusiawi, ChatGPT Voice kini juga dilengkapi dengan fitur kartu visual yang akan muncul saat menjawab topik-topik tertentu. Misalnya, ketika kita bertanya tentang prakiraan cuaca, pergerakan saham terkini, atau hasil pertandingan olahraga favorit, ChatGPT akan menampilkan informasi tersebut dalam bentuk kartu visual yang menarik, sambil tetap melanjutkan percakapan suara dengan lancar. Fitur Voice ini juga masih mendukung berbagai kemampuan lain seperti pencarian web, memori percakapan, unggah gambar, dan unggah dokumen seperti biasanya.
GPT-Live Bisa “Bagi Tugas” ke GPT-5.5, Keren Abis!
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah klaim OpenAI bahwa GPT-Live dirancang sebagai model suara tercerdas yang pernah mereka ciptakan, dengan kemampuan unik untuk “membagi tugas” ke model AI lain secara real-time di belakang layar. Ketika kita mengajukan pertanyaan kompleks yang membutuhkan pencarian web mendalam atau penalaran tingkat tinggi, GPT-Live akan dengan cerdas mendelegasikan pekerjaan tersebut ke model AI lainnya.
Pada peluncuran awalnya, model yang akan menjadi mitra kerja GPT-Live adalah GPT-5.5, bukan model terbaru GPT-5.6 Sol. Yang menarik, GPT-Live tetap dapat melanjutkan percakapan dengan kita sambil menunggu GPT-5.5 menyelesaikan proses pencarian atau penalaran yang rumit. Ke depannya, OpenAI berjanji bahwa GPT-Live akan otomatis memanfaatkan model AI terbaru yang mereka rilis, sehingga kemampuannya akan terus meningkat tanpa perlu mengganti sistem suara secara keseluruhan.
Jauh Lebih Unggul dari Advanced Voice Mode, Ini Buktinya!
Pertanyaan besarnya, seberapa hebatkah kemampuan GPT-Live jika dibandingkan dengan pendahulunya? Berdasarkan hasil pengujian internal OpenAI, GPT-Live berhasil memperoleh tingkat preferensi pengguna yang jauh lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode, mode suara ChatGPT sebelumnya. Dalam uji percakapan selama 5-10 menit, salah satu tipe GPT-Live, yaitu GPT-Live-1 berhasil dipilih oleh pengguna sebanyak 75,7 persen, sementara GPT-Live-1 mini, versi yang lebih efisien, memperoleh tingkat preferensi 69,2 persen.
Pengguna juga memberikan nilai lebih tinggi pada aspek kelancaran percakapan dan kenyamanan berbicara, yang menjadi indikator penting dalam pengalaman berinteraksi dengan AI. Pada pengujian kemampuan ilmiah GPQA, GPT-Live-1 dengan mode “High” mencatat akurasi sekitar 84,2 persen, jauh melampaui Advanced Voice Mode yang hanya meraih 45,3 persen. Sementara pada benchmark BrowseComp yang menguji kemampuan pencarian web secara agen, GPT-Live-1 High memperoleh akurasi 75,2 persen, berbanding terbalik dengan Advanced Voice Mode yang hanya mencapai 0,7 persen.
Peluncuran Bertahap, Pengguna Go, Plus, dan Pro Kebagian Lebih Dulu!
Sebagaimana dirangkum dari OpenAI pada Kamis (9/7/2026), GPT-Live mulai digulirkan secara global hari ini untuk seluruh pengguna ChatGPT di berbagai platform, mulai dari iOS, Android, hingga web. Pada saat berita ini ditulis, kami sudah bisa merasakan langsung sensasi menggunakan GPT-Live di fitur ChatGPT Voice pada platform web. Namun, untuk platform Android dan iOS, sepertinya masih dalam proses peluncuran bertahap, karena terpantau masih menggunakan model suara lawas.
Ketika sudah mendapatkan akses GPT-Live, pengguna berlangganan Go, Plus, dan Pro akan memperoleh GPT-Live-1 sebagai model suara bawaan, sedangkan pengguna gratis akan menggunakan GPT-Live-1 mini. Meskipun demikian, pada tahap awal ini, GPT-Live belum mendukung percakapan suara yang disertai video maupun berbagi layar. Namun, OpenAI telah berjanji bahwa kedua fitur tersebut akan segera ditambahkan di masa mendatang.
Masih Ada Kekurangan, Tapi Masa Depan Cerah!
OpenAI juga dengan jujur mengakui bahwa untuk beberapa bahasa tertentu, GPT-Live masih dapat memiliki aksen yang kurang alami atau belum sepenuhnya fasih. Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini menyatakan bahwa mereka masih terus menyempurnakan pengalaman penggunaan lintas bahasa agar semakin baik ke depannya. Meskipun masih ada beberapa kekurangan, peluncuran GPT-Live ini jelas menjadi langkah besar dalam evolusi interaksi manusia dengan kecerdasan buatan, membawa kita selangkah lebih dekat dengan mimpi memiliki asisten digital yang benar-benar natural dan cerdas.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







