Newtechclub.com – Dalam gebrakan terbarunya, OpenAI secara resmi mengumumkan rencana penerapan fitur keamanan baru yang bakal mengubah total pengalaman bermain ChatGPT! Yang paling mencengangkan, perusahaan kini akan membedakan secara ketat pengalaman pengguna remaja dan dewasa. Jadi, siap-siap aja, karena kebijakan ini bakal mempengaruhi cara lo menikmati chatbot tercinta!
Selanjutnya, sebagai induk dari ChatGPT, OpenAI sedang menyiapkan sistem identifikasi usia yang super ketat. Tujuan utamanya jelas: mereka ingin mencegah kasus pelanggaran privasi sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna, terutama untuk anak-anak di bawah umur. Nah, yang bikin heboh, dalam beberapa kondisi, pengguna dewasa bakal diminta untuk membagikan kartu identitas mereka, contohnya KTP! Yap, lo harus verifikasi bahwa usia lo memang sudah minimal 18 tahun.
“Memang, di beberapa negara atau situasi, kami mungkin akan meminta kartu identitas. Kami sepenuhnya sadar bahwa ini adalah kompromi privasi bagi pengguna dewasa, namun kami yakin ini merupakan langkah yang perlu demi keamanan bersama,” tegas pendiri sekaligus CEO OpenAI, Sam Altman, melalui pengumuman resmi di situs perusahaan.
Sebelumnya, OpenAI sebenarnya sudah lebih dulu meluncurkan fitur kontrol orang tua pada awal September 2025. Tapi, mereka ternyata belum puas! Perusahaan kecerdasan artifikal ini sekarang melengkapinya dengan sistem identifikasi usia yang jauh lebih rigor. Jadi, jangan kaget kalau nanti prosesnya jadi lebih detail.
Selain itu, OpenAI juga bakal menerapkan aturan khusus buat pengguna remaja, khususnya mereka yang berusia 13 tahun ke atas. Sayangnya, rincian kebijakan ini belum diungkap secara lengkap. Tapi, Sam Altman memberikan sedikit bocoran.
“Misalnya, ChatGPT akan kami latih untuk menolak percakapan bernada genit atau terlibat dalam diskusi tentang bunuh diri dan melukai diri sendiri—bahkan dalam konteks penulisan kreatif sekalipun,” jelas Altman. “Lebih dari itu, jika pengguna di bawah 18 tahun terindikasi memiliki pikiran untuk bunuh diri, kami akan berusaha menghubungi orang tuanya. Jika itu tidak memungkinkan, kami akan melaporkannya kepada pihak berwenang apabila ada bahaya yang mengancam,” tambahnya.
Tapi tenang aja, buat lo yang sudah dewasa, obrolan genit sama ChatGPT masih bisa diakses—tentu saja selama lo memintanya secara eksplisit. Jadi, batasannya jelas hanya untuk melindungi anak-anak.
Altman bahkan menyebut bahwa OpenAI sedang mempersiapkan fitur keamanan tingkat lanjut. Yang menarik, data pengguna yang masuk dalam sistem verifikasi ini akan dijamin kerahasiaannya—bahkan dari karyawan OpenAI sendiri! Jadi, privasi lo tetap aman meskipun harus melalui proses verifikasi.
Selain itu, rincian fitur keamanan lainnya masih terus dikembangkan dan akan diumumkan bertahap dalam waktu dekat. Jadi, pantau terus perkembangannya!
Lalu, kenapa sih tiba-tiba OpenAI membuat kebijakan seketat ini? Ternyata, langkah ini mereka ambil setelah terjadi serentetan tragedi dan gugatan hukum yang menyudutkan ChatGPT terkait kasus bunuh diri beberapa remaja.
Contohnya, pada Agustus 2025 lalu, OpenAI digugat oleh orang tua dari Adam Raine—seorang remaja yang bunuh diri pada April 2025. Gugatan itu menuduh ChatGPT membantu Raine menyusun draft surat bunuh diri, memberi saran metode yang paling efektif, mengabaikan upaya pencegahan, sampai mencegahnya bercerita kepada orang lain.
“Ketika orang terdekat mungkin akan merespons dengan kepedulian dan mendorongnya mencari bantuan, ChatGPT justru menjerumuskan Adam ke dalam pikiran gelap tanpa harapan. Bahkan, chatbot itu meyakinkannya bahwa ‘banyak orang berjuang melawan kecemasan dan menemukan penghiburan lewat pintu keluar’,” tulis gugatan tersebut.
Tidak hanya itu, di bulan yang sama, Wall Street Journal juga melaporkan kasus bunuh diri seorang pria berusia 56 tahun. Korban disebutkan mengakhiri hidupnya setelah ChatGPT justru mengiyakan paranoia dan ketakutannya yang berlebihan.
Baru-baru ini, Washington Post pun memberitakan gugatan terhadap Character AI—sebuah platform chatbot lain—yang dituding berperan dalam bunuh diri seorang remaja 13 tahun. Kabar ini dilansir dari 404Media pada Kamis (18/9/2025).
Dengan adanya rentetan kasus tragis tersebut, OpenAI akhirnya mengambil tindakan preventif yang sangat ketat. Mereka berkomitmen untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab moral—terutama dalam melindungi pengguna yang rentan.
Jadi, siap-siap aja ya guys. ChatGPT mau masuk era baru dengan aturan yang lebih protektif. Pastikan lo punya KTP buat verifikasi, dan jangan lupa selalu gunakan AI dengan bijak!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







